Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Silver estrella



Kenapa silver estrella?

Tadinya sih gara-gara niruin mami yang menamai semua barangnya dengan nama ‘La novia’ yang sampe saat ini pun saya nggak ngerti itu artinya apa. Dari situ langsung mikir ‘Wah keren ya, nggak perlu tulis nama sendiri tapi barangnya udah dikenal orang pake nama samaran’. Terbesitlah keinginan untuk menjadi sedikit ‘kreatif’ dengan membuat nama samara begitu. Sebut saja begitu ah.

Mikir bertahun-taun sampe tua deh nggak dapet-dapet. Dapet sih, tapi nggak asik. Saking banyaknya sampe lupa apa aja. Akhirnya mikir kalo ada unsur bahasa spanyolnya asik kali ya. Saya pencinta bintang. Saya sangat menikmati malam mati lampu biar bisa liat jutaan bintang dilangit malam. Tau lah sendiri kan kita yang di kota jarang banget bisa liat jutaan bintang ya. 


 Kecintaan saya terhadap bintang kehidupan sejak SD, dan sempet belajar bahasa spanyol meskipun diketawain sama mas pacar gara-gara bahasanya nggak popular dan jarang yang make. Duh sial. Jadilah tercipta ‘Estrella’. Estrella artinya bintang.

Karena sudah merasa pas dengan estrella, tapi kok nggak asik ya cuman satu kata berdiri dewe. Akhirnya saya cari pasangannya, pake warna yang saya sukai. Sebenernya random sih, saya kalo suka warna itu musiman. Sekarang aja lagi suka pastel pink, kemaren merah, kemarennya lagi peach, ga konsisten lah pokoknya. Tapi saya nggak pernah suka warna kuning sih haha. Tapi ada beberapa warna yang saya suka dari dulu. Biru dan silver. Warna aman lah pokoknya ya. Tapi ya gitu banyak banget barangnya yang biru. Nggak Cuma banyak sih, tapi banyak banget haahha. Silver juga gitu. Jadi mikir ‘kalo blue estrella kok  ga cantik ya, yaudah deh silver estrella aja deh’. 

Eh kepake sampe sekarang deh. Jadi semua buku, barang-barang yang perlu dinamai, akun-akun sosmed yang nampilin username pasti pake itu kecuali yang agak resmi macem email, skype itu pake nama asli. Eh tapi email juga ada yang pake silver estrella sih. Yang jelas bukan estrella galicia lah ya



Cerita nggak penting aja sih

Comments

  1. o jadi begitu itu tah silsilah make nama depan silver teh....padahal estrella ajah udah super kerensukeren pisan jeh...nok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wihh kerensukeren malahan ini 🙈

      Makasi lo kunjungan singkatnya hihi

      Delete
  2. Justru namanya unik dan tidak ada yang mengembarin/menyamain. Tapi sayang juga ini link blognya ada 02 nya. Mungkin tanggal atau bulan jadi :D
    Aku semua memakai nama Djangkaru Bumi. semua dari email sampai sosial media. Kalau nama peliharaan binatang enggaklah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha masa iya manggil kucingnya jg DJB ? Hahaha *pnya kucing gak mas? 😝

      Iya itu dulu sejarahnya sih gara2 ga bs kl gak ada angkanya. Yawes pake itu. Rencana mau diilangin sih, tp nanti dikirain orang blognya gak aktif lagi haha

      Gmn ya caranya biar kl link ke blog ini langsung otomatis link ke blog nama baru? Any idea? Dulu aku bisa kok skrg lupa sih 🙄

      Delete
  3. Di jadiin nama penanya aja sekalian 😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama penanya cewek banget ya haha

      Makasih tengokannya yaa ☺️

      Delete
  4. Ohh jadi itu toh...

    Aku sebenernya juga penasaran, pengen nanya tapi lupa terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terjawab dongg skrg pertanyaannya hohoho

      Btw cara ngilangin 02 di blog tnpa ngilangin traffic gmn ya? Haha takutnya kl ganti nma mndadak eh ntr dikira blognya diapus 😂

      Delete
    2. Bukannya tinggal diganti aja di di settingannya?

      Maaf gw rada bloon kalo masalah teknologi dan komputer, hahaha

      Delete
    3. Huahahahahaha duhh ngakak gulung2
      Makanya yg diurusin jgn duit mulu 😆

      Delete
  5. Ohhh seperti ceriutanya ( sambil manggut2 ) semoga nama silver estrella menjadi nama abadi dech...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga orang bisa kenal nama itu utk kebaikan deh ya 😆

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men