Skip to main content

An Overthinker

Sanur
For the last 29 years, I live as an overthinker. I always talk to myself, having my wild imaginations about everything, having so many conversations in my mind, making myself a stronger person, or even a vulnerable person in my imaginations. If I can write it down myself, all of them can be some crazy movies. Unfortunately, it's just too wild to tell.
When something small came to me, either a problem or a blessing, I always have a wilder version of that. That what keeps my mind busy, many times tired. 
These wild imaginations sometimes create assumptions and what-ifs. The older I get the more I learn not randomly tell other people about that. My assumptions can influence other people's points of view about something or someone. If my assumptions are right then it's fine. But when it is not right, it can hurt someone. I know how painful it can be. Probably destroy something that shouldn't be destroyed. You never know how words can hurt someone that much. 
I learn to k…

Melewati Pusuk Pass, Lombok

Kembali ke Pulau Lombok setelah dari Gili Air, kita pun 'turun' gunung menuju daerah selatan. Kita pun melewati Pusuk Pass atau orang suka bilang monkey forest.



Tadinya sih dikira kayak kita masuk hutan trus yang banyak monyetnya, tapi ternyata jalanan pinggir tebing yang ada banyak monyet main-main disana. Sama persis kayak jalanan kearah rumah nenek.





sampahnya nggak seharusnya disitu ya?

Berhentilah kita disana. Takutnya monyetnya kayak yang di Bali itu, yang suka nyuri, eh ternyata nggak sih. Monyetnya anteng diem, makan mulu. Salah satu kesalahan pengunjung adalah memberikan makanan ke si monyet-monyet. Nggak apa sih kasih makan tapi plastiknya ya jangan dibuang disana juga lah. Sebenernya bukan dibuang disana sih, tapi monyetnya aja yang narik ngambil plastik makanan disana.

Jadilah disitu kotor semua gara-gara plastik sisa makanan tadi. Eh namanya monyet ya masa iya bisa dikasih tau, 'hey monyet jangan buang sampah sembarangan!', kan ya nggak mungkin. Trus lagi perhatikan mood si monyet kalo mau foto. Maksudnya yaaa jangan asal demi selfie aja tapi malah monyetnya marah-marah. kalo sampe marah, bahaya lho. Ditarik jatoh kejurang nanti. Udah banyak juga kan kejadian selfie berujung maut ya.

dia nggak minum kola kok, cuman air putih



Intinya sih satu, apapun yang kita lakukan, jangan lupa jaga alam dan seisinya ya. Bumi udah mulai sekarat lho. Plis jaga bumi 😙

Comments

  1. Replies
    1. Iya persissss
      Tapi nggak ada kolam e hahah

      Delete
    2. Aku suka photo header blog ini yang pertama, teras lebih menarik dan penuh misteri tanda tanya untuk admin blog ini.

      Delete
    3. Aku jg suka itu mas, ini gnti smntra soalnya pas itu ada eror mau gnti pake foto itu hahaha

      Nanti deh ak ganti lg, lebih ciamik 😂😂

      Delete
  2. Aku jadi ingat monyet Bali, tahu saja dia mana yang enak dan bikin hot :)
    Ah, sebenarnya harus ada larangan memberi makanan pada monyet, biar monyet tidak menjadi liar. Biar petugasnya saja yang memberi makan.
    Ih sampahnya, wah bikin serem. Yuk budayakan jangan membuang sampah sembarangan saat wisata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah sih ngelarang orang indonesia hahaha
      Padahal pas itu kita udah bilang lho kalo jgn sembarangan kasih makan soalnya bisa bkin sampah. Mreka memang kreatif hahaha

      Delete
  3. seumur-umur belum pernah ketemu langsung dengan monyet. klo monyet darat iya banyak. Hahhah
    Jinakkah mereka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak mbak, aku taunya buaya darat aja lho hahaha

      Jinak mbak, baek pula. Maksudnya nggak nyuri2 gitu. Aku kan rada parno ya kalo nyuri2 gt eh ternyata jinak kok. Cuman kalo dikasih makan ya langsung direbut, makanya ktor begitu

      Delete
  4. Replies
    1. He'em mbak, ga tahan liatnya. Pada liar ngasih makan soalnya, jadi sampah dimana2 😕

      Delete
  5. saat baca sambil putar scrol mouse terus liat gambar. tau nggak, semakin diputar pikiran saya seakan masuk kehutan melwati jalanan kecil yang ada ditebing itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. brasa kayak ikutan masuk kesana yak? hoho
      monyetnya lho lucu2, ndak nakal

      Delete
  6. Replies
    1. Aku juga udah mepet2 mreka bilang ati2 sampahnya, yaaaa mana didenger. Penting bisa selfie cantik sama monyet

      Delete
    2. Lah itu kan memang keluarga sampean, pantes bisa poto cantik sama mereka

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…