Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Kehidupan Selama Pandemi

Lidah mertua yang selalu gw pindah-pindah lokasi untuk mengejar sinar mentari.

Ya gendeng.

Gw sadar ada banyak hal berubah sejak pandemi. Banyak hal baik, tapi yaaa nggak sedikit yang eww I wish this pandemic never exist. Level stres gw udah di level yang bikin gw pengen ke psikolog. 

Skipped forward to November 2020. Gw jadi rajin masak. Meskipun yaaa masih kadang order kalo pas pusing menyerang, tapi masak jadi agenda harian. Yang biasanya masak weekend doang, sekarang beli makanan kalo nggak kuat berdiri dari kasur. Tentu saja selain masak, dengan bantuan Sayurbox gw jadi lebih sering konsumsi buah dan sayur tiap hari. Tak lupa, segala macem vitamin dan minuman-minuman macam Oronamin, bear brand, yakult, dsb.

Btw, buah dan sayur di Sayurbox itu murah-murah banget lho sungguhan.

Gw jadi rajin yoga. Olahraga kecil-kecilan aja lah yang penting badan gerak dan nggak terlalu kaku. Karena gw lebih aktif di malam hari, jadi gw yoga biasanya sebelum tidur. Semales-malesnya gw yoga, minimal gw child pose lah 5 menit 😅

Tempat tinggal gw jadi lebih teratur. Ya sebelumnya juga teratur sih, tapi sekarang lebih bener lah liatnya. Buku rapi di raknya. Beli meja kerja yang bisa support banyak barang. Declutter baju-baju yang udah nggak gw pake lagi. Ini belom selesai sih, tapi lemari udah menuju kebersihan banget. 

Gw sih bukan orang yang harus selalu keluar rumah, gw suka banget ngabisin waktu di rumah. Tapi, ketika "disuruh" untuk sebisa mungkin di rumah, jiwa gw berontak aja. Jadi harus bener-bener bikin rumah nyaman banget. 

Gw tahun ini ngabisin banyak duit buat beli perintilan rumah. Gw yakin kalian juga banyak yang gitu 😅 Rumah yang nyaman ini bisa bikin mood membaik banget soalnya. 

Taun ini bukan taun yang gampang. Jangan lupa jaga diri dan jaga kesehatan dimanapun kalian berada guys

Comments

  1. rapih aneeeeth xixixixi

    aku juga di masa sepanjabg tahun ini ntah kenafa banyak stressnya hohoho...mungkin karena biasa di luar ngeliat luar e sekarang jaga kandang wae yang ada kok yo engab hahhahaha

    btw aku juga...olga alias olahraga kecil kecilan biar perut tetep rataa ahhaha

    dan kujadi kepo ama sayurboxnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbakkk itu baru rapi 2 bulanan terakhir sih. Sebelumnya yaaaa setres bgt biasa kapanpun ke pantai bisa, nyeruput kopi pinggir pantai bisa jadi sekarang dijadwalin biar sekalian kalo keluar langsung semua dapet hoho

      cobain mbak liat ada nggak di daerah mbak si sayurbox ini. dia baru aja soalnya di bali baru 2-3 bln terakhir. lumayan banyak promo sayuran dan buahnya. kita mah kalo kena promo ya silau jadinya 😋

      Delete
  2. Sejak ada Corona memang kegiatan lebih banyak di rumah apalagi ada anjuran dari pemerintah ya.

    Jadi biar betah di rumah memang sebaiknya rumah di tata rapi, selain itu beli beberapa perintilan rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep yep. lebih rajin di rumah jadi rumahnya harus nyaman. paling nggak di lazy cornernya harus support maksimal jiwa rebahan dalam diri ini 😋

      kaum rebahan memang menjadi penyelamat tahun ini

      Delete
  3. Itu kok foto-fotonya pada disensor dan itu lidah mertua nya benar-benar rajin dipindah-pindahkan di foto pertama ada di atas meja di foto kedua ada di atas rak buku mungkin kalau ada foto ketiga itu lidah mertua ada di atas lemari..hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa iyaaa mejanya dipindah2 tergantung mood, lidah mertuanya juga harus nomaden ngikutin sinar mentari 😆

      foto disensor karena porno ehh 😂

      Delete
  4. semoga kita semua diberi kesehatan selalu, agar dpt selalu menulis di blog tercinta masing2 ini... aamiin...
    BTW, lam knl ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin amin amin. Salam kenal juga ya, makasih sudah mampir :)

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter