Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Nol atau kosong?

Di suatu sore yang nggak indah, tiba-tiba rekan sebangku saya, ya maksudnya rekan yang mejanya disamping kanan saya ngakak dan kaget. Nggak tiba-tiba juga sih, ada sebabnya kok. Gara-garanya begini ;

Obrolan ini saling bertatap muka
 
'Lho mbak, kalo complimentary kan nggak perlu dimasukin list ya? Kan ini gratis, kenapa di masukin sini trus nilainya SGD 0 ya?'
'Ohh nggak apa-apa masukin aja disitu, harganya nol tapi jangan lupa centang free box-nya'
'Oh yang free gratis itu ya. Oke oke'

Beberapa saat kemudian...

Obrolan ini saling menatap komputer masing-masing
 
'Mbak, kok harganya bukan SGD 0 tapi kosong ya. Ini tampilannya gimana emangnya nih? Kosong apa nol?'
'Ya ampun Prisca... bedanya apa coba kosong sama nol'
'BEDA!' reaksi refleks ini mendadak bikin si mbak tetangga syok dan seketika menoleh dengan tatapan 😯 'Kamu marah apa ngasih tau apa menyanggah?' 

 pic source is here

Demi meluruskan keadaan agar tak terjadi salah sangka, seketika saya teriak bilang ....

'Sorryyyyyyy mbak sorry hahaha refleks kayaknya jiwa matematikanya masih ada 😄😄'
'Maksudnya? 😮'
'Jadi kalo matematika itu, kosong sama nol itu beda. Tapi orang umumnya sering bilang nol itu diganti kosong. Nol itu penting dan exist dan angka, sedangkan kalo kosong itu himpunan yang nunjukin kalo nggak ada anggotanya, ya nggak ada sama sekali. Kalo baca nomer hape itu pake nol, bukan kosong. Tadi aku nanya kosong apa nol karena yang di sistem itu tadi nunjukin SGD 0 sebelum aku konvert, eh abis diconvert bisa kosongan ga ada apa-apanya. begituuu'
'Pris please stop it, kamu kok serem sih tiba-tiba bahas matematika. Serem tauk'
'Refleks, otaknya udah matematis soalnya 😁'

Bagi banyak orang, nol dan kosong itu sama. Tapi bagi matematika, keduanya berbeda. Tapi ya namanya udah mendarah daging, ibarat begitu susah bener buat dijelasin atau dilurusin lagi. Orang sudah terbiasa dengan yang 'nggak lurus' jadinya ketika kita memberitahu yang 'lurus' malah kesannya kita yang aneh. Dan masih banyak hal kecil yang sering diremehkan dalam urusan matematika yang sebenernya malah bikin fatal. Nanti deh kapan kalo sempet mau ditulis, sekarang capek mikir berat 😄😄

Udah bisa pake emoticon yeayy 😙😙

Comments

  1. Orang karena sudah terbiasa jadi dianggap benar. Padahal betul, Kalo bilangan nol itu angka dan kosong itu tidak ada, tapi orang sering asumsi Kalo nol itu kosong padahal nggak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa mungkin krn bentuknya bulet dan nggak ada isinya kali ya? Haha

      Delete
  2. Bagian accounting yah??


    Mau nol kek koong kek, bagiku sama saja... Ora tak piker mumed

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan accountant tapi under finance department hahah

      Yaaaaaa alur pikirnya beda soale weeekk 😝

      Delete
  3. bener banget. 0 sama kosong itu adalah sesuatu yang berbeda. Tapi kok orang kalo minta no hape, ato pas ngisi pulsa, 0 dibailang kosong. seperti... kosongo dua satu ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, harusnya nol kan, bukan kosong. Bisa dicaci maki sama dosen matematika haha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya