Skip to main content

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

Perbedaan Fitur Valuta Asing Jenius BTPN dan Digibank DBS

Rove city center

Seperti yang gw pernah bahas segala macam tentang Jenius, gw paling terkesima dengan fitur valuta asingnya, terlepas dari segala macam berita hilangnya duit dari rekening Jenius. Sekarang gw punya Digibank dari DBS sebagai pembanding. Nggak ada maksud buat buka DBS sebenernya, tapi karena punya kartu kredit DBS jadilah yaudah buka Digibank sekalian biar bayar tagihan lebih gampang juga. 

Dari banyak opsi digital banking yang ada, gw hanya pakai dua ini dan ada beberapa perbedaan yang kerasa. Kali ini gw tulis soal valuta asingnya. 

Jenius punya rekening valuta asing dengan mata uang USD, SGD, HKD, EUR, AUD, GBP, dan JPY. Sedangkan untuk Digibank, mereka punya mata uang asing CAD, CHF, CNH, EUR, USD, HKD, JPY, NZD, SGD, AUD, dan GBP. Apa yang dimiliki Jenius, Digibank punya. Jadi untuk saat ini Digibank punya banyak mata uang asing daripada Jenius. 

Persamaannya, keduanya perlu untuk diaktivasi. Bedanya, Jenius tidak memiliki nomer rekening sendiri dan gabung dengan nomer rekening utama. Sedangkan Digibank, setelah aktivasi nomer rekening valas, pengguna akan mendapatkan nomer baru untuk rekening valas yang berbeda lagi dengan rekening utama. 

Tapi, fitur Jenius sudah bisa disambungkan ke rekening utama sebagai pembayaran lokal dengan mata uang tsb. Jadi misal nih ke Singapo, punya SGD di Jenius, nah akun valas SGD tadi bisa disambungkan ke kartu debit utama sehingga uang yang dipakai untuk transaksi di Singapore adalah SGD. Bukan lagi IDR. Jadi waktu tap tap untuk transaksi, yang terpotong di laporan ya menggunakan uang SGD. Sedangkan Digibank masih mengembangkan fitur ini. 

Khor Fakhan, Sharjah - UAE.

Nah soal beli-beli mata uangnya, keduanya tetep pake sistem jam operasional senin-jumat jam 9-5 sore. Bedanya, kalau Jenius hanya bisa dilakukan di jam tersebut. Di luar jam tersebut, toko tutup, transaksi jual maupun beli valas tidak bisa dilakukan. Kalau Digibank, masih bisa transfer di luar senin-jumat, hanya saja uang tetap masuk di hari sistem operasional. Kemarin gw coba isi ke rekening CAD sebesar IDR 250,000 hari jumat malam, ternyata masuk hari senin pagi hari.

Perihal transfer ke rekening luar negeri, Jenius masih belum mengembangkan fitur ini sedangkan gw terpana banget dengan fitur DBS. Semalem gw harus transfer ke rekening bos gw di Kanada yang otomatis pake CAD (Canadian Dollar). Tadinya gw kira kalo gw harus aktifin rekening CAD dulu baru bisa transfer. Ternyata, nggak perlu. Jadi langsung aja dari akun IDR transfer duit ke sana. Hal ini berhubungan dengan aturan keuangan dalam negeri katanya, segala transaksi yg dilakukan di tanah air harus dalam bentuk IDR. 

Sebetulnya, secara teknis, hal ini sama saja dengan transfer ke rekening lain biasanya kan? Tapi, Jenius belum memiliki fitur transfer ke nomor rekening luar negeri (hanya dalam negeri saja) sedangkan Digibank bisa dan luar biasanya, ongkosnya 0. NOL rupiah. Kebetulan karena CAD termasuk dalam fitur DBS remit. Kalau untuk transfer di luar daftar ini sih akan kena charge yang gatau juga berapa persisnya. Tapi karena yang gw perlukan ada di sini ya gw bahagia 😍

Menurut websitenya, ini termasuk one day service. Pagi pukul 10 WITA gw transfer CAD (waktu di CA pukul 9 malam saat transfer), uang diterima bos gw sore hari waktu CA. Jadi emang bener one day servis sih ini.


Karena gw penasaran, gw tanya CS DBS perihal bisakah bos gw transfer langsung mata uang CAD ke rekening CAD gw (bukan rekening IDR Digibank) dan jawabannya bisa. Gw tinggal nyediain SWIFT code aja kayak bank transfer biasanya. Perkara teknisnya, kami belum pernah coba jadi nanti bisa gw update setelah coba fitur ini. 

I am amazed by these DBS features.

Jadi, apakah gw akan pakai dua digital bank ini? Sepertinya iya untuk saat ini. Gw masih pakai banyak fitur dari Jenius dan gw akan terus memaksimalkan Digibank DBS. Dua digital bank ini masih jauh lebih membantu kebutuhan gw dalam sekali kedipan mata dibandingkan bank-bank konvensional lain yang gw punya. 

Do you have one of these?

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Melewati Pusuk Pass, Lombok

Kembali ke Pulau Lombok setelah dari Gili Air, kita pun 'turun' gunung menuju daerah selatan. Kita pun melewati Pusuk Pass atau orang suka bilang monkey forest. Tadinya sih dikira kayak kita masuk hutan trus yang banyak monyetnya, tapi ternyata jalanan pinggir tebing yang ada banyak monyet main-main disana. Sama persis kayak jalanan kearah rumah nenek. sampahnya nggak seharusnya disitu ya? Berhentilah kita disana. Takutnya monyetnya kayak yang di Bali itu, yang suka nyuri, eh ternyata nggak sih. Monyetnya anteng diem, makan mulu. Salah satu kesalahan pengunjung adalah memberikan makanan ke si monyet-monyet. Nggak apa sih kasih makan tapi plastiknya ya jangan dibuang disana juga lah. Sebenernya bukan dibuang disana sih, tapi monyetnya aja yang narik ngambil plastik makanan disana. Jadilah disitu kotor semua gara-gara plastik sisa makanan tadi. Eh namanya monyet ya masa iya bisa dikasih tau, 'hey monyet jangan buang sampah sembarangan!', kan ya nggak mun...

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...