Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Meneropong Bulan di Mleiha

Foto diambil dan diedit di hp gw sendiri. Mleiha - 2020

Sepertinya gw memang ditakdirkan untuk mencintai science. Gw ingat sekali, buku yang bikin gw jatuh cinta kepada alam semesta dan ilmu-ilmu yang tersimpan di dalamnya adalah buku Ensiklopedia yang dibawa papa gw dari perpustakaan sekolahnya. Nggak dibalikin pula. Dosa nggak ya gw? 😬

Di buku itu, ada beberapa bagian. Berupa sejarah, astronomi, dan budaya. Gw terpana dengan kesemuanya. Ada banyak gambar-gambar benda-benda langit. Gw susah banget soal hafalan yang dipaksa, tapi gw bisa inget urutan planet-planet bahkan saat kelas 2 SD. 2 SD dulu kayaknya belom belajar planet-planet ya?

Benda-benda antariksa itu nggak pernah gagal bikin gw melongo gila. Setelah melongo, hati gw rasanya penuh dengan kekaguman dan itu biasanya bertahan selama berminggu-minggu. Gw juga selalu bermimpi buat beli teleskop. Dari SD gw kumpulin segala macem artikel tentang astronomi, berlanjut hingga SMA dan gw deketin semua temen gw, kakak kelas gw yang ikutan olimpiade astronomi nasional dan internasional. 

Bagi gw, antariksa adalah karya besar Tuhan. It's too perfect for a man made.

Di Mleiha kemarin, kami mendaftar untuk belajar astronomi dan sejarah dalam satu paket. Acara dimulai pukul 7 malam. Kemudian kami mulai meneropong bulan satu jam kemudian. Bulan, waktu itu sedang berada dalam fase setengah lingkaran. Itu adalah kali pertama gw melihat bulan melalui teleskop. 

Saat melihat venus, pagi hari. Ini penampakan teleskop $7000.

I hold my breath and I took the chance to look into it longer than it should be.

Tidak hanya bulan, tapi juga kita beruntung bisa meneropong beberapa planet seperti Jupiter, Mars, Saturnus, Uranus, Pluto dan ditutup dengan Venus di pagi hari. Saturnus ini lucu banget cincinnya. Gw nggak percaya gw bisa ambil foto bulan dari hp gw sendiri. Kami didampingi seorang astronomer dari India. Namanya Prabhu. Beliau sekeluarga adalah pecinta alam semesta dan semuanya astronomer. Speechless gw. Waktu beliau nanya, "Do you want to take a photo of the moon?" Jawaban goblog gw, "Lah pake kamera apa?" 😂 Itu saking degdegannya bisa ngeliat bulan kerasa deket banget. 

Planet lainnya keliatan, tapi agak effort biar bisa liat dengan jelas. Yang bener-bener breathtaking ya si bulan ini. Pikiran gw tentu saja berkelana ke "Yaampun gimana rasanya ya ngeliat bumi dari luar angkasa? Pasti cakep bener ya?" 

Ketika ngobrol dengan Prabhu, rasanya bener-bener udah lama banget gw nggak ngobrol dengan orang yang sama-sama pengagum antariksa. Nyepi tahun 2020 kemarin adalah salah satu momen terbaik gw dalam menikmati bulan dan bintang-bintang. Gw inget gw bilang "Nothing can beat that". Perasaan yang gw rasain di Mleiha ini mirip dengan perasaan bahagia gw ketika melihat bintang dan planet tanpa polusi cahaya waktu nyepi di Bali. Penuh rasanya hati gw.

If I were not that excited about the space and what's inside of it, the trip to Mleiha wouldn't be that exciting for me. Maybe, it would be just a meh. But that trip, I really glad my husband asked me about the trip and decided to take it at the last minute. It really means a lot to me. It reminded me about how crazy I was to learn all of that back then, that reminded me that I ever made a wish to take a look at it through the telescope. Reminded me how small we are. I am amazed. I am beyond happy. 💚

Jika tertarik, silakan hubungi Mleiha Archeological Centre. 

Jadi, apakah kalian juga menikmati langit dan isinya di malam hari?

Comments

  1. ternyata papa mu mirip sama saya, ambil buku dari perpustakaan smp tak lupa ga dibalikin hingga sekarang. bukan satu lagi hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kira-kira rugi ga ya perpusnya? hahaha

      Delete
    2. perpus punya bantuan dari pemerintah, satu atau dua buku ga bakal bikin rugi sih haha

      Delete
    3. HAHAAHA jadi lega somehow hahahaha

      Delete
  2. asik bisa meneropong bulan, sala kenal, saya kuanyu dari Bangka

    ReplyDelete
  3. Saya juga agak suka dengan astronomi, kadang kagum melihat luar angkasa yang tak terbatas. Bumi sendiri hanya salah satu planet di matahari, matahari hanya salah satu bintang di galaksi Bima sakti yang jumlahnya menurut perkiraan ilmuwan ada 100 miliar, banyak sekali ya.😱

    Tapi Bima sakti bukan galaksi terbesar, ada galaksi UGC 2885 yang jumlah bintangnya satu triliun. 😱😱😱

    Kadang pengin beli teropong bintang juga untuk melihat Titan, bulan dari planet Saturnus, katanya disana ada atmosfer dan juga air berbentuk cair, tapi sayangnya bukan air biasa tapi air metana, dan Titan hanya salah satu dari puluhan satelit Saturnus.

    Manusia terasa kecil sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget. Bimasakti ini sih cuma remahan antariksa aja. Kita yg di dalam remahannya aja kueciiilll banget ya.

      Teropong bintang yg kupake di atas itu bisa ngeliat saturnus tapi harus micingin mata banget, agak blur juga.

      Jadi kl pengen liat saturn dan satelitnya... mungkin pake hubble aja kali ya ahhaha

      Delete
    2. Mungkin teropong bintangnya harus di bawa keluar angkasa kali ya biar bisa lihat Saturnus dengan jelas.😂

      Lihat planet Saturnus saja agak ngeblur, gimana mau lihat planet planet yang ada di bintang alpha centauri ya.😆

      Delete
    3. hemm sesungguhnya itu ide yg cukup bagus LOL cukup dibawa sampe jupiter aja lah ya biar bisa ngeker cincinnya saturnus :D

      Delete
  4. Coba mbak neropong mantan


    WKWKWKWK

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter