Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Korean Barbeque

Ssam
Ssam (쌈) also meaning wrapped. Typically Korean wrapped stuff to eat.

I remember I post about my experience of eating kimchi for the first time got the highest view of all time here. It's kind of weird but it is.

H never wanted to eat K-foods. He said that it doesn't look so appealing (how can he said that? 😣). I kept trying to lure him to try out K-foods. That when he wanted to eat some meat and then we chose a Korean bbq restaurant. He surprised that it came with so many side dishes and more importantly is the way they eat the meat with green leaf, mixed with kimchi and ssamjang. 

Set of Korean BBQ
Boy, look at the odeng and other side dishes! Ssamjang is the one next to the garlic. It's kind of similar to sambal but different. Japchae is the one that looks like bihun goreng.

The first day we ordered galbi and japchae. I really like japchae but it was very big for one person. We thought that the barbeque set will be less big for two, but it didn't. It was just enough for both of us. So, unfortunately, we ate only half of the japchae. But that japchae taste, remind me of my Korean teacher, 고선미 when she made it for us back then. I miss her.

Korean BBQ set
BBQ set with bulgogi thin sliced meat.

Another day we ordered bulgogi meat because it is thinly sliced and perfect for the combination to make ssam. We fell in love with bulgogi meat for the barbeque. It has a sweet flavor of bulgogi sauce, mixed it with sour kimchi and spicy garlicky ssamjang. It pops out as a fantastic taste in the mouth. Especially when we got a different set of side dishes every time we go there. 

Ssam
Meat, garlic, kimchi, ssamjang, wrapped in one big leaf.

Side dishes
These side dishes are not my favorite but still tasty.

Seaweed soup in one BBQ set. I can say this restaurant is serving you an authentic set of foods you order.

Turns out, he loves it more than I do. So as expected, we went there 3 times in a row for Korean barbeque. It was the last day of staying in Dubai and the last soup was seaweed soup. As many people know the meaning of seaweed soup for Korean is a special soup for birthday. He got it two days before his birthday. And oh! We got a 20% discount on our third time there. No idea why.

Restaurant name: Shogun Restaurant (Korean, Thai, Japanese foods). 

Loc: 3rd Floor, Al-Ghurair Center Tower #2 - Al Rigga Rd - Dubai.

Comments

  1. aku selalu tertarik dengan habit makan korean dish yang bagian sayur digulung gulung itu kak, yang dalamnya diselipin daging...look so yummy :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain di rumah mbak. Ini bisa banget bikin sendiri di rumah. Tinggal cari resep ssamjang-nya aja. kayaknya bisa lebih puas kl bikin sendiri, porsinya bisa buanyak :D

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men