Skip to main content

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Book : Jatuh Cintaku Pada Bumi Manusia



Gw tau buku ini justru dari H. Iya dari siapa lagi? Dia bilang katanya buku ini bagus, dia pengen baca. Ada berbagai macam versi bahasa kan ini. Tapi tak kunjung beli hingga akhirnya kemarin kok penasarannya memuncak dan pengen lah beli, kubelilah Bumi Manusia ini. Maksud hati beli versi Bahasa Inggris tapi nggak ada dong, yasudah. Padahal kalo beli versi Inggris kan ntar H bisa baca juga. 

Tapi membeli buku ini dalam versi Bahasa pun tak kusesali sama sekali. Sungguh ini buku bagus banget. Gw baca sample dalam Bahasa Inggris di kindle, terjemahannya bagus bener. Sama sekali nggak merubah esensi dan feel yang ada di buku itu. Begitu gw baca versi bahasa Indonesianya, ya tuhan! Gw jatuh cinta! Bahasa yang digunakan Pak Pram ini aduhai. Gimana ya? Seperti digunakan bahasa baku ala roman romansa tapi masih renyah dibacanya. Nggak kaku. Pinter amat sih nulisnya. Gw jadi iri banget.

Caranya mengutarakan "bercinta"
 
Gw udah jatuh cinta banget dari segi bahasa, penulisan, dan gayanya. Setelah mengenal setting lokasi dan tahunnya, makinlah ku jatuh cinta. Settingnya di awal abad ke-20 yang mana pergundikan dilarang sejak puluhan tahun lalu tapi masih ada juga aksi tersembunyi menyimpan gundik. OMG merinding lah ku dibuatnya. Disitu juga diceritakan gimana sih seorang Jawa yang sungguh sebenernya nggak bodoh dibandingkan Eropa, cuma aja dilarang mengenyam pendidikan kecuali beberapa keluarga pejabat. Jadilah terkesan bodoh, ya padahal cuma nggak tau sama seperti orang Eropa aja.

Gimana perlakuan kepada perempuan. Duh gemes lah gw! Gimana "pribumi" dimusuhi dan dianggap rendah. Eh itu rumah juga rumah pribumi, yang cuma "tamu" malah gatau diri. Gila ya! Gemes kan jadinya gw nih.

Sosok Nyai Ontosoroh begitu menamparku. Perempuan yang "dijual" bapaknya buat dijadiin gundik, bisa "menampar" pandangan orang tentang perempuan kala itu. Perempuan lokal jaman dulu kalo udah dijadiin gundik, biasanya dimusuhi orang karena ya nggak nikah secara agama, seringnya juga berakhir dibaptis, dituduh cuma cari enaena dan harta aja. Padahal jadi gundik juga nggak seperti yang orang pikirkan. Kalo beruntung ya dijadiin istri, kalo nggak beruntung ya.... begitulah.


Uniknya, Nyai Ontosoroh ini luarbiasa pinter karena akses yang diberikan tuannya terhadap pendidikan. Intinya si nyai ini nggak cuma urus rumah dan enaena aja tapi sampai urus perusahaan besar pula. Jarang kali itu. Bisa lah berdiri di kaki sendiri, tabungannya aja udah ribuan gulden yang kala itu belanja sebulan aja cukup 10 gulden bahkan kurang. Sungguh menginspirasi.

Hayo tebak ini foto di Surabaya bagian mana? 😄
 
Latar lokasi cerita diambil di Surabaya, sekitaran Wonokromo pisan. Gimana makin ga cinta coba? Gw pernah hidup di Surabaya dan juga familiar dengan beberapa set masa lalu yang ada di Surabaya.

Tokoh utama si Minke sebenernya ya. Setelah mengenal Minke, sekarang gw paham kenapa beberapa waktu lalu banyak orang protes yang bakal memerankan Minke adalah si Iqbal Dilan. Ya kita tunggu aja ya Minke versi Iqbal ini apakah memuaskan pembaca Tetralogi ini.

Buku ini buku kedua tercepat yang selesai kubaca setelah Persepolis. Semalem udah setengah buku aja. Sebegitu menariknya 😍 Harganya yang versi Indonesia 140ribuan, yang kindle versi Inggris USD 13.99. Kalau yang paperbook versi Inggris di periplus sekitar 270ribuan. Kalo yang bajakan yaaa 30ribuan. Tapi ada juga yang jual e-booknya 30ribuan.

 

Intinya satu sih, gw nyesel ga baca buku ini dulu-dulu. Nggak sabar buat baca Anak Semua Bangsa  💗 Btw tahun depan gw mau turunin aja deh reading challenge gw di goodreads. Masa iya 24 buku cuma kelar 7 buku 😓 Terlalu pemilih mah.

Gimana, ada yang udah baca buku ini juga?

Comments

  1. menarik ceritanya, bagus synopsisnya…
    thank you for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sungguh menarik kakak :)
      Thankyou for stopping by :)

      Delete
    2. Buku karangan yang lainnya juga tidak kalah menariknya. Pokoknya saya hampir punya semua deh.

      Delete
  2. Ya telat, saya sudah lama, dan hampir dibilang semua karangan Pram saya punya. Dulu untuk mendapatkan buku karangan pram, harus sembunyi, alias dijual dengan terbatas. Sebab buku-buku karangan pram waktu itu dibakar atau disita penguasa.dan saya mendapatkan buku, langsung dari rumah pram waktu itu. Membacanya harus dilanjutkan dengan buku lainnya, ada empat buah kalau tidak salah, semisal rumah kaca, jejak langkah dan anak semua bangsa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HUWAAAAAAAA mas bumi udah baca semua :O

      aku nyesel banget mas ini telat banget lah bacanya. sekarang lg baca yg kedua, anak semua bangsa. belom semalem udah baca 100 halaman aja. Saking kerennya gaya bahasa dan penulisannya pak pram nih. Ku jatuh cinta banget

      gimana itu kok bs dapet bukunya langsung dari penulisnya??? :O Tuh kan jadi iri lah aku. lebih iri lagi

      skg banyak di jual di mana2, cm yg anak smua bangsa ini yang susah abis dimana2

      Delete
  3. Judul yang ini belum baca, jadi penasaran pengen baca.
    D.waktu jajan buku nanti pengen coba cari-cari buku yang seperti ini.
    Oh ada ebooknya juga ya, Teh yang jual buku ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibaca kak dibacaa yuk cus. bagus banget deh. berbobot tapi nggak krasa berat banget. Beda sama Max Havelaar yang antep banget isinya.

      nda jual bukunya hehe coba cari di toko2 online, banyak kok yang jual e-booknya :) ada juga yang free download sih hehhe

      Delete
  4. Mbak, saya punya LENGKAP semua karangan Pramoedya Ananta Toer, ihik...


    #pamer

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men