Skip to main content

Makanan dan Bahasa Pengobat Rindu Kampung

Soto ayam di Seleraku - DXB Gw demen banget makan atau cobain makanan baru. Sebenernya lebih ke lidah gw aja gampang nerima rasa baru dari makanan selain Indonesia. Tapi ketika jauh dari rumah, akhir-akhir ini gw sering tiba-tiba craving  makanan Indonesia. Kayak susah ditahannya aja. Apalagi waktu sebulan di sana, rasanya tiap hari pengen nangis gara-gara pengen makan sambel coba. Tempat yang kebetulan sering banget gw datengin ya Dubai. Di sana kita udah nemu satu restoran Indonesia yang rasanya Indonesia banget. Seleraku namanya. Kenapa gw bilang Indonesia banget? Cuko pempeknya nggak kalah dari Pempek Palembang asli. Bakso Malangnya, ehmmmmmm mantep! Makanan yang lainnya tentu saja nggak kalah rasanya.  Bakso Malang Kemarin, terakhir kali gw ke sana, kebetulan bareng dengan banyak orang Indonesia. Kayak mereka ngumpul-ngumpul bareng gitu. Ada yang ngerayain ulang tahun, ada yang ngerayain hal-hal kecil dalam hidup, ada yang sekedar melepas rindu kampung halaman untuk sekedar memuas

Korean Barbeque

Ssam
Ssam (쌈) also meaning wrapped. Typically Korean wrapped stuff to eat.

I remember I post about my experience of eating kimchi for the first time got the highest view of all time here. It's kind of weird but it is.

H never wanted to eat K-foods. He said that it doesn't look so appealing (how can he said that? 😣). I kept trying to lure him to try out K-foods. That when he wanted to eat some meat and then we chose a Korean bbq restaurant. He surprised that it came with so many side dishes and more importantly is the way they eat the meat with green leaf, mixed with kimchi and ssamjang. 

Set of Korean BBQ
Boy, look at the odeng and other side dishes! Ssamjang is the one next to the garlic. It's kind of similar to sambal but different. Japchae is the one that looks like bihun goreng.

The first day we ordered galbi and japchae. I really like japchae but it was very big for one person. We thought that the barbeque set will be less big for two, but it didn't. It was just enough for both of us. So, unfortunately, we ate only half of the japchae. But that japchae taste, remind me of my Korean teacher, 고선미 when she made it for us back then. I miss her.

Korean BBQ set
BBQ set with bulgogi thin sliced meat.

Another day we ordered bulgogi meat because it is thinly sliced and perfect for the combination to make ssam. We fell in love with bulgogi meat for the barbeque. It has a sweet flavor of bulgogi sauce, mixed it with sour kimchi and spicy garlicky ssamjang. It pops out as a fantastic taste in the mouth. Especially when we got a different set of side dishes every time we go there. 

Ssam
Meat, garlic, kimchi, ssamjang, wrapped in one big leaf.

Side dishes
These side dishes are not my favorite but still tasty.

Seaweed soup in one BBQ set. I can say this restaurant is serving you an authentic set of foods you order.

Turns out, he loves it more than I do. So as expected, we went there 3 times in a row for Korean barbeque. It was the last day of staying in Dubai and the last soup was seaweed soup. As many people know the meaning of seaweed soup for Korean is a special soup for birthday. He got it two days before his birthday. And oh! We got a 20% discount on our third time there. No idea why.

Mission accomplished! H loves K-foods! 

Restaurant name: Shogun Restaurant (Korean, Thai, Japanese foods). 

Loc: 3rd Floor, Al-Ghurair Center Tower #2 - Al Rigga Rd - Dubai.

Comments

  1. aku selalu tertarik dengan habit makan korean dish yang bagian sayur digulung gulung itu kak, yang dalamnya diselipin daging...look so yummy :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain di rumah mbak. Ini bisa banget bikin sendiri di rumah. Tinggal cari resep ssamjang-nya aja. kayaknya bisa lebih puas kl bikin sendiri, porsinya bisa buanyak :D

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Menjejakkan kaki di Bromo

Puluhan tahun hidup sebagai warga Jawa Timur, namun baru pertama kali menjejakkan kaki di Gunung Bromo. Bertepatan dengan upacara Kasada yang terjadi satu tahun sekali dan bertepatan dengan bulan purnama (semoga nggak salah kasih info), sekitar akhir bulan Juli tahun 2015.  Gunung Bromo merupakan gunung yang bertetangga dengan gunung Semeru. Jika kita pergi kesana, maka akan melihat banyak tulisan BTS -yang saya kira Behind The Scene-, ternyata adalah Bromo Tengger Semeru. Tidak hanya melihat gunung Bromo seorang, disana kita akan disajikan jejeran gunung-gunung kecil disana. Ok.. first of all mari dimulai dari berangkat ke Bromo. Menuju Bromo bisa menyetir motor sendiri, bisa juga menyewa tour dari titik keberangkatan (seperti yang saya lakukan), bisa menggunakan ojek seharga 100ribu per ojek sepuasnya, bisa menyewa jeep dari titik mula menuju Bromo (dengar-dengar sih harganya 600ribu/jeep, satu jeep bisa untuk 4-6 orang tergantung ukuran badan orangnya heheh). Jeep yang saya

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

SUDAH (setengah) VAKSIN COVID!

Belum bisa dibilang sudah selesai sih, tapi menuju selesai. Tanggal 29 Mei gw memberanikan diri datang ke RS Surya Husadha Sanglah untuk vaksin covid pertama kali. Bukan karena gw nggak berani vaksin, bukan! Tapi gw berdoa semoga dapet jatah vaksin karena per hari kuotanya hanya 200 dosis. Gw vaksin pakai AstraZeneca dan tentunya gratis. Btw keinginan untuk vaksin ini makin gede karena temen-temen deket gw udah dapet vaksin di minggu gw dapet vaksin. Iya, gw kompetitif. Soalan vaksin aja gw kompetitif banget 😂 Jujur gw iri banget sama temen gw yang dapet vaksin duluan. Jadi yaa... 😎 Rencana gw berangkat jam setengah 8 gagal karena gw bangun jam 8 kurang seperempat 😓 Selesai mandi dll, pukul 8.15 gw berangkat ke RS. Nggak jauh RS nya cuma 8 menitan. Sesampainya di sana, kok di meja ada tulisan "Vaksin tutup" Harah mak deg . Ternyata itu cuma kertas pengumuman kalau kuota sudah terpenuhi. Ditanyain udah booking atau belum, lah gw ga nemu link booking dari kemarinan. Untungny