Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Tulisan Disalin Jutaan Kali

Sharjah - UAE 2020

Minggu lalu gw coba google nama gw yang gw pake buat nulis. Gw tau lah konsekuensinya mengunggah segala hal ke segala bentuk platform online resikonya apa. Wong foto gw aja dicuri dijadiin ilustrasi portal online, yg bukan gw pelakunya tapi muka gw disensor seolah gw pelakunya 😟 Nah yang gw temuin kemarin kebanyakan adalah tulisan gw dari travelingyuk.com yang disalin media-media lain untuk numpang promosi jualan mereka. 

Nggak cuma diambil segaris dua garis sih, tapi bener-bener disalin dari atas sampai bawah. Memang betul mereka tetep nyantumin nama gw disana, berikut dengan sumbernya di travelingyuk. Semacem mereka ambil artikel dari website yang udah terkenal daripada punya content writer sendiriTapi kok ya rasanya zonk ya. Gw nulis buat travelingyuk sebagai kontributor lepas, yang dibayar per tulisan. Kebayang nggak sih tulisan gw disalin beberapa kali ke media yang beda-beda, bisa kaya dong gw kalo dibayar 😆

ada pijat plus plus wasebu cilandak guys 😆

Setelah gw cek, bukan hanya tulisan gw yang dipakai tapi juga kontributor lainnya juga.

Gw sadar sepenuhnya, ketika gw jual tulisan gw ke travelingyuk, artinya semua hak foto dan tulisan menjadi hak mereka. Tapi kan ehhh ke travelingyuk aja, bukan ke media-media yang asal comot tulisan. Kebanyakan memang tulisan tentang jalan-jalan, dipakai untuk promosi sewa bus, atau sewa apapun, sampai tulisan paling innocent tentang membedakan pijat biasa dan pijat plus-plus di Bangkok bisa ditempeli iklan untuk pijat plus-plus 😓

Selain tulisan gw, ternyata respon twit gw juga sering diambil sebagai bentuk respon terhadap suatu tweet atau berita. Oh tentu gw kaget 😅 semoga aja interpretasinya sesuai dengan maksud gw.

Ada sih gambar gw yang dipake media online lain, tapi ya nggak masalah karena mereka menyertakan link sumber gambar dan gw dapet traffic dari situ. Selain itu, gw juga selektif banget sekarang sebelum mengunggah gambar yang gw "perbolehkan" untuk dipake orang lain, dengan catatan sumbernya ditulis.

Selama nggak plek ketiplek sih gw masih bisa terima kok. Biasanya dipake fotonya dan sepenggal tulisan gw sebagai rujukan. Tapi kalau soal tulisan gw disalin jutaan kali, rasanya kok enak bener ya nggak pake hire content writer tapi udah dapet konten bagus 😒 Mana nama gw dipake juga seolah gw adalah penulis di website tersebut. Makin lah dongkol gw.

Ini salah satu tulisan gw di travelingyuk.com yang disalin media lain seolah gw adalah content writernya

Gw sadar sepenuhnya kok hal-hal seperti ini akan sulit dihindari. Gw nulis ini karena gw dongkol aja sih. Yaudah mau gimana lagi, kebanyakan media sini kalau pake rujukan juga nggak pake ijin. Gw berharapnya sih kalau emang dijadiin rujukan, semoga diartikan dengan bener aja. Banyak kasus kan tweet orang dipake buat tulisan yang dipermak, salah pula. Jadinya kan miskonsepsi banget kalau tanpa konfirmasi ke pemilik tweetnya. Sebabnya gw jadi lebih hati-hati kalau mau tweet atau nulis apapun.

Kalian gimana guys, ada nggak tulisan kalian yang disalin tanpa ijin? 

Comments

  1. Pernah mbak, sepertinya hampir semua blogger artikelnya pernah di copas.

    Kalo mbak mah mending dikasih sumber artikel, kalo artikel saya di copas bulat bulat tanpa menyertakan sumber artikel, pernah aku kasih link di dalam artikel, eh diubah pakai link dia yang artikelnya sama.

    Mana ngga dapat bayaran sama sekali lagi karena nulis di blog.😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduuhh inikah namanya sakit tak berdarah? wkwkw

      Susah banget ya punya perlindungan hak cipta :/ meskipun bukan karya fenomenal tapi kan.... tiap kreasi perlu diapresiasi. Cuma ya susah sih buat dihindari. Kalo takut diplagiasi, bisa jadi takut berkarya malahan nanti :(

      doain aja yang copy-paste ga nyantumin sumber jadi susah eek sepanjang hidupnya :D

      Delete
    2. Aku ngga berani doakan yang jelek, takut katanya kalo doa jelek nanti bisa balik ke diri sendiri.

      Aku doakan saja agar ia sadar. Itu lebih baik bukan.:)

      Maksudnya habis kecelakaan lalu pingsan dan tahu tahu sadar di rumah sakit.😂

      Becanda mbak, aku sih ngga terlalu memperdulikan, takutnya nanti kepikiran dan malah malas menulis, jadi biarkan saja.

      Delete
    3. 😂😂 boleh boleh

      iya emang bener deh, yang penting tetep bisa nulis :)

      Delete
  2. Hemm... Banyak sekali Mbak. Kebetulan saya mengelola blog tentang Bogor dengan foto buatan sendiri, hasilnya pun sama juga. Banyak foto yang dipakai bahkan ada yang tanpa memberikan kredit. Ada tulisan yang diambil tanpa menyertakan sumbernya, dan banyak lagi lainnya.

    Pertama mangkel juga, cuma pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak mempedulikannya lagi. Bodo amat deh. Bukan sikap yang bagus sebenarnya, tetapi kalau saya terus begitu akhirnya yang rugi saya sendiri karena malah bisa membuat saya down dan malas.

    Jadi, saya pilih mengambil sikap, jalan terus saja. Bodo amir deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sakit tak berdarah ini mas namanya :(

      Nah itu dia, waktu fotoku dipake buat "ilustrasi" (yang dicuri dan disalahgunakan juga) akupun jadi sempet mogok nulis dan moto juga. Bener-bener vakum dari kegiatan blogging berbulan2 sampe akhirnya jg masa bodohlah. Toh dikasih watermark juga pasti dihapus juga :(

      Terus berkarya aja mas. Aku percaya sih tiap karya ada ciri khasnya. dan itu tadi... doain aja yang nyuri jadi sembelit seumur hidup :D

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya