Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Don't Hold Back



Hari ini, lelakiku memintaku untuk membuatnya practice Islam lebih dalam. Momen ini, adalah satu dari sekian banyak momen yang paling kutunggu. As this moment is a big moment for us.



Islam memiliki daya magnet kepadanya sejak dia masih remaja. Hingga dia pun akhirnya mencoba untuk practice sampai sebelum kita berdua bertemu. Dia melakukannya sebanyak yang dia mampu. Memang masih belum konsisten tapi akupun tau dia berusaha. Belajar Islam dari perspektif lain, sedikit lebih dalam dari yang kita biasa pelajari. Diapun, tahu banyak tentang itu.

Kemudian kami bertemu. Waktu itu, dia sudah nyemplung. Meskipun belum konsisten tapi aku tahu dia berusaha dengan keras dan aku percaya dia bisa. Aku selalu bersamanya. Memberikan semangat ketika dia mulai lelah dan putus asa. Aku tahu ini tidak mudah baginya. Ada masa ketika dia merasa lelah, putus asa, sulit, karena hal ini merupakan transisi penting baginya. Terlebih tidak banyak orang terdekatnya yang memberikan dukungan baginya. Tentunya, melakukan ini semua akan menjadi mudah jika dia sebelumnya adalah pemeluk satu keyakinan. But he wasn’t .

Ada kalanya dia merasa kecewa, ada kalanya dia membuatku kecewa atau aku membuatnya kecewa. Tapi tidak pernah aku berhenti untuk memberikannya dukungan dan semangat. Ada masa dimana dia merasakan maju dan mundur dalam mengambil satu langkah. Dia pun berusaha keras untuk terus melangkah kedepan. 

Akupun harus selalu menjadi lebih kuat darinya. Kenapa? Karena aku harus meyakinkannya bahwa jalan ini, jalan yang diambilnya, adalah hal besar dan penting dalam hidupnya. Dia tidak boleh menyerah. Once it is decided, then we should responsible to what we decide right?

Lalu, apa yang kurasakan? Selayaknya rollercoaster, aku pun sering merasakan up&down. Hal ini bukanlah hal yang mudah untuk ditebak. Perasaan ketika ada ragu dalam hati ketika berusaha memiliki satu kepercayaan tentang pemilik semesta ini.

Apa yang selama ini kunanti? Saat dimana dia merasakan kepuasan, ketenangan, kebahagiaan dalam hatinya, dalam menjalankan kepercayaan yang dia pilih. Lalu tibalah saat itu, ketika dia dengan matanya yang berwarna cerah itu mengatakan kepadaku ‘I feel happy to do this’. Aku bisa merasakan kebahagiaan dimatanya. Ketenangan yang dia cari. Kenyamanan dalam hatinya. Bukan karena perasaan terpaksa untuk menjalaninya. Itulah yang kutunggu.

Hari ini, dia memintaku untuk terus mendampinginya menjalankan kepercayaan yang dia pilih ini lebih dalam. Dia ingin terus melangkah kedepan as there is no way back again. Dan ketika datang rasa lelah, dia ingin aku memegang kedua tangannya, menatap matanya dan mengatakan padanya untuk terus melangkah kedepan. Bukan kebelakang.

Dia pun bertanya apakah harapan terbesarku tentang kepercayaan yang dia pilih, aku hanya menginginkan dia bahagia dalam menjalankan kepercayaannya, konsisten dan terus melangkah kedepan. Dan aku akan terus bersamanya membantunya untuk tetap teguh pada pilihannya ini. Because you and I believe in this way is the right thing to do. Nothing could make me happier than to see you happy in doing this. You found a way. You are doing great hun. Keep moving forward, don’t hold back. I’ll be with you and hold your hands to walk together in this path.



keep supporting those who choose this way is the best thing that we can do 

Comments

  1. Ciehhh...

    Habis ngomong gitu ada adegan ciumannya enggak mbak?

    Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adegan disensor, takut dibaca anak2 seumuran Keenan 😆

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Seolah Kalian Tau Segalanya

'Ihiw, ada bahan obrolan baru buat dianalisa dan dinyinyirin nih. Si dia mau kawin sama bule. Duitnya banyak kali. Ato kalo gak gitu yaaa dia cuma buat mainan aja' Kita nggak akan pernah memuaskan hasrat banyak orang demi membuat mereka semua senang. Jika kita ingin membuat pasangan hidup kita bahagia, ya wajar, ya normal. Tapi tidak untuk membuat para suporter ataupun hanya penonton dalam hidup kita bahagia juga kah? Toh dari setiap langkah yang kita ambil, benar maupun salah juga masih saja bisa diambil celah salahnya untuk diwejangi ala mereka. Atau lebih bekennya, dinyinyirin. Mungkin beberapa tulisan saya tentang menikahi WNA banyak yang terdengar 'keras', maafkan saya yang sedang jengkel-jengkelnya. Menikah dengan orang yang berbeda yang datangnya ribuan miles jauhnya dari Indonesia juga bukan hal yang mudah, you know! Tapi orang dengan mudahnya saja melihat kita yang sedang jalan berdua dan bertanya, atau nyeletuk istilahnya, 'Guidenya ya mbak?'...

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...