Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Aroma sejarah Hotel Majapahit


Bangsa yang baik adalah bangsa yang mampu menghargai jasa pahlawannya
Selamat hari pahlawan!!!

Hemmmm nggak nyangka aja sih ya kita bisa duduk manis didepan laptop buat nulis cantik beberapa sejarah yang terjadi di Indonesia dan juga perjuangan para pahlawan kita. Nah kali ini saya ingin menuliskan tentang hotel yang menjadi ikon kota Surabaya, atau lebih tepatnya menjadi salah satu saksi bisu perjuangan bangsa dalam mengusir Belanda.

taman yang ada ditengah-tengah hotel. seger ya


Masih ingat Hotel Yamato yang ada di Surabaya? Itu tuh hotel yang atasnya dipake buat nyobek warna biru pada bendera Belanda...

Hotel ini dibangun oleh Sarkies bersaudara dan dibuka taun 1911. Asalnya sih bernama Hotel Oranje. Pokoknya ini hotel selama dipegang Belanda ya namanya Hotel Oranje. Kemudian berganti menjadi hotel Yamato ketika Jepang menguasai negeri ini, yang kemudian menjadi Hotel Majapahit hingga saat ini.

 keterangan di buku 1911 tapi di sini kok 1910? gapapa deh ya beda setaun hihi

foto lama hotel taken from hotel-majapahit.com.


Pertama kali menjejakkan kaki di hotel ini nggak nyangka aja kalo ini hotel adalah hotel bintang lima. Ya jelaslah nggak nyangka, wong dari depan dia keliatan 'sopan' sebagai hotel bintang lima. Biasanya hotel bintang lima bermegah-megah dari depannya, kalau yang ini sungguh sopan sekali. Pokoknya nggak nyangka aja deh. Bangunannya juga 90% asli karena memang dipertahankan sesuai aslinya. Lobi hotel pun nyaman banget deh.

that painting behind me tells everything. taken in lobby


Aroma hotel ini benar-benar magis mistik dan hemmmm bener-bener favorit. Untuk saya dan si mas yang sama-sama pecinta sejarah, ini hotel bener-bener memuaskan hasrat sejarah kita berdua. Apalagi ada sejarah dua negara dibalik hotel ini. Wahh makin seneng aja. Krasa kayak semakin mendalami aja sih haha

kala senja

Berkesempatan melongok kedalam hotel ini, what can I say? Ini hotel bener-bener masih asli deh. Masuk kedalam seketika berasa masuk ke taun kolonial. Luasnya minta ampun deh. Tamannya itu luas banget dan ijo banget. Hotelnya tenang dan damai meskipun jalan tunjungan itu nggak pernah sepi dari kendaraaan tapi suara jalan raya bisa diredam lobi hotel.

Ngomongin soal harga, untuk hotel ini dengan harga mulai dari 1,7juta (tanpa breakfast) atau sebut saja sekitar 1,9juta dengan breakfast, mendapat fasilitas begini ya bener-bener enak banget. ahh mungkin ini karena saya suka suasananya kali ya. Baru denger juga dari teman yang pernah kunjungan kuliah ke hotel ini, katanya ada president suite yang harganya 20-30juta. Kalo itu mahhhhh udah nggak masuk itungan dah ya. Mahal hal hall..

Apa yang saya suka dari sini? Semuanya hihihi

this one was candid


Restorannya yang bawah, restoran Indigo, masakannya bener-bener bintang lima. Uenakkkkk banget. Favorit kita berdua adalah nasi goreng majapahit. Satu porsinya 80ribu, bener-bener bisa dimakan berdua. Kalopun dimakan sendiri yaaaaaa mohon dimakan pas kondisi bener-bener laper banget ya. Karena saya yang porsi makan besar aja gak sanggup ngabisin ini makanan. Menu yang lainnya juga enak banget deh pokoknya. Menu breakfast juga nggak kalah enaknya.

menu favorit kita berdua, Nasi goreng Majapahit

this is Sumatra prawns with blablabla gak inget lah panjangnya apa

Selain restoran Indigo, ada juga restoran di lantai dua namanya Restoran Sarkies. Ini khusus menyediakan masakan China. Nah saya kira makan masakan China nggak ada masalah ya, ternyata saya nggak begitu suka. Kurang nonjok aja sih. Kita berdua pernah makan disana sekali dan kapok. Harganya lebih mahal daripada yang Indigo juga. Ini soal selera aja sih soalnya saya emang nggak terlalu suka masakan china kecuali nasi goreng, capcai, koloke. Mereka bertiga itu masakan cina kan? yang udah di adaptasi bumbu indonesia mungkin ya haha

Kamarnya pun perfect menurut saya. Situasinya itu lho yang bener-bener bikin nyaman banget. Merasa seperti kembali ke masa lalu. Banyak dekor dan gambar-gambar dari masa lalu yang bikin kita stop sebentar untuk sekedar menikmatinya. Kita juga naik keatas tempat bendera Belanda di sobek bagian birunya. Fotonya nggak tau dimana ya, yang jelas disitu kita sempet berantem manis :

'Ohh so here we are now, where years ago arek-arek suroboyo were ripping the blue part of your flag and make it red and white only'
'Ohhh yea here we are now. such kind of big story between us huh'

love the way you look at me lah pokoknya


Manis banget ya, dititik yang sama, puluhan taun yang lalu arek-arek Suroboyo rela mati demi menyobek warna biru biar jadi merah putih. Sekarang, dititik yang sama pula, merah putih dibikin berkibar berdampingan dengan merah putih biru dalam satu ikatan baru, cinta. haseeekkkkk

Eh tapi by the way penyobekan warna biru dihotel ini nggak terjadi tanggal 10 November kok. Lupa ya tepatnya tanggal berapa, yang jelas bukan pas hari pahlawan. 

'you gonna stay in Majapahit right?'
'oh yeah in Oranje hotel'
'yea Majapahit'
'Oranje sayang'
'why Oranje? the hotel name is Majapahit'
'because it is Dutch name :p '
ealahhh,,.. cinta negerimu sampe segitunya 

Hotel ini selalu direkomendasikan untuk wisata sejarah yang karena memang ini bagian dari sejarah bangsa. Arsitekturnya sungguh luar biasa. Ahh kalo aja suruh kasih nilai ini hotel, nilainya 9,8 out of 10 lah pokoknya.


lahhh kok fotonya serba merah sih

Comments

  1. Saya pernah nginep disitu mbak, untung dibayarin kantor.

    Duh nikmatnya yang gratis-gratis, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hotelnya kece ya mas ya!!

      Emang nikmat bener dah yg namanya gratis itu. Nikmat tuhanmu yg mana yg kau dustakan hahaha

      Delete
  2. Hotelnya bagus tenan. mirip sama jajaran hotel yang ada di Senggigi. Tapi hotel ini kaya dengan nilai sejarahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... Masuk ksini kayak balik ke jaman kolonial hihi

      Hotel di senggigi banyak yg dekornya begini ya? ala2 kolonial

      Delete
  3. Assalamu'alaikum....Trus saya kapan bisa berkunjung ke sana hehehe,,,salam kenal mbak yah,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Yuk dateng dulu ke surabaya, baru bisa ke hotelnya hehehe

      Salam kenal juga mbak(atau mas kah? Biar nggak salah sebut, harus ditanyain biar jelas 😁 )

      Delete
  4. Enggak kejangkau buatku. Aku nyerah deh.

    ReplyDelete
  5. hotel yang beraroma sejarah perjuangan bangsa ini ternyata dibangun 10 tahun sebelum ITB dibangun ya 1910, pasti bau tuwanya sangat menyengat deh.

    ih..love nya kliatan banget dari sorot matanya deh

    saya lebih tertarik lagi dengan this one was candid kliatannya ehmm...ehmmm.. deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aiih saya juga sukakkk bgt sama yg candid itu hohoho

      Ini ternyata dibangun taun 1910 mang, cm taun openingnya aja yg taun 1911. Jadi ini smaa ya kayak ITB taun dibangunnya yak

      Baunya asik banget deh mang. Tapi kata temen sih nggak asik soalnya serem kata dia hahah

      Delete
  6. jadi penasaran, sama si bule tu? siapa sih om om itu hahahah.
    salam kenal mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho jangan penasaran sama dia mas, jd takut nih kalo masnya jd naksir dia haha

      Salam kenal juga masnya, makasi kunjungannya yaaa

      Delete
    2. hahahah sama sama mbak. oh ya mana widget untuk pertemenannya. nggak kelihatan :) mau di fulback

      Delete
    3. Ga nampilin emang biar nggak rame haha

      Tenang aja, pasti rajin aku kunjungin 😉

      Delete
    4. hehehe awas hantu nampol kalau sepi sepi banget, makasih ya mbak

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya