Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Netflix Series to Watch; The Serpent

Kali ini gw masih kasi tau series yang agak psikopat. Ya nggak agak sih, emang psikopat beneran. Kemarenan kami nonton The Serpent di netflix. Serpent ini kisahnya adalah kisah seorang psikopat dari Prancis yang membunuh backpacker untuk mengambil uangnya. Oh ya, ini kejadian tahun 70an ya. Bisa dibayangin nggak jaman segitu, backpacking keliling dunia, bawa duit satu tas. Satu tas karena ATM masih belum menjadi hal yang umum. Bisa sih nggak bawa duit tapi pake travel cek gitu. 

Btw ini diambil dari kisah nyata ya.

Gw nanya ke H, orang jaman dulu udah kaya banget ya, bisa backpack keliling dunia padahal pesawat aja masih mahal banget kan jaman dulu? Eh ternyata bisa dong jalur darat. Ada rute bis dari Eropa sampe India sampe Thailand. Gila kan! Kebayang nggak road trip jaman segitu, di jalan berminggu-minggu, tapi bisa stop di satu tempat berhari-hari juga. Keren sih menurut gw. 

Pelaku asli

Jadi si orang Prancis ini namanya Alain (bukan nama asli tentunya), setelah beberapa periode pencurian dan pembunuhan, dia ketemu Monique (juga bukan nama asli) dari Quebec. Quebec ini satu tempat di Kanada yang berbahasa Prancis. Ceritanya tiba-tiba muncul diketahui otoritas karena ada orang tua dari 2 orang Belanda yang lapor ke Dubes Belanda di Thailand gegara anaknya kok nggak bales surat, nggak telpon selama berbulan-bulan. Curiga dibunuh dong. Akhirnya pencarian dimulai dari situ. 

Yang bikin gw seneng banget sama series ini selain karena ini psikopat (what's wrong with me?) tentu saja karena mereka berbahasa Belanda, Prancis, Inggris dan sedikit Thailand. Kadang-kadang ada Jerman dikit-dikit karena si istri Dubes Belanda orang Jerman. Logat berbahasa Inggrisnya Alain dan Monique ini Prancis gitu. Buat gw lucu, gw suka denger orang punya aksen dengan catatan gw bisa paham apa yang mereka omongin. 

aktor pemeran Monique - Alain

Yang bikin gemes, semua data yang mereka dapatkan ini dalam bentuk arsip. Pencarian jadi lama karena data nggak tercatat digital dan semua data bisa "dipalsukan" karena nggak ada catatan digitalnya. Kalaupun ada, nyarinya lama banget nggak sedetik dua detik langsung terkoneksi ke FBI atau CIA. 

Alain ini pinter banget memanipulasi korban, termasuk Monique. Monique ga jadi korban karena dia cakep dan Alain "naksir" dia. Sampai si Monique akhirnya ikutan Alain. Monique sebenernya sadar kalau dia dimanipulasi tapi nggak mau nyerah sama Alain karena you know, cinta. Di satu titik gw malah lebih takut Monique karena dia tau kalau dia punya pilihan tapi dia nggak mau keluar. Beda dari Alain yang membuat satu dunia baru buat dia yang bernama Alain. 

Dari series itu yang bikin gw agak engap ngeliatnya itu mereka perokok semua. Bener-bener nafasnya pake rokok. Kata H juga jaman segitu orang-orang gila rokok banget. Series ini hanya 8 episode. Menurut gw oke banget meskipun pemeran aslinya ada yang keberatan karena kurang persis. Ya namanya juga dibikin film ya, pasti ada yang dikurangi ditambah dikit-dikit tapi yang penting intinya sama. 

Nggak kebayang tahun segitu bisa bunuh orang segitu gampangnya 😓  Btw gw suka banget liat yang jadi Monique, cantik banget 😅

Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Snailmail

I signed up in an international portal since I was at high school. I was a quiet one, not much talk especially with stranger. But since that day, I feel myself get easier to talk to strangers. In that portal, there are several options why you join there, including 'flirting', that is shown on the optional boxes. And I found something interesting, snailmail. I never heard about this before, but I thought it is like a mail that goes slower because snail always walking so slow. Then someone chatted me and told me that she want to snailmail. I asked her what is that and she said 'it is postcard swapping'.   was taken at Museum Angkut years ago. taken using my old unique phone Wow.. postcard swapping.. my granny and I did it long time ago before mobile phone was invented. Well I mean before we all use mobile phone to connect to each other. I have family in The Netherlands, and we only have a phone, if we call them using home phone it would cost a lot for even few minu...