Skip to main content

Boxing!

bisa wrap sendiri setelah 2 bulan Akhirnya gw nggak cuma mendambakan, "Ahh pengen boxing deh" tapi beneran bayar buat boxing. Udah beberapa bulan ngintip instagram tempat boxing deket rumah gw, udah berbulan-bulan disuruh H buat berangkat, akhirnya gw mantapkan hati "Yaudah lah cobain dulu sekali" yang ternyata gratis trial ya. Karena baru pertama kali, ya gw mau coba yang basic aja.  Setelah satu jam, penuh keringat, gw langsung aja "Mas, bayar dong bulanan".  Gw bener-bener orang yang nggak bisa olahraga sendirian. Karena kalo sendirian, gw pasti boongin diri gw sendiri "Ah kan ga ada yang liat, udah ah nggak kuat" konyol. Tapi kalau ada minimal, pelatihnya, kita udah engap pasti mereka teriak-teriak "10 MORE SECONDS! AYO AYO BISA!!!" Kek malu lah kalau nggak lanjut, yekan? Plank dari cuma bisa 10 detik, jadibisa 20 detik, 30 detik, jadi 40 detik, gara-gara "AYO KAK BISAAAAAA!!!" Antara sebel, kesel, tapi ya seneng 😆 Jadi m

Banting Setirnya Perhotelan

Artotel Beach Club yang nggak pernah sepi

Pandemi udah lebih dari setahun dan masih aja nggak tau ini kita kapan bakalan usai. Gw tinggal di Bali dan gw tau gimana setahun setengah ini geliat pariwisata yang hidup segan matipun tak mau. Lingkungan gw lebih ke arah Sanur jadi gw tau gimana ngeliat sepinya Sanur di awal pandemi hingga sedikit ramainya Sanur saat ini. 

3 bulan awal pandemi, hampir semua tutup. Sepi mamring kalo kata orang Jawa. Jalan kaki aja cuma mentok bertiga. Bahkan ada yang berendam di pantai pun masih pakai masker. Sepi banget. BANGET. Jadi kalau gw keluar rumah buat jalan-jalan pasti ke Sanur karena sepi dan ngerasa aman aja sih. Nggak bergerombol. 

Memasuki masa 3-6 bulan pandemi, hotel-hotel mulai membuka sistem sewa jangka panjang. Harganya? Tutup mata deh, saking hancurnya. Hotel yang biasanya seminggu 7 juta, ini bisa sebulan 7 juta. Ada juga yang sewanya 3juta/bulan dan bener-bener di hotel bintang 4. Sewa dibikin mingguan dan bulanan. Saat itu masih banyak ditempati para WNA yang nggak sempet pulang karena tetiba penerbangan ditutup semua. Jadi hotel-hotel tersebut masih bisa bernafas. Setidaknya bisa menutup pengeluaran yang pasti harus dibayar.

Lalu, banyak dari mereka yang pulang kampung dan hotel jadi agak sepi lagi. Gimana caranya bertahan? Dibukalah sewa kolam renang mulai dari harga 20 ribu - 150 ribu. Mulai dari fasilitas berenang saja, hingga ada yang mendapatkan handuk, kopi dan makan siang lengkap. 

20 ribu aja

Di sini paket berenang 85 ribu dapat makan, minum dan handuk

Hotel-hotel bintang 3-5 yang bukan merupakan homestay milik orang Bali sendiri satu persatu mulai berguguran. Memang ada yang tutup mulai awal, ada yang tutup mulai pertengahan dan satu persatu bangkrut. Bangkrut dalam artian bener-bener nggak ada yang merawat sama sekali, rusak sana sini. Kalau yang homestay milik pribadi biasanya banyak yang masih bertahan karena ya itu juga rumah yang punya. Crazy rich lah intinya mereka ini. Meski nggak ada yang mampir atau beli, mereka tetap buka.

Restoran yang tadinya jual harga mahal, sekarang terpaksa nurunin harga bahkan paket makanan mereka. Dulunya yang standar per menu 50 an, sekarang bikin rice box harga 10-15 ribuan. Ada yang bener-bener enak banget. 

ricebox 10 ribuan, ayam sambel matah

Gimana kondisi Sanur saat ini? Rame lho. Dalam artian banyak hal baru yang berkembang dari tutupnya usaha mereka sebelumnya. Rame pengunjung. Banyak yang jualan baju secondhand (my luv). Gw bisa bilang harga-harga yang mereka tawarkan ini sangat terjangkau. Bisa dibilang normal malah. Jadi mungkin dulu nggak bisa beli sesuatu di tempat wisata karena "mahal" atau harga turis, sekarang, bisalaaahhh. 

Tetep jaga kesehatan ya guys. Semoga kenistaan ini segera usai 💚

Comments

  1. dibelitung juga mbak, hotel pada sesak nafas. dihantam pandemi ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sesek banget ini yang pariwisata. di Bali krasa banget karena yg dijual cuma itu hehehee tapi kreatif juga sih mereka buka sistem sewa pool gini. meskipun ga nginep tapi mereka keluar duit sewa plus beli makan lah minimal. ada yang muter duitnya.

      Delete
  2. Sedih sekali ya Bali ..
    Mudah² segera bergeliat kembali.
    Di Bali itu every day is holiday.
    Sudah lama sy gak ke Bali, mudah²an bisa ke sana lagi kalau sudah kondusif dan sudah tak ada lagi aturan ini itu yang merepotkan dan menambah biaya.

    Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aakk bener banget. kondisi saat ini di Bali sih, kalau secara keseluruhan kurang tahu ya. tapi kalau daerah dps ke sanur sih orang2nya kebetulaan taat pake masker. ga ada bule yang gila juga hehehe

      semoga segera usai ya. aturan ina inu memang menambah biaya perjalanan banget :(

      Delete
    2. Amin, semoga lekas selesai

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Menjadi dotcom

Few days ago, I wrote what I want to do on early 2017. And one thing has been done today. What is that? Tarararaaaaaaa.... silverestrella.com As I promised myself, now this blog has been upgraded to dotcom. I found a domain hosting through Mas Adhi . He wrote that when I was looking for hosting for my blog. So thank you so much, you came on right time hahaha Dibilang alay ya udahlah nggak apa-apa, yang jelas seneng akhirnya bisa upgrade jadi dotcom yeyeyeyeee