Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

[How we met] Me and Shoffi

Ketemunya tahun 2009 pas ospek dan mau berangkat bakti sosial ke somewhere (lupa kemana). Tadinya, ngeliat ini anak pertama kali, dari jauh, dia cuma bawa tas selempang kecil lebih mirip sling bag buat kondangan. Mulai lah aku mikir 'ini anak gila apa ya, mau bakti sosial ke daerah dingin eh dia malah nggak bawa selimut. Masa iya dia juga bawa baju tuh. Kayaknya sih nggak'. Agak sinis gitu deh, sampai akhirnya dia mendatangi kita dan mengenalkan dirii, kebetulan teman yang ditunggunya itu kenal sama aku.

'Halo, Shoffi'
'Hai, Prisca. Tas kamu mana?'
'Ini', sambil menunjukkan mini sling bag nya
'Hah? Cuman bawa tas sekecil itu? Kamu nggak bawa baju, selimut?'
'Selimutnya nebeng hehe, baju bawa satu, yang penting bawa sikat gigi aja'

kita pernah sekecil ini. lebih tepatnya aku sihhh, pernah sekurus ini

kita pernah alai (pada masanya). maluuuu

Wow. Sedangkan aku bawa tas gede persis kayak orang mudik semingguan. Tapi emang dasarnya Shoffi, dia kemana-mana emang nggak suka bawa tas gede. Kalopun bawaannya banyak, pasti dia perkosa tasnya biar muat banyak barang. Dan ternyata emang iya, aku rempong gara-gara banyak barang, eh dia baksos 3 hari cuman ganti sekali, dalemannya sih ganti. Yang penting sikat gigi, sabun sampo dia minta bahkan mending ga mandi gara-gara emang fasilitas mandinya terbatas. Trus selimut? NEBENG sodara sodara. Yaelah bisa bener nih anak. Tasnya emang gendut dan muat semua barangnya dia. Ajaib. 

ini mau jalan-jalan gara-gara nggak ada dosen. duh kangen masa kuliah

 testing smartphone pertamanya Fachrul. foto pertamanya foto kita berdua

Waktu berjalan, aku dan dia jadi semakin dekat. Semakin merasa makin lama kita makin mirip. Mirip bukan mukanya lho, mirip sifatnya, cara mikirnya, cuman beda sifatnya aja. Aku nggak peka banget, sedangkan dia peka banget. Yaaaaaa sampe akhirnya dia yang pelototin aku pas seminar proposal skripsi gara-gara aku nggak peka kalo dosennya mulai tegangan tinggi.

ini nunggu jam kuliah pemrograman web sore hari sembari berharap dosennya nggak masuk 

Kita kebetulan sihhh, kebetulan banget kita itu telat lulusnya 😁 . Alesanku sih karena emang ada beberapa kuliah yang harus diulang sembari nunggu data, kalo dia karena double degree. Jadinya kita seminar proposal semester 7, lulusnya duluan aku sih meskipun molor hahaha

ini kayaknya sih pas bikin proposal deh

Karena kita sama-sama molornya, akhirnya kita berdua merasa agak secure gara-gara ada temennya molor. Biar nggak parah-parah dimarahin nyak babe,

'kamu nggak lulus-lulus sih?'
'Shoffi aja belom lulus ma, banyak yg molor kok'

disisi lain...

'nduk, kok belum selese? susah ta kuliahnya?'
'enggeh buk, susah. Prisca ya belum lulus kok'


Nah... win win solution kan? 😏

Meskipun aku yang duluan lulus, tapi yang duluan nikah dia. Malah nikahnya sebelum lulus dengan harapan dosennya bakal kasian karena harus lulus cepet sebelum lairan hahaha

cantik kan? sayangnya aku nggak bisa dateng pas hari H, kebentur ujian. dan aku dateng besoknya

Karena kita kemana-mana bareng, akhirnya orang kalo liat cuman satu dari kita, pasti langsung nyariin yang lainnya deh. Selera baju aja samaan, style juga sama, selera akan sesuatu juga sama (kecuali dia yang suka blingbling), hampir kembar deh pokoknya. Si mas juga bilang kalo kita miripan. Kita berdua sering pake baju kembaran tanpa sengaja. Jadi repot, pas kapan hari mau pake pink ke kampus harus mikir dulu dia pake itu apa nggak. Pikir lama banget dengan perkiraan dia ga bakal pake itu, ehhhhhhh lakok malah samaan. Yawes lah emang warna baju kita juga banyak kembar kok meskipun nggak beli bareng. Saking malesnya kalo bajunya samaan, akhirnya sms duluan kalo mau kuliah 'Aku pengen pake baju ini warna ini, kamu jangan pake yang sama ya' 😁

aku kebetulan wisuda duluan daripada dua cewek ini


Nah pernah suatu ketika kita mulai sibuk skripsi, aku minta temenin dia ngambil data di pabrik gula. Dia oke in aja, dan pas dia penelitian dan praktek ngajar sekaligus ambil data di sekolah, aku juga ikutan bantuin dia. Seneng banget, soalnya dapet kesempatan gratis ngajar anak SMP yang lucu bener. Plus ada satu yang gantenggggg banget hihihi. Can be read here

Pas dia hamil kan nggak doyan makan ya, eh pas aku ajak makan, nyobain makan nasi, kok ya pas mau dan abis banyak banget. Saking deketnya, sampe pas dia hamil aku bisa mimpi muka anaknya. Itu pas lahir kan pembuktian ya, eh mirip banget persis di mimpi. Mana anaknya emeshh banget deh. Dia ini agak nganggep aku kayak dukun sih, jadinya pas hamil anak pertama dia nanya menurutku anaknya bakal cewek apa cowok. Spontan aja jawabnya 'cewek'. Dia nanya kenapa, ya aku jawab aja 'kamu ga percaya sama dukun?'

 meet up pertama setelah dia berbadan dua

beberapa bulan kemudian dia wisuda dengan kondisi hamil

ketemuan kemaren tanpa direncanakan sampe warna baju aja samaan lagi kan

nah kan mungkin si bayi merasa senyumku rada aneh apa gimana ya, cara liatnya si bayi sebegitu banget 

dan si bayi udah mulai ngenalin aku, kemaren aku kasih tanganku eh dia langsung minta gendong

Karena udah terbilang lama temenannya, kita semacem saling melengkapi ya. Dia tau apa yang aku pikirin dan aku tau gimana cara mikirnya dia. Sampe semacem kita berdua bisa jadi lisensi ke orangtua kita masing-masing. Lisensi ijin untuk melakukan sesuatu.


Sampe kata aba-nya dia, beliau seneng banget liat anaknya punya temen deket (kita berempat kok sebenernya), karena katanya anaknya itu nggak pernah punya temen sedeket itu gara-gara masa persahabatan dia sama teman sekolah sebelum kuliah itu penuh drama dan putus gara-gara laki-laki. Drama banget kan.

Yawes, harapanku sih kita bakal terus bareng-bareng as a best friend, she is one of my best friend and hopefully our business (now and in future) will goes smooth😊😊

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu