Skip to main content

Hey, I Am Turning 30!

I always thought that wherever I go, August will be the hottest month of the year. Because it is summer for most people. August is my favourite but I always hated it for being the hottest month. But hey, if I move my ass to Australia, I'll be having August in winter!  I forgot that Australia is different. Although it is considered winter, the weather seems good between 15-22 degrees. It's the best temperature ever. August is my favourite month of the year.  Anyway, I am turning 30 today. A new milestone. I am feeling anxious lately. Some people said, "You're a young adult in your 20s but you became an adult when you turn 30" yea that definitely didn't help my anxiety.  When my mum was 30, I was already 10. So yes I had this in my mind, "30 is serious age, by that time I am probably married, have one of two toddlers." Everything was planned traditionally just like how I saw my mum. Graduate, job, married, having kids, living like a normal family. Turn

Perjalanan Pulang ke Indonesia saat Pandemi

Museum di Bur Dubai.

Perjalanan pulang ini amat sangat efektif daripada berangkatnya. Pukul 1 dini hari waktu Dubai gw berangkat ke bandara. Emirates udah mulai pakai check in tanpa petugas, self check in semuanya. Agak sedih gw karena... gw bawa barang banyak maunya tinggal diladeni aja. Udah capek banget soale. Tapi ya sudah, seperti biasa Dubai amat sangat efektif dalam segala hal mempersingkat waktu.

Kemudian perjalanan dimulai pukul 5 pagi. Gw pulang bareng rombongan TKI dari Saudi. Banyak dari mereka yang sudah tua dan kurang mampu memahami prosedur protokol terbaru selama pandemi. Gw bantu semampu gw jelasin waktu ada yang nanya, sembari nahan ngantuk. 

Gw sengaja pilih bangku tengah biar nggak ada orang yang duduk di samping gw. Tapi gw kaget karena udah ada dua orang duduk di deretan bangku gw, duduk sebelahan, satunya menempati tempat gw, satunya lagi batuk hebat. 

Gw sangat menghindari orang yang lagi batuk. Untungnya gw cukup beruntung karena bangku yang isi 4 itu kosong, jadi gw pindah duduk sana sampai tiba di Cengkareng. Pesawat mendarat pukul 15.20 sore. Seperti biasa, Emirates mampu memotong 30 menit perjalanan. Kemudian kami masuk ke ruang tunggu antrian. Di situ, kami harus nunggu rombongan Qatar Air diproses. Jadi bener-bener nggak bisa campur, kecuali dipersilakan. 

Dokumen yang harus diisi.

Kami disuruh duduk kok, sembari isi segala dokumen yang diperlukan. Selain dokumen yang sudah dibawa, ada dokumen tambahan kira-kira 3-4 lembar. Meski sudah mengisi e-HAC, tetep aja disuruh isi HAC lagi (kartu kuning). Setelah rombongan Qatar habis, kami dipersilakan berdiri menuju antrian yang ada thermal detector. Suhunya nampil di layar gitu. Kalau diatas 37, nomernya jadi merah. 

Disini kami antri untuk dicek saturasi oksigen dan juga dokumen kelengkapan. Ada hand sanitizer yang pake sensor. Saking ngantuk dan capeknya gw, doi gw tekan-tekan kok nggak keluar-keluar. Sampe dibantu penumpang lain.

Setelah itu, dibagi menuju loket untuk penumpang yang punya PCR dan tidak punya. Dipisah disini. Gw nggak tau proses yang tanpa PCR gimana, karena gw masuk ke loket yang pake PCR. Nah disini, antri lagi duduk sembari nunggu giliran. Ada satu dokumen yang akan ditandatangani petugas. Dokumen ini kebanyakan salah, ditandatangani penumpang yang bikin petugasnya marah-marah 😂 Ya tuhan untung gw nggak sengantuk itu buat bisa baca kalau gw nggak perlu tandatangan disitu. Petugasnya ngeluh "DUH capek banget gw, masih ada aja yang salah" Hmmm yang terbang lebih dari 7 jam ini juga capek lho sis. 

Gw dapet bapak petugas yang ramah banget, beliau cek dokumen dan penerbangan gw selanjutnya sembari bilang "Sampai di Bali jangan lupa karantina ya, sehat-sehat ya mbak" Tentu saja gw bales "Terima kasih pak, bapak juga sehat-sehat ya. Jangan sampai sakit"

Kind words, made my day.

Setelah itu bergerak ke imigrasi bagian stempel. Disini cepet juga karena ya ga antri banget. Kali ini loket Indonesian/KITAS yang rame. Karena ga ada WNA dengan free visa juga kan. Lalu menuju ambil koper. Kopernya kebetulan udah keluar. Lalu koper dicek petugas, beserta dokumen-dokumen yang tadi. Biasanya jarang banget dicek. Lalu berjalan menuju declare itu. Sebelum keluar gerbang kedatangan internasional, dokumen dicek lagi untuk kesekian kalinya 😳 

Total ada 6 sesi tunggu dan pengecekan dokumen dalam waktu satu jam. Pas satu jam prosesnya dari keluar pesawat hingga keluar kedatangan internasional. 

Menurut gw, udah cukup nggak bertele-tele sih. Cuma bagian terakhir aja yang menurut gw nggak perlu-perlu banget karena udah dicek pas ambil koper. Semua proses ini dibantu TNI. Waktu proses bagi-bagi dokumen untuk diisi menurut gw udah cukup informatif banget. Mereka membantu orang-orang yang kebingungan. Praktis juga, tegas juga. Tapi ya nggak semena-mena. Semua bekerja sesuai bagiannya.

Esoknya, dokumen yang gw dapet di hari itu gw pake untuk masuk ke bandara domestik menuju Bali. Semua dokumen itu pada akhirnya sih nggak diserahkan ke petugas sama sekali. Tapi sebagai dokumen agar bisa terbang. 

Berterimakasih karena semua bekerja sesuai dengan posnya. Prosesnya memang lebih lama daripada proses di Dubai ketika tiba di bandara, tapi untuk ukuran cara kerja "Indonesia" udah cukup oke kok. 

Jangan lupa, jaga kesehatan ya! 

Comments

  1. kalau dibaca dari awal sampai akhir, sungguh proses pengecekan berkas dan waktu perjalanan bikin capek ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget huhu :( mending di rumah juga deh

      Delete
    2. hahahah,ya namanya perjalanan jauh mbak, enjoy it aja kan mbak :)

      Delete
  2. Alhamdulillah kalo meningkat. Sepi sihhh

    Coba rame kaya biasa, pasti teriak-teriak kaya di terminal angkot, wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaaaa bener juga sih bang. bisa2 gw ikutan triak2 juga :D

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Piknik] Menjejakkan kaki di Bromo

Puluhan tahun hidup sebagai warga Jawa Timur, namun baru pertama kali menjejakkan kaki di Gunung Bromo. Bertepatan dengan upacara Kasada yang terjadi satu tahun sekali dan bertepatan dengan bulan purnama (semoga nggak salah kasih info), sekitar akhir bulan Juli tahun 2015.  Gunung Bromo merupakan gunung yang bertetangga dengan gunung Semeru. Jika kita pergi kesana, maka akan melihat banyak tulisan BTS -yang saya kira Behind The Scene-, ternyata adalah Bromo Tengger Semeru. Tidak hanya melihat gunung Bromo seorang, disana kita akan disajikan jejeran gunung-gunung kecil disana. Ok.. first of all mari dimulai dari berangkat ke Bromo. Menuju Bromo bisa menyetir motor sendiri, bisa juga menyewa tour dari titik keberangkatan (seperti yang saya lakukan), bisa menggunakan ojek seharga 100ribu per ojek sepuasnya, bisa menyewa jeep dari titik mula menuju Bromo (dengar-dengar sih harganya 600ribu/jeep, satu jeep bisa untuk 4-6 orang tergantung ukuran badan orangnya heheh). Jeep yang saya