Skip to main content

Taking a Train from Moscow City to Yaroslavky

walking to the wagon We chose deliberately in the winter to travel from Moscow to Yaroslavsky. In my defense, we kinda had to use the holiday a little bit. If we're waiting for the good weather, it probably not gonna happen for 3 months and then nothing again. So this trip was taken on February 2026. So we've decided to take a few days off going from Moscow to half of the golden ring. The name ring, means literally ring. Refers to a few cities that used to be very important in the past. Starting from Moscow city (where which we're coming from, technically). I have to mention the cities here anyway; Sergiyev Posad, Pereslavl Zalessky, Rostov Veliky, Yaroslavl, Kostroma, Ivanovo, Vladimir, and Suzdal. there will be info about the train  We took the train trip from Moscow. I would say it's the "normal type" of train. So we sat next to each other. Two seaters next to each other. I think my husband took the non-economy one. He booked the train from the app, tutu. T...

Thrifting Yuk!

Sanur

Pernah nggak beli baju bekas? Yaa bahasa kerennya, pernah ga beli barang preloved di thrift shop?

Pertama kali gw beli baju bekas itu waktu gw pindah ke Bali. Tadinya gw kira baju bekas itu cuma yang modelan bentuk seadanya beli 20 ribu dapet 3, dengan kualitas yang yaaa gitu deh. Ternyata setelah gw beli di salah satu toko baju bekas di Sanur, eh barangnya bagus-bagus banget dan harganya murah banget. Kalau beruntung malah bisa dapet baju bermerek bagus nggak lebih dari 50 rb aja.

Toko ini namanya Smile di Sanur. Hasil penjualan barang-barang bekas dari donasi ini akan digunakan untuk operasi bibir sumbing. Apakah tidak seperti menyuapi egoku? "Beli baju yuk, buat donasi!"

Lama-lama makin banyak aja toko serupa. Maksudnya, lama-lama gw nemu toko serupa. Meskipun tidak dengan motif menyumbangkan hasil penjualan. Di Sanur tiap weekend, ada "pasar" dadakan di beberapa titik yang menjual barang preloved. Harganya bervariasi mulai dari 10 ribuan sampai 100 ribuan. 

prisca1
Kaos seharga 10 ribu dan rok seharga 25 ribu aja, di Smile shop.

Sukanya gw beli barang bekas itu sesederhana memperpanjang usia barang aja sih, selain murah. Gw punya baju yang umurnya 10 tahun. Saking sukanya dan masih bagus juga, dari baju lengan panjang sekarang udah lengan pendek aja. Kebiasaan gw jemur baju nggak di bawah sinar matahari langsung juga bisa jadi salah satu alasan kenapa baju gw awet sampai di atas 5 tahun umurnya. Kalaupun ada yg rusak sebelum 5 tahun biasanya karena bahannya yang nggak gitu bagus atau yaa teledor aja ngangkang trus sobek, atau kecantol paku-pakuan.

prisca2prisca3
Beli dress ini semester 3 jaman kuliah, 11 tahun lalu 😂 sekarang udah tanpa lengan tinggal padu padan luaran.

Apakah gw nggak beli lagi dari toko-toko fast fashion? Ya masih. Ada barang yang emang gw butuh banget tapi nggak bisa nemu di toko bekas. Hal yang gw nikmati banget dari kegiatan thrifting ini koleksinya yang cenderung "baru" dan unik. Jadi terkesan koleksinya rare, padahal ya karena datengnya aja nggak barengan dan nggak seragam. Lagi-lagi itu soal menyuapi ego gw sebagai wanita 😂

Tapi beneran sih, barang-barang yang gw beli di toko bekas gini kualitasnya nggak ada yang nggak bagus. Ya karena gw beli juga milih lah. Apakah ada yang kualitasnya nggak bagus? Ya ada dong jelas. Emang harus teliti banget liat jahitan sana-sini, ada lubang nggak, dll. 

Jadi alasan personal gw kenapa gw suka berburu barang-barang bekas ya karena keunikan barangnya, selain karena untuk memperpanjang usia barang. Nggak jarang gw nemuin barang yang gw pengen punya tapi udah berhenti produksi tahun 80an (ya gw belum lair juga LOL). 

Kalo kalian gimana, suka nggak belanja barang-barang bekas? 😋

Comments

Popular posts from this blog

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Happiness is ...

Few days ago I met new friends. They are friends of my friend. I helped them for their competition. It's good to know them since the way they think about something is unique and quite close to mine. Until one of them ask me : 'What is happiness for you?' I told them that for me happiness is when I stop compare myself with others and not being compared with anybody else (well, you can compare me with others but don't tell me if you do haha!). I used to compare myself with people. For following their success path might be ok, but for having the same life as theirs who seen successful and happy, I don't think so. So I stop to compare myself with others and it make me feel enough. I feel more relax, since I don't have to pretend or to be somebody else. I feel more 'me' because I only think about me and free to do what I want to do (or to think what I want to think). But one of them said 'For me happiness is when you can breathe, eat, sleep, and p...

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...