Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Taman Kucing

Temennya kucing gendut

Sebenernya bukan taman kucing tapi banyak banget kucing di taman itu. Lucunya, ada yang kasih makan. Taman ini letaknya di samping Rove City Center. Tamannya nggak gede banget tapi cukup asri. Lengkap dengan jogging track sepanjang 400 m. Yang bikin unik adalah kucing-kucing di sini makin tambah banyak jumlahnya. Btw nama tamannya Port Saeed Plaza.

bagus kan?



Bapak yang kasih makan lainnya

kalau belum musim panas gini, taman jadi tempat terasyik buat kongkow

Kami biasanya tiap sore ke taman, H jogging, gw jalan kaki beberapa putaran atau sampai H selesai jogging. Dulu kucingnya satu dua, sekarang tiap sudut ada. Dan tiap sore (karena ga pernah ke taman pagi) ada dua orang yang bagian kasih makan. Mungkin satunya dibayar, mungkin satunya ya emang suka kasih makan kucing aja. 


kucing gendut favoritku

Mereka berdua keliling taman untuk mengisi pot-pot makan dan minum mereka. Oh Royal Canin dong makanannya. Ada satu mamak kucing warna putih beranak 5. Dalam waktu 2 minggu kok anak kucing ini cepet banget ya gedenya?

Biasanya kalau siang-siang lagi panas, mereka masuk di bawah rerimbunan. Sorean dikit mereka udah mulai nongol lari-lari, kejar-kejaran, jadi model pemotretan, sembari nungguin makanan datang. Enak banget ya hidupnya kucing-kucing ini. Kalo ada reinkarnasi lah gw jadi kucing aja kali ya. Kerjaan cuma makan tidur males-malesan tapi hidup enak. 

salah satu yang kasih makan

Musim semi lho, bunga-bunganya mekar banget

Kucing favorit gw di sana ada satu warna putih, gendut banget dan keliatan masa bodo banget sama kucing-kucing lainnya. 

Kalian mau nggak reinkarnasi jadi kucing? 😺

Comments

  1. ya Alloh kucingnya bersih bersih banget ya meski liar, ada pula babonnya kucing weekekke endut jadi pengen elus elus....

    ini di dubaikah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya termasuk bersih2 ini, makanannya mewah banget. Di Dubai ini di pusat kota. Mana kucingnya lebih banyak dari tahun lalu juga. Makin gemes.

      Delete
  2. Ternyata kucing luar negri sama aja sama kucing kampung dr segi tampilannya,, saya kira bakal bule2 juga gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah saya kira juga gitu dulu mikirnya kalo ke luar negeri kucingnya minimal tampilannya persia lah. ternyataa ehhh sama juga kalo kucing kampung hahaha

      Delete
  3. Kucing nya kaya kucing Indonesia ya rupa² nya.

    Btw, itu kucing sebanyak itu, dan itu taman sehijau itu. Sy punya pertanyaan, bagaimana soal 'ranjau', tai kucing tahu sendiri punya aroma yang aduhai merusak hidung. Dengan kucing sebanyak itu, bagaimana mengelola tai kucingnya? Apalagi di sana lapangan hijau dipakai buat kongkow, duduk², apa gak ada yg kena ranjau tai ucing kah? Atau kucing² di sana cerdas²? Itu si yang q kepo hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kucing kampung ternyata sama aja bentukannya di mana-mana hahaha!

      kalo kucing pup sih pinter mereka karena pasti ngeruk tanah. abis selesai pasti ditutupin lagi. lain lagi sama anjing. anjing ga sepinter itu. Jadi di taman itu nggak bau eek kucing sih. tapi banyak beberapa spot bekas eek burung yang udah setengah kering wkwkwk jadi perlu hati-hati kalau mau duduk di kursi haha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter