Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit. Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya. Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego. Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...
Ketemunya tahun 2009 pas ospek dan mau berangkat bakti sosial ke somewhere (lupa kemana). Tadinya, ngeliat ini anak pertama kali, dari jauh, dia cuma bawa tas selempang kecil lebih mirip sling bag buat kondangan. Mulai lah aku mikir 'ini anak gila apa ya, mau bakti sosial ke daerah dingin eh dia malah nggak bawa selimut. Masa iya dia juga bawa baju tuh. Kayaknya sih nggak'. Agak sinis gitu deh, sampai akhirnya dia mendatangi kita dan mengenalkan dirii, kebetulan teman yang ditunggunya itu kenal sama aku. 'Halo, Shoffi' 'Hai, Prisca. Tas kamu mana?' 'Ini', sambil menunjukkan mini sling bag nya 'Hah? Cuman bawa tas sekecil itu? Kamu nggak bawa baju, selimut?' 'Selimutnya nebeng hehe, baju bawa satu, yang penting bawa sikat gigi aja' kita pernah sekecil ini. lebih tepatnya aku sihhh, pernah sekurus ini kita pernah alai (pada masanya). maluuuu Wow. Sedangkan aku bawa tas gede persis kayak orang mudik semingguan. Tapi eman...