Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Perbedaan Fitur Valuta Asing Jenius BTPN dan Digibank DBS

Rove city center

Seperti yang gw pernah bahas segala macam tentang Jenius, gw paling terkesima dengan fitur valuta asingnya, terlepas dari segala macam berita hilangnya duit dari rekening Jenius. Sekarang gw punya Digibank dari DBS sebagai pembanding. Nggak ada maksud buat buka DBS sebenernya, tapi karena punya kartu kredit DBS jadilah yaudah buka Digibank sekalian biar bayar tagihan lebih gampang juga. 

Dari banyak opsi digital banking yang ada, gw hanya pakai dua ini dan ada beberapa perbedaan yang kerasa. Kali ini gw tulis soal valuta asingnya. 

Jenius punya rekening valuta asing dengan mata uang USD, SGD, HKD, EUR, AUD, GBP, dan JPY. Sedangkan untuk Digibank, mereka punya mata uang asing CAD, CHF, CNH, EUR, USD, HKD, JPY, NZD, SGD, AUD, dan GBP. Apa yang dimiliki Jenius, Digibank punya. Jadi untuk saat ini Digibank punya banyak mata uang asing daripada Jenius. 

Persamaannya, keduanya perlu untuk diaktivasi. Bedanya, Jenius tidak memiliki nomer rekening sendiri dan gabung dengan nomer rekening utama. Sedangkan Digibank, setelah aktivasi nomer rekening valas, pengguna akan mendapatkan nomer baru untuk rekening valas yang berbeda lagi dengan rekening utama. 

Tapi, fitur Jenius sudah bisa disambungkan ke rekening utama sebagai pembayaran lokal dengan mata uang tsb. Jadi misal nih ke Singapo, punya SGD di Jenius, nah akun valas SGD tadi bisa disambungkan ke kartu debit utama sehingga uang yang dipakai untuk transaksi di Singapore adalah SGD. Bukan lagi IDR. Jadi waktu tap tap untuk transaksi, yang terpotong di laporan ya menggunakan uang SGD. Sedangkan Digibank masih mengembangkan fitur ini. 

Khor Fakhan, Sharjah - UAE.

Nah soal beli-beli mata uangnya, keduanya tetep pake sistem jam operasional senin-jumat jam 9-5 sore. Bedanya, kalau Jenius hanya bisa dilakukan di jam tersebut. Di luar jam tersebut, toko tutup, transaksi jual maupun beli valas tidak bisa dilakukan. Kalau Digibank, masih bisa transfer di luar senin-jumat, hanya saja uang tetap masuk di hari sistem operasional. Kemarin gw coba isi ke rekening CAD sebesar IDR 250,000 hari jumat malam, ternyata masuk hari senin pagi hari.

Perihal transfer ke rekening luar negeri, Jenius masih belum mengembangkan fitur ini sedangkan gw terpana banget dengan fitur DBS. Semalem gw harus transfer ke rekening bos gw di Kanada yang otomatis pake CAD (Canadian Dollar). Tadinya gw kira kalo gw harus aktifin rekening CAD dulu baru bisa transfer. Ternyata, nggak perlu. Jadi langsung aja dari akun IDR transfer duit ke sana. Hal ini berhubungan dengan aturan keuangan dalam negeri katanya, segala transaksi yg dilakukan di tanah air harus dalam bentuk IDR. 

Sebetulnya, secara teknis, hal ini sama saja dengan transfer ke rekening lain biasanya kan? Tapi, Jenius belum memiliki fitur transfer ke nomor rekening luar negeri (hanya dalam negeri saja) sedangkan Digibank bisa dan luar biasanya, ongkosnya 0. NOL rupiah. Kebetulan karena CAD termasuk dalam fitur DBS remit. Kalau untuk transfer di luar daftar ini sih akan kena charge yang gatau juga berapa persisnya. Tapi karena yang gw perlukan ada di sini ya gw bahagia 😍

Menurut websitenya, ini termasuk one day service. Pagi pukul 10 WITA gw transfer CAD (waktu di CA pukul 9 malam saat transfer), uang diterima bos gw sore hari waktu CA. Jadi emang bener one day servis sih ini.


Karena gw penasaran, gw tanya CS DBS perihal bisakah bos gw transfer langsung mata uang CAD ke rekening CAD gw (bukan rekening IDR Digibank) dan jawabannya bisa. Gw tinggal nyediain SWIFT code aja kayak bank transfer biasanya. Perkara teknisnya, kami belum pernah coba jadi nanti bisa gw update setelah coba fitur ini. 

I am amazed by these DBS features.

Jadi, apakah gw akan pakai dua digital bank ini? Sepertinya iya untuk saat ini. Gw masih pakai banyak fitur dari Jenius dan gw akan terus memaksimalkan Digibank DBS. Dua digital bank ini masih jauh lebih membantu kebutuhan gw dalam sekali kedipan mata dibandingkan bank-bank konvensional lain yang gw punya. 

Do you have one of these?

Comments

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu