Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Mencintai Buku

We both really loves book. Hmm maybe it is more appropriate to say : he loves to read books and I loves to collect books !!

Saya suka baca kok, apalagi bacaan ringan tapi berbobot *bisa bayangin nggak bacaan ringan tapi berbobot itu yang kayak apa?*

only a bit of our treasure, itu juga yang separoh bukunya si mas


Ya yang saya maksud sih kurang lebih begini, saya nggak suka jadi bodoh. Jadi bodoh disini bukan maksudnya bodoh nggak pinter kimia, biologi, elektro, yang begitu-gitu ya. Otak ini juga perlu asupan gizi. Asupan gizinya apalagi kalo bukan bacaan dan mungkin agak sedikit berfilsafat. Berfilasafat akan suatu hal yang ada disekitar kita. Memikirkan satu hal dari berbagai sisi dan pastinya harus tetep belajar. Biar kita nggak jadi kaum anarkis. Memandang satu masalah dari banyak sisi itu penting lho, biar kita nggak jadi kaum yang melihat dengan sebelah mata. Ati-ati jereng lhoooo

Eh bukan maksud menyindir menyinyir, tapi... jika kadar informasi yang ada diotak itu nggak jauh-jauh dari rumah, otomatis pikiran kita nggak berkembang, pikirannya jadi agak sempit, akibatnya apa? akibatnya anarkis *apasih anarkis-anarkis mulu*

Coba bayangin, orang wise biasanya orang yang sudah melihat 'dunia'. Ntah dengan cara apa, tapi yang jelas mereka menjelalajah 'dunia'. Bener kali ya kata pepatah kalau buku adalah jendela dunia. dan orang yang anarkis cenderung tidak mau membuka diri terhadap 'dunia' yang baru dengan cara pandang yang berbeda.


Nah... daridulu saya pengen banget punya perpus mini di rumah. Semacem salah satu cara menumbuhkan minat membaca buat anak nanti. Karena saya nggak mau anak saya nggak haus akan informasi. Saya maunya menumbuhkan minat bacanya dan itu harus dimulai dirumah. Karena yaaa rumah itu sekolah pertama bagi anak.

Dulu saya heran aja sih kenapa anak yang suka baca dijuluki si kutu buku dan dibilang nggak gaul. Padahal dengan membaca kan kita malah bisa jauh lebih gaul daripada yang nggak tau apa-apa. Iya dong? Iya kan?

'yea I just bought that book online, will be sent to you soon'
'book? again? you bought so many books recently'
'eh hun! you gonna marry nerd, you have to accept it'

Si mas paling hobi beli dan baca buku. Beli buku online pun langsung dikirim ke Indonesia (karena nggak mungkin juga dikirim ke Afganistan), dan orang-orang pun bereaksi seolah 'BUKU LAGI?'. Well.. thats a good thing to do karena saya pengen punya perpus mini dirumah. Itung-itung mulai nyicil stok buku buat nanti hahaha

Satu lagi, saya paling pelit kalo ada orang pinjem buku. Kalo ada yang pinjem buku pasti langsung diintrograsi dulu, di cek dulu orangnya gimana, sayang buku juga nggak. Karena buku itu bener-bener treasure buat saya. Rusak dikit udah senewen, kecuali rusak karena sering dibaca lho ya. bener-bener pelit deh. Kalo mau pinjem baju gapapa gak balik, tapi kalo pinjem buku gak balik, hmmmm siap-siap saya hantui ya hahaha

Dengan membaca buku, secara otomatis ilmu kita bertambah biarpun seuprit (asal gak baca hentai aja ya --- eh tapi hentai juga ada ilmunya kan??????). Lagipula juga derajat kita naek lho kalo kita berilmu. Serius deh. Orang yang pengetahuannya banyak, akan lebih diperhatikan dan dipertimbangkan banyak orang.

Saya jadi inget kata kakek saya, 'mbah cuma orang desa, mbah nggak bisa mewarisi kalian harta kekayaan berlimpah. Tapi mbah cuman bisa membekali kalian dengan ilmu. Kamu harus berilmu minimal sama kayak bapakmu. Lebih tinggi lebih baik. Karena harta kekayaanmu akan habis, tapi ilmu kamu nggak akan habis. Dan lagi, harta itu mudah dicari kalo kamu berilmu'.



I love you mbah

Comments

  1. Mbak, koleksi bukune sampean kalahhhhh telaakkkkk karo koleksiku. I have soooo manyyyyy bookkkkssss. *sombong, hahahaha*

    Kalo mau tau jiwa orang Indonesia itu seperti apa, baca bukunya Pramoedya Ananta Toer mbak. Baca buku itu bener-bener berasa pinter gak perlu baca buku sejarah lagi. Best of the best sastra lah. Terutama tetralogi Bumi Manusia.

    Tapi gak jamin di Gramedia ada loh. Soalnya begitu di cetak, langsung ludes, cetak lagi, ludes lagi. Kalo mau cepet ya beli bajakannya.

    ReplyDelete
    Replies

    1. Mas mas, itu yg buku kesusun rapi. Yang nggak rapi gak ditunjukin 😏😂😂😂
      Oiya aku pnsrn sama bukunya Ananda toer katanya bagus. Tp krn tmen dket ga prnh rekomendasi, yaaaa blm baca. Sik tak catet e dulu

      Mungkin itu semacem Jostein Gaarder nya indonesia kali ya

      Delete
    2. Terang aja temen gak ngerekomendasiin, soalnya buku ini dulu dilarang beredar pas jamannya pak Soeharto. Jangankan baca, mbak punya bukunya loh mbak bisa dipenjara dan bakal di blacklist gak bisa jadi PNS.

      Itu duluuu.....

      Ganti presiden ganti kebijakan. Kalo mbak udah baca bukunya mbak bakal tau kenapa buku itu di larang beredar. Tapi jujur itu buku bagusss bangetttt. Karna mengupas jati diri Indonesia terutama bangsa jawa sampe sekulit-kulitnya di kupas tuntas. Kalo menurutku harusnya semua pelajar di Indonesia baca buku itu. Biar pinter sejarah. Karna buku itu kaya akan sejarah bangsa Indonesia.

      Delete
    3. Karena uda direkomendasiin jadinya ini masuk wishlist nih udahan 😆

      Btw ga mau nyumbang buat aku pnya buku itu???

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya