Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit. Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya. Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego. Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...
Beberapa bulan yang lalu ketika si mas ke Bromo, dengan waktu yang mepet banget, akhirnya kita niat jelajah singkat jejak sejarah di Kota Malang. Biasa lah ya, dia selalu bawa buku panduan. Selain nerd, dia juga nggak mau oon ketika dia berada di suatu tempat baru. Dia terlalu nggak percaya sama kemampuan sejarahku akan kota Malang, karena pasti kalo nanya sejarahnya yang aku tahu paling juga nggak jauh-jauh dari lapak baju buku murah. Sejarahnya, tanyain mbah mbah jaman dulu dah. kantor balaikota Malang Perjalanan kita mulai dari hotel Tugu. Kita mulai dari naik becak. Tadinya saya kira aja sampai seratus ribu ya nganter ke daerah pasar besar (alun-alun kotak), eh ternyata cuman 30ribu. Terheran-heran juga kok, ini muka bule nggak dimahalin?? Derita punya partner bule, harga dibedain. dari sampul sih nggak beda banyak, tapi begitu buka dalemnya...hmm kalah deh cetakan Indonesia sama cetakan luar negeri buku ini bagus kok, ada peta-peta jelajahnya juga Malang saat...