Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Taman Kucing

Temennya kucing gendut

Sebenernya bukan taman kucing tapi banyak banget kucing di taman itu. Lucunya, ada yang kasih makan. Taman ini letaknya di samping Rove City Center. Tamannya nggak gede banget tapi cukup asri. Lengkap dengan jogging track sepanjang 400 m. Yang bikin unik adalah kucing-kucing di sini makin tambah banyak jumlahnya. Btw nama tamannya Port Saeed Plaza.

bagus kan?



Bapak yang kasih makan lainnya

kalau belum musim panas gini, taman jadi tempat terasyik buat kongkow

Kami biasanya tiap sore ke taman, H jogging, gw jalan kaki beberapa putaran atau sampai H selesai jogging. Dulu kucingnya satu dua, sekarang tiap sudut ada. Dan tiap sore (karena ga pernah ke taman pagi) ada dua orang yang bagian kasih makan. Mungkin satunya dibayar, mungkin satunya ya emang suka kasih makan kucing aja. 


kucing gendut favoritku

Mereka berdua keliling taman untuk mengisi pot-pot makan dan minum mereka. Oh Royal Canin dong makanannya. Ada satu mamak kucing warna putih beranak 5. Dalam waktu 2 minggu kok anak kucing ini cepet banget ya gedenya?

Biasanya kalau siang-siang lagi panas, mereka masuk di bawah rerimbunan. Sorean dikit mereka udah mulai nongol lari-lari, kejar-kejaran, jadi model pemotretan, sembari nungguin makanan datang. Enak banget ya hidupnya kucing-kucing ini. Kalo ada reinkarnasi lah gw jadi kucing aja kali ya. Kerjaan cuma makan tidur males-malesan tapi hidup enak. 

salah satu yang kasih makan

Musim semi lho, bunga-bunganya mekar banget

Kucing favorit gw di sana ada satu warna putih, gendut banget dan keliatan masa bodo banget sama kucing-kucing lainnya. 

Kalian mau nggak reinkarnasi jadi kucing? 😺

Comments

  1. ya Alloh kucingnya bersih bersih banget ya meski liar, ada pula babonnya kucing weekekke endut jadi pengen elus elus....

    ini di dubaikah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya termasuk bersih2 ini, makanannya mewah banget. Di Dubai ini di pusat kota. Mana kucingnya lebih banyak dari tahun lalu juga. Makin gemes.

      Delete
  2. Ternyata kucing luar negri sama aja sama kucing kampung dr segi tampilannya,, saya kira bakal bule2 juga gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah saya kira juga gitu dulu mikirnya kalo ke luar negeri kucingnya minimal tampilannya persia lah. ternyataa ehhh sama juga kalo kucing kampung hahaha

      Delete
  3. Kucing nya kaya kucing Indonesia ya rupa² nya.

    Btw, itu kucing sebanyak itu, dan itu taman sehijau itu. Sy punya pertanyaan, bagaimana soal 'ranjau', tai kucing tahu sendiri punya aroma yang aduhai merusak hidung. Dengan kucing sebanyak itu, bagaimana mengelola tai kucingnya? Apalagi di sana lapangan hijau dipakai buat kongkow, duduk², apa gak ada yg kena ranjau tai ucing kah? Atau kucing² di sana cerdas²? Itu si yang q kepo hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kucing kampung ternyata sama aja bentukannya di mana-mana hahaha!

      kalo kucing pup sih pinter mereka karena pasti ngeruk tanah. abis selesai pasti ditutupin lagi. lain lagi sama anjing. anjing ga sepinter itu. Jadi di taman itu nggak bau eek kucing sih. tapi banyak beberapa spot bekas eek burung yang udah setengah kering wkwkwk jadi perlu hati-hati kalau mau duduk di kursi haha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men