Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Menjual ANTM Setelah Satu Tahun

Rove City Center - Deira

ANTM atau yang dikenal dengan nama Aneka Tambang Tbk adalah perusahaan kedua yang gw beli setelah BBRI. Waktu gw beli ANTM, ini perkara sentimentil aja. Masih newbie dan pengen beli sesuatu yg gw kenal. “Kan gw punya emas murni, bisa lah ya beli ANTM.”

If only I knew 😅

Gw beli di harga 1030 pada bulan Agustus 2019. Kemudian beberapa di harga 1000 bahkan 990 karena waktu itu gw kira “Eh lagi turun nih, beli ah." Ternyata setelah beberapa bulan, performanya menurun terus. Tadinya gw dapet harga 990 itu seneng banget, tapi kok ternyata itu masih turun lagi esoknya. 

Gw sempet heran ini kok ANTM ngos-ngosan banget ya? Kan emas murni harganya lagi naik, kok dia sahamnya malah anjlog?

Jujur gw nggak tau hubungannya apa, mungkin nggak ada hubungannya, nggak mau berspekulasi juga. Karena siapa yang tau sih alasan sebenernya naik turunnya pasar saham. Gw nggak peduli juga. Tapi beberapa bulan kemudian gw iseng cek chart ANTM 2-5 taun ke belakang.

Ya tuhan ku terkejut! 


Bisa dibilang gw beli di saat puncak-puncaknya harga ANTM. Kemudian sejak September 2019 hingga Februari 2020, ditambah kondisi pandemi semakin merosot ke angka 350+. Minus 65% itu hal biasa. Setelah mengetahui bentuk model seperti ini, gw bertekad "Ok, kalau dia udah di angka 1000, gw jual semua!"

Karena gw liat model trennya bergerak naik turun setelah 4-6 bulan yang terjadi selama 2 tahun terakhir, meskipun ini sebenernya "ngawur" juga asumsi gw, karena gw nggak tau penyebab naik turunnya ini kenapa juga dan kenapa modelnya begitu. Setelah bulan Maret, gw berujar "Sebentar lagi trennya bakalan naik ini. Kalau udah 1000 gw jual. Tunggu aja lah 4-6 bulan kedepan."

Gw bukan dukun tapi kalau liat tren macam gitu, gw cenderung percaya karena tren ini nggak naik turun dalam waktu singkat atau se-fluktuatif itu. Kalau saham gorengan, gw nggak percaya lah jelas. Tapi karena saham ini saham yang bagus, periode tren naik turunnya terjadi dalam beberapa bulan dan nggak ngawur dari 1000 hari ini 300 besoknya. Tapi pelan-pelan dan teratur.

Gw minta temen gw ingetin gw kalau harganya udah di atas 1000. Lalu gw lupa karena ribet urusan perjalanan ketemu suami. Setibanya gw di Indonesia bulan Oktober, temen gw nanya "Gimana kabarnya emas kamu?" Gw cek aja harganya dan kaget dong. Harganya udah diatas 1000. Nggak pake babibu, besoknya langsung gw jual semua dan dapet di harga 1100. Agak untung dikit sih, ada kali untung 10%an. Langsung gw pindah ke MYOR dan SIDO. 

Tentu saja gw nggak tau kenapa atau faktor apa yang mempengaruhinya. Kalau pergerakannya memiliki tren seperti ini, bisa jadi di masa depan gw beli ANTM saat trennya menurun dan menjualnya ketika trennya naik. This is no brainer. Nggak rugi juga kalau dibikin seperti itu. Tapi ya harus dipantau berkala karena mengejar "untung" dalam periode singkat. Bukan yang beli, lupakan, jual saat tua nanti lol.

Jadi gimana, ada yang punya ANTM? Udah dijual apa masih dikoleksi? 😋

Comments

  1. Untung aja fluktuasinya cenderung teratur ya mba prisca, ga yang jleb jleb banget pas naik atau turunnya.

    Dan pas ga dipantau malah e tau tau uda nembus lebih dari 1000 jadi saatnya sell deh hihi..cukup dag dig dug juga kalau memantau pergerakan harga saham gini...tapi ya kalau emas emang agak m3mbingungkan ketika trennya turun ya...ya mungkin salah satu efek pandemik juga bisa merangsek ke emas, tapi ai don't know ugaaa hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau fluktuasinya bisa diprediksi gini ya cepet kaya kita hahahahhahaah

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men