Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Thrifting Yuk!

Sanur

Pernah nggak beli baju bekas? Yaa bahasa kerennya, pernah ga beli barang preloved di thrift shop?

Pertama kali gw beli baju bekas itu waktu gw pindah ke Bali. Tadinya gw kira baju bekas itu cuma yang modelan bentuk seadanya beli 20 ribu dapet 3, dengan kualitas yang yaaa gitu deh. Ternyata setelah gw beli di salah satu toko baju bekas di Sanur, eh barangnya bagus-bagus banget dan harganya murah banget. Kalau beruntung malah bisa dapet baju bermerek bagus nggak lebih dari 50 rb aja.

Toko ini namanya Smile di Sanur. Hasil penjualan barang-barang bekas dari donasi ini akan digunakan untuk operasi bibir sumbing. Apakah tidak seperti menyuapi egoku? "Beli baju yuk, buat donasi!"

Lama-lama makin banyak aja toko serupa. Maksudnya, lama-lama gw nemu toko serupa. Meskipun tidak dengan motif menyumbangkan hasil penjualan. Di Sanur tiap weekend, ada "pasar" dadakan di beberapa titik yang menjual barang preloved. Harganya bervariasi mulai dari 10 ribuan sampai 100 ribuan. 

prisca1
Kaos seharga 10 ribu dan rok seharga 25 ribu aja, di Smile shop.

Sukanya gw beli barang bekas itu sesederhana memperpanjang usia barang aja sih, selain murah. Gw punya baju yang umurnya 10 tahun. Saking sukanya dan masih bagus juga, dari baju lengan panjang sekarang udah lengan pendek aja. Kebiasaan gw jemur baju nggak di bawah sinar matahari langsung juga bisa jadi salah satu alasan kenapa baju gw awet sampai di atas 5 tahun umurnya. Kalaupun ada yg rusak sebelum 5 tahun biasanya karena bahannya yang nggak gitu bagus atau yaa teledor aja ngangkang trus sobek, atau kecantol paku-pakuan.

prisca2prisca3
Beli dress ini semester 3 jaman kuliah, 11 tahun lalu 😂 sekarang udah tanpa lengan tinggal padu padan luaran.

Apakah gw nggak beli lagi dari toko-toko fast fashion? Ya masih. Ada barang yang emang gw butuh banget tapi nggak bisa nemu di toko bekas. Hal yang gw nikmati banget dari kegiatan thrifting ini koleksinya yang cenderung "baru" dan unik. Jadi terkesan koleksinya rare, padahal ya karena datengnya aja nggak barengan dan nggak seragam. Lagi-lagi itu soal menyuapi ego gw sebagai wanita 😂

Tapi beneran sih, barang-barang yang gw beli di toko bekas gini kualitasnya nggak ada yang nggak bagus. Ya karena gw beli juga milih lah. Apakah ada yang kualitasnya nggak bagus? Ya ada dong jelas. Emang harus teliti banget liat jahitan sana-sini, ada lubang nggak, dll. 

Jadi alasan personal gw kenapa gw suka berburu barang-barang bekas ya karena keunikan barangnya, selain karena untuk memperpanjang usia barang. Nggak jarang gw nemuin barang yang gw pengen punya tapi udah berhenti produksi tahun 80an (ya gw belum lair juga LOL). 

Kalo kalian gimana, suka nggak belanja barang-barang bekas? 😋

Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Gampangnya Apply e-visa Rusia

Red square Jadi, WNI diberi kemudahan untuk ke Rusia. Cukup dengan apply e-visa yang bisa didapatkan dalam hitungan hari saja. Meskipun sudah sering apply e-visa, tapi e-visa Rusia ini agak unik formulirnya. Jadi sebelum apply, gw baca gimana caranya di sini yang amat sangat runtut dan mudah dipahami. Sebelum isi formulir online, ada baiknya siapkan foto 3.5 x 4.5 dengan background putih dulu. Setelah itu jangan lupa untuk beli asuransi. Karena agak kepikiran, gw putuskan untuk beli asuransi dari perusahan yang ada di sana. Asuransi yang gw beli dari sini . Tadinya setelah beli kok nggak ada info apapun, bahkan bukti bayar pun nggak ada. Tapi petugasnya cukup tangkas setelah gw email, gw langsung dapat asuransinya. Nomer asuransi diperlukan untuk mengisi formulir, jadi harus beli asuransi sebelum apply visa.  Nah, bagi gw, ini formulir baru kali ini dapat pertanyaan yang unik-unik semacam apakah pernah pelatihan militer, wajib militer, pernah pegang / punya senjata, bahkan sampai ...

Setelah Schengen Visa Ditolak Jerman

Bentheim Gw tau Jerman tuh emang meticulous banget, tapi gw nggak sangka bakal se- meticulous itu. Kira-kira bulan Maret gw apply Schengen via Jerman. Kenapa via Jerman? Karena Belanda nggak ada slot heheheee. Rencana perginya bulan April kalau nggak salah waktu itu. Karena suami ada libur tapi cuma pendek banget, dan dia pengen banget pulang ke sana, yaudah lah coba aja. Dapet antrian, mana bayarnya 700ribu pula 😅 lalu pergilah gw submit semua dokumen gw.  Gw bukan yang pertama kali mengajukan Schengen, jadi gw udah "tau" harus submit apa aja. Karena sebagai orang yang menikah dengan warga EU, kami berhak untuk tidak menunjukkan buku tabungan (yg penting tabungan pasangan yang EU yg ditampilkan), dll. Dengan ina inu, eh ternyata diminta surat kerja lah, kalau freelancer harus kasih tau bukti kerjaan juga. Gw rasa ribet ya karena nggak formal kerjanya, jadi ya udah gw tulis ibu rumah tangga. Itu juga masih harus bikin surat pernyataan siapa yg membiayai biaya hidup gw kala...