Skip to main content

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...

[How we met] Me and Shoffi

Ketemunya tahun 2009 pas ospek dan mau berangkat bakti sosial ke somewhere (lupa kemana). Tadinya, ngeliat ini anak pertama kali, dari jauh, dia cuma bawa tas selempang kecil lebih mirip sling bag buat kondangan. Mulai lah aku mikir 'ini anak gila apa ya, mau bakti sosial ke daerah dingin eh dia malah nggak bawa selimut. Masa iya dia juga bawa baju tuh. Kayaknya sih nggak'. Agak sinis gitu deh, sampai akhirnya dia mendatangi kita dan mengenalkan dirii, kebetulan teman yang ditunggunya itu kenal sama aku.

'Halo, Shoffi'
'Hai, Prisca. Tas kamu mana?'
'Ini', sambil menunjukkan mini sling bag nya
'Hah? Cuman bawa tas sekecil itu? Kamu nggak bawa baju, selimut?'
'Selimutnya nebeng hehe, baju bawa satu, yang penting bawa sikat gigi aja'

kita pernah sekecil ini. lebih tepatnya aku sihhh, pernah sekurus ini

kita pernah alai (pada masanya). maluuuu

Wow. Sedangkan aku bawa tas gede persis kayak orang mudik semingguan. Tapi emang dasarnya Shoffi, dia kemana-mana emang nggak suka bawa tas gede. Kalopun bawaannya banyak, pasti dia perkosa tasnya biar muat banyak barang. Dan ternyata emang iya, aku rempong gara-gara banyak barang, eh dia baksos 3 hari cuman ganti sekali, dalemannya sih ganti. Yang penting sikat gigi, sabun sampo dia minta bahkan mending ga mandi gara-gara emang fasilitas mandinya terbatas. Trus selimut? NEBENG sodara sodara. Yaelah bisa bener nih anak. Tasnya emang gendut dan muat semua barangnya dia. Ajaib. 

ini mau jalan-jalan gara-gara nggak ada dosen. duh kangen masa kuliah

 testing smartphone pertamanya Fachrul. foto pertamanya foto kita berdua

Waktu berjalan, aku dan dia jadi semakin dekat. Semakin merasa makin lama kita makin mirip. Mirip bukan mukanya lho, mirip sifatnya, cara mikirnya, cuman beda sifatnya aja. Aku nggak peka banget, sedangkan dia peka banget. Yaaaaaa sampe akhirnya dia yang pelototin aku pas seminar proposal skripsi gara-gara aku nggak peka kalo dosennya mulai tegangan tinggi.

ini nunggu jam kuliah pemrograman web sore hari sembari berharap dosennya nggak masuk 

Kita kebetulan sihhh, kebetulan banget kita itu telat lulusnya 😁 . Alesanku sih karena emang ada beberapa kuliah yang harus diulang sembari nunggu data, kalo dia karena double degree. Jadinya kita seminar proposal semester 7, lulusnya duluan aku sih meskipun molor hahaha

ini kayaknya sih pas bikin proposal deh

Karena kita sama-sama molornya, akhirnya kita berdua merasa agak secure gara-gara ada temennya molor. Biar nggak parah-parah dimarahin nyak babe,

'kamu nggak lulus-lulus sih?'
'Shoffi aja belom lulus ma, banyak yg molor kok'

disisi lain...

'nduk, kok belum selese? susah ta kuliahnya?'
'enggeh buk, susah. Prisca ya belum lulus kok'


Nah... win win solution kan? 😏

Meskipun aku yang duluan lulus, tapi yang duluan nikah dia. Malah nikahnya sebelum lulus dengan harapan dosennya bakal kasian karena harus lulus cepet sebelum lairan hahaha

cantik kan? sayangnya aku nggak bisa dateng pas hari H, kebentur ujian. dan aku dateng besoknya

Karena kita kemana-mana bareng, akhirnya orang kalo liat cuman satu dari kita, pasti langsung nyariin yang lainnya deh. Selera baju aja samaan, style juga sama, selera akan sesuatu juga sama (kecuali dia yang suka blingbling), hampir kembar deh pokoknya. Si mas juga bilang kalo kita miripan. Kita berdua sering pake baju kembaran tanpa sengaja. Jadi repot, pas kapan hari mau pake pink ke kampus harus mikir dulu dia pake itu apa nggak. Pikir lama banget dengan perkiraan dia ga bakal pake itu, ehhhhhhh lakok malah samaan. Yawes lah emang warna baju kita juga banyak kembar kok meskipun nggak beli bareng. Saking malesnya kalo bajunya samaan, akhirnya sms duluan kalo mau kuliah 'Aku pengen pake baju ini warna ini, kamu jangan pake yang sama ya' 😁

aku kebetulan wisuda duluan daripada dua cewek ini


Nah pernah suatu ketika kita mulai sibuk skripsi, aku minta temenin dia ngambil data di pabrik gula. Dia oke in aja, dan pas dia penelitian dan praktek ngajar sekaligus ambil data di sekolah, aku juga ikutan bantuin dia. Seneng banget, soalnya dapet kesempatan gratis ngajar anak SMP yang lucu bener. Plus ada satu yang gantenggggg banget hihihi. Can be read here

Pas dia hamil kan nggak doyan makan ya, eh pas aku ajak makan, nyobain makan nasi, kok ya pas mau dan abis banyak banget. Saking deketnya, sampe pas dia hamil aku bisa mimpi muka anaknya. Itu pas lahir kan pembuktian ya, eh mirip banget persis di mimpi. Mana anaknya emeshh banget deh. Dia ini agak nganggep aku kayak dukun sih, jadinya pas hamil anak pertama dia nanya menurutku anaknya bakal cewek apa cowok. Spontan aja jawabnya 'cewek'. Dia nanya kenapa, ya aku jawab aja 'kamu ga percaya sama dukun?'

 meet up pertama setelah dia berbadan dua

beberapa bulan kemudian dia wisuda dengan kondisi hamil

ketemuan kemaren tanpa direncanakan sampe warna baju aja samaan lagi kan

nah kan mungkin si bayi merasa senyumku rada aneh apa gimana ya, cara liatnya si bayi sebegitu banget 

dan si bayi udah mulai ngenalin aku, kemaren aku kasih tanganku eh dia langsung minta gendong

Karena udah terbilang lama temenannya, kita semacem saling melengkapi ya. Dia tau apa yang aku pikirin dan aku tau gimana cara mikirnya dia. Sampe semacem kita berdua bisa jadi lisensi ke orangtua kita masing-masing. Lisensi ijin untuk melakukan sesuatu.


Sampe kata aba-nya dia, beliau seneng banget liat anaknya punya temen deket (kita berempat kok sebenernya), karena katanya anaknya itu nggak pernah punya temen sedeket itu gara-gara masa persahabatan dia sama teman sekolah sebelum kuliah itu penuh drama dan putus gara-gara laki-laki. Drama banget kan.

Yawes, harapanku sih kita bakal terus bareng-bareng as a best friend, she is one of my best friend and hopefully our business (now and in future) will goes smooth😊😊

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Gampangnya Apply e-visa Rusia

Red square Jadi, WNI diberi kemudahan untuk ke Rusia. Cukup dengan apply e-visa yang bisa didapatkan dalam hitungan hari saja. Meskipun sudah sering apply e-visa, tapi e-visa Rusia ini agak unik formulirnya. Jadi sebelum apply, gw baca gimana caranya di sini yang amat sangat runtut dan mudah dipahami. Sebelum isi formulir online, ada baiknya siapkan foto 3.5 x 4.5 dengan background putih dulu. Setelah itu jangan lupa untuk beli asuransi. Karena agak kepikiran, gw putuskan untuk beli asuransi dari perusahan yang ada di sana. Asuransi yang gw beli dari sini . Tadinya setelah beli kok nggak ada info apapun, bahkan bukti bayar pun nggak ada. Tapi petugasnya cukup tangkas setelah gw email, gw langsung dapat asuransinya. Nomer asuransi diperlukan untuk mengisi formulir, jadi harus beli asuransi sebelum apply visa.  Nah, bagi gw, ini formulir baru kali ini dapat pertanyaan yang unik-unik semacam apakah pernah pelatihan militer, wajib militer, pernah pegang / punya senjata, bahkan sampai ...

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...

Pakai Debit Jenius di Luar Negeri

Amsterdam Central Station  Ini pertama kalinya pakai debit Jenius di luar negeri. Pemakaian ini menggunakan sumber dana EUR yang ada di aplikasi. Jadi uang yang keluar adalah uang EUR, bukan IDR.  Untuk buka rekening valas di Jenius, tinggal ditambahkan saja bagian buka akun valas lalu pilih kurs yang diinginkan. Di kasus ini gw punya rekening EUR di Jenius yang ditujukan untuk transaksi di Eropa.  Karena kemarin lagi di Belanda, akhirnya pengen coba pakai debit card Jenius karena EDC di Belanda belum tentu bisa untuk kartu kredit saja. Sebelum digunakan tentunya jangan lupa untuk menyambungkan kartu debit ke rekening mata uang asingnya biar sumber pengeluaran juga langsung dari tabungan valas itu. Tinggal klik klik aja kok. Tibalah saatnya menggunakan mata uang EUR yang sudah kubeli dari Jenius. Waktu itu gw pakainya di Schipol, di dua toko berbeda, dan keduanya nggak bisa tap langsung. Jadi harus insert kartu, tentu bukan masalah.  Karena terbiasa dengan transaksi...