Skip to main content

Beli Kartu SIM di Dubai

Dubai creek Ini merupakan tahun ke-4 setelah kunjungan pertama ke Dubai. UAE menjadi satu-satunya negara terbanyak yang gw kunjungi untuk alasan bertemu suami. Baru kali ini juga gw punya nomer Dubai. Dulunya gw kira kalau kita nggak bisa beli nomer segampang di Indonesia karena H bilang ribet katanya. Yaudah kita nggak beli, hanya sekedar pakai wifi hotel dan tempat tujuan aja seperti Dubai Mall. Lagipula juga intensitas utama gw balas chat ya dari suami gw. Yang lain bisa menunggu. Kalo bareng juga ngapain kan chatting . Tahun lalu, kami pertama kali eksplor UAE menggunakan kendaraan sendiri. Nyetir sendiri maksudnya, nggak naik bus dll. Karena nyetir sendiri, kami perlu internet untuk GPS dong. Akhirnya H beli nomer di bandara. Pake paspor aja biasa.  "Oh ternyata bisa ih beli nomer di Dubai" Nah, sekarang waktu kami ke Dubai lagi, H bertanya-tanya apakah nomer yang lalu tuh masih aktif apa nggak. Setelah cari informasi, ternyata kita bisa verifikasi paspor kita di kios a

BaliSeries (1): Makan di Bali Itu Murah

Gw tinggal di Bali udah hampir 2 tahun, jadi pengen bikin tulisan #BaliSeries. Bukan tentang Bali yang umum diketahui orang, tapi hidup di Bali sebagai orang biasa dengan biaya hidup yang masuk akal.

Orang-orang taunya Bali mahal. Padahal nggak juga hey!

Tiap kali ada yang tau gw tinggal di Bali, orang pasti bilang "Eh, hidup di Bali kan mahal banget!" Hmm... nggak juga sih. Jadi gw akan tulis harga-harga di Denpasar ya karena gw tinggal di Denpasar. Denpasar yang ibukota dan bukan tempat tujuan utama turis buat plesir. 

Gw sering keliling Bali tapi karena gw nggak tinggal di sana jadi gw nggak bisa bilang mahal murahnya. Tapi kalau untuk ukuran turis, harga di daerah utara dan timur bisa gw bilang lebih murah daripada Denpasar, Ubud, atau daerah pantai barat.

Oke, tulisan pertama ini gw akan bahas hal yang gw demen. MAKANAN. 

Gw secara personal lebih suka makanan Jawa daripada makanan Bali. Makanan Bali cenderung penuh rempah, rasanya kuat. Yaa setelah hampir dua tahun sih gw jadi terlatih dan udah bisa aja makan makanan Bali. Udah nemu yang enak-enak. 

Kenapa bisa gw bilang makanan di Bali murah-murah? Karena gw bisa lho sarapan nasi kuning harganya 10 ribu isi lengkap. Kalau mau lebih murah lagi ya makan nasi jinggo, yang nggak kalah enak hanya 5ribu. Seriusan. Pecel 10 ribu juga ada, enak, dan kenyang pula. Tipat cantok mulai 8ribu - 12 ribu (kalau pake tambahan telor dadar). Sate ayam, 10ribuan udah gila enaknya. 

Isi nasi jinggo

Gw dan H dua mingguan kemarin nyobain banyak tempat yang murah dan enak. Makan berdua, 2 nasi jinggo, 3 porsi sate, 3 teh botol, 2 kerupuk, abis 55 ribu. Ini karena H makannya selalu banyak macem lauknya ya apalagi kalau udah liat bakso dan sate nggak mungkin cuma pesen satu porsi. Nggak kayak kita yang penting nasinya banyak udah kenyang. 

Untuk makan sehari-hari, anggap lah paling kere, nggak mau masak, sekali makan nasi jinggo 5 ribuan 3 kali sehari, 15ribu doang sehari. Sebulan makan nasi jinggo 90 kali, cukup 450 ribu. Genepin 500 ribu lah ya buat beli sate 5 kali juga. 

Kalau mau masak ya sama aja harganya. Nggak ada harga sayuran, ikan, ayam yang begitu beda dari normalnya. Gw belanja dari sayurbox karena sering promo tak terduga dan biasanya gw belanja 100-200 ribu untuk dua minggu masak.

Mi ayam Solo, 8 ribu aja.

Nah, itu opsi makan murah. Enaknya lagi, Bali ini punya banyak pilihan untuk makanan internasional. Italian foods misal. Pizza yang rustica, besar, 55ribu aja. Enaknya nggak ketulungan. Bisa dimakan bertiga juga. Masalahnya, yang masak juga kebanyakan orang Itali sendiri. Otentik bener. Masih ada juga ya restoran Yunani, gw belum pernah coba sih. 

Tentu saja, ada banyaaakkk juga pilihan opsi makan mahal. Misal pesan coke di night club ya harganya minimal jadi 30ribu. Padahal di indomaret cuma 5000 doang 😂 Belum lagi kalau 2 bulan mau expired di Hardys, harganya bisa 2500 dua 😂

Tentu saja gw masih juga fine dinning. Bareng H ya, meski kadang juga bareng temen gw. Karena kalau sendirian juga males ngapain, mending juga beli lumpia di makan pinggir pantai udah paling enak dan cuma 5ribu aja. Akhir-akhir ini sih agenda gw sama temen gw ini masak-masak tiap sabtu dengan menggunakan apa yang tersisa di kulkas gw.

Jadi, kalau kalian ke Bali, nggak usah bingung cari makan murah. Warung di tempat wisata pun harganya normal. Bukan kebanyakan warung seperti di Malioboro 😉 Asal bukan yang jual sarung-sarung, baju-baju yaaa.

A little secret tho, most of the owners of the houses, guest houses, shops, and lands along the Sanur area are usually selling cheap foods in warung there. They're the owners 😆

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal yg diujikan. Dimulai dari EPS TOPIK. Jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin cara singkat karena ingin segera berangkat sehingga menggunakan cara ilegal. Bahkan ada yg lulus tanpa ujian. Bisa saja, tapi di Korea dia mlongo. Untuk soal EPS TOPIK, soal-soal yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. Intinya tentang bagaimana mengetahui hak dan kewajiban bekerja di Korea termasuk printilan yang berhubungan dengan pekerjaan. Karena yang melalui jalur ini