Skip to main content

Taking a Train from Moscow City to Yaroslavky

walking to the wagon We chose deliberately in the winter to travel from Moscow to Yaroslavsky. In my defense, we kinda had to use the holiday a little bit. If we're waiting for the good weather, it probably not gonna happen for 3 months and then nothing again. So this trip was taken on February 2026. So we've decided to take a few days off going from Moscow to half of the golden ring. The name ring, means literally ring. Refers to a few cities that used to be very important in the past. Starting from Moscow city (where which we're coming from, technically). I have to mention the cities here anyway; Sergiyev Posad, Pereslavl Zalessky, Rostov Veliky, Yaroslavl, Kostroma, Ivanovo, Vladimir, and Suzdal. there will be info about the train  We took the train trip from Moscow. I would say it's the "normal type" of train. So we sat next to each other. Two seaters next to each other. I think my husband took the non-economy one. He booked the train from the app, tutu. T...

Perlu saya follow back kah?

Dalam 2 hari ini, nggak tau kenapa, ada puluhan online shop yang tiba-tiba follow instagram saya. Emang sih akhir-akhir ini saya follow beberapa online shop baru dan unfollow online shop yang lama (gara-gara satu foto bisa di upload sampai 3kali disaat yang bersamaan). ah itu juga saya follow karena barangnya bagus dan ... pengen niruin buat jualan hahhaa

Yang follow pun macem-macem. Ada pas saya sering posting foto saya sama bayi, yang follow macam lapak klinik cepat hamil, cara cepat hamil, cara membesarkan payudara (wow), perlengkapan bayi. Kawin aja belom yak!! Nah pas saya sering upload foto yang penuh manusia berjilbab, eh yang follow macem xxxhijab, yyyhijab, zzzhijab syar'i, dan sejenisnya. Sekalinya saya follow desain undangan kawinan, eh yang follow berbagai macam lapak undangan dan souvenir nikahan. Giliran saya upload jajanan yang mengandung greentea, eh yang follow lapak yang jualan green tea. Mendadak beken, endorse dong!!!!

 gara-gara sering upload sama bebi unyuk satu ini nih, jadi difollow lapak perlengkapan bayi

Karena saya bukan penganut 'follow me, I will follow you back', jadilah saya biarin mereka di list follower saya tanpa saya follow back. Tapi saya fair kok, kalau ada yang follow ya saya cek out their page. Kalau cocok dan isinya menarik, serta mendatangkan informasi, ya saya dengan senang hati follow. Tapi kalau nggak cucok ya nggak saya follow back. Ngapain spamming kan, jadi ketinggalan update temen-temen deket deh gara-gara banyak akun jualan di timeline yang mendominasi.



Saya pun nggak sembarangan follow orang, karena pasti saya cek duluan isinya apa, ada manfaatnya nggak, spamming nggak, dan yang pasti saya inget kalau saya yang follow duluan. Beberapa waktu yang lalu tiba-tiba ada akun jualan barang-barang bayi dan saya merasa aneh karena saya nggak pernah follow. Saya cek akunnya, eh ternyata dia nggak follow siapapun tapi followernya jutaan. Konyol nih, langsung aja unfollow. Kenapa? Karena pertama, kawin aja belom, nggak bakal deh nyari barang bayi saat ini. Kedua, itu spam tiba-tiba 'hack' akun saya, nggak suka lah saya. Itu mungkin semacem yang jualan akun aktif itu. Usaha mah gapapa, tapi ya jangan bikin jengkel orang lah ya.

Hal ini belaku juga lho buat temen sendiri. Ada temen yang nggak tau diri, sekali upload fotonya dia sendiri ehhhhh sepuluh foto sama baju, rambut, pose, cuman beda sudut senyumnya aja. Kalau nggak gitu dia selalu posting foto, biasa sih fotonya, tapi captionnya duh gustiiii alay. Sebel nggak tuh kalo follow yang begituan. Kecuali.... kalau emang yang di upload itu foto semacem portofolio. Itu saya suka, bisa jadi inspirasi dan penyebar keindahan kan. 

Ngomong-ngomong soal alay, saya juga pernah alay sih, tapi diusia saya dulu pas remaja. Jadi kalau ada postingan alay dan itu masih dibawah 18 tahun, menurut saya wajar. Tiap orang harus melewati fase alay untuk menjadi dewasa, kayak katanya Raditya Dika lah ya. Tapi kalau alay diusia 25 taunan apalagi kalo udah punya anak, itu kok gemes ya rasanya. Mungkin masa alay-nya belom kelar, mungkin lho yaaa!!!



abis bersih-bersih akun yang saya anggap 'spam' di semua akun media sosial, meskipun itu akun temen sendiri hahaha

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...