Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda. Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami. Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah. Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...
Myanmar terkenal dengan sebutan old version nya dari Asia Tenggara. Dari segi perekonomian dan pengembangan kotanya sih nggak terlihat mencolok maupun tertata rapi. Kalau secara penampakan dibandingkan dengan Jakarta sih masih 11-12 lah. Ada gedung-gedung tinggi mencolok lengkap dengan brand mahal didalamnya, tapi tak jauh dari situ banyak perkampungan kumuh.
Sama halnya dengan makanan pinggir jalan, banyak dijual makanan dengan harga murah dan juga dengan level kebersihan yang ntah seberapa. Kalau dilihat sekilas sih mirip beberapa tempat makanan pinggir jalan yang ada di Indonesia, tapi ntah kenapa di Yangon terlihat lebih jorok. Jadi kita nggak berani terlalu dalam mencicipi. Padahal biasanya hajar aja.
Tapi dibalik itu semua, bangunan cantik dibelakangnya sangat menggoda dan menarik. Bangunan yang dibangun kolonial Inggris ini sangat cantik dan menarik karena masih pada bentuk dan posisi yang sama. Bahkan rute jalannya pun berbentuk "kotak". Sungguh sangat kurang asia sekali.
Sayangnya banyak pula yang tak terawat. Hanya ada beberapa bangunan yang terawat dan masih digunakan sebagai kantor maupun tempat pelayanan publik seperti bank, kantor imigrasi, tapi lebih banyak yang terbengkalai. Perjalanan mengelilinginya pun bikin tersesat karena tiap sudutnya terlihat sama lol.
Ada satu yang menarik hatiku, yaitu dimana ada masjid, gereja, sinagoge, temple, pagoda, klenteng juga di satu lingkungan yang sama. Bukan yang terlalu jauh jauh tapi ada di tempat yang tak jauh. Gw selalu cinta sama tempat ibadah yang letaknya berdampingan berdekatan mesra. Bayangkan aja ada suara adzan dari masjid bersautan dengan suara pujian dari pagoda, bel gereja yang berbunyi bersautan dengan lonceng dari klenteng dengan bau dupa khasnya (hanya sinagoge saja yang sunyi karena memang sepi aja).
Hal ini sangat unik dan menarik mengingat terkenalnya Myanmar dengan kasus rohingya nya. Ntah keoriginalitasan kasus Rohingya ini apa yang sebenarnya, gw juga nggak akan bahas disini karena gw nggak paham akar masalahnya daripada salah tulis. Tapi yang jelas keberadaan banyak tempat ibadah di satu lokasi yang sama ini unik.
Kata suami gw "Siapa bilang di Myanmar lu nggak bisa sholat di masjid? Nih buktinya masjid banyak bener disini. Ada lebih dari tiga nih. Tinggal pilih aja yang mana maunya". Ketika dia bilang begitu, disaat itu gw sadar, "Lho iya ya, kok banyak masjid disini ya??"
Dan OH! Aku suka sekali keluar masuk tempat ibadah orang lain untuk mengagumi betapa cantiknya dekorasi dalamnya dan juga makin bersyukur dengan apa yang kuyakini. Ntah kenapa, it works that way.

Weeeit, di antara kumuhnya Yangon, ada tempat ibadah yang duh bagus juga ya, Mbaaa ya.
ReplyDeleteOiyaaa, masalah Rohingya itu, sudah selesai belum sih, sekarang? ._.
Sepertinya sih belum, karena masih intense disana. Masih banyak peace keepers disana karena beberapa kota besar malah nda bisa dimasuki krn konflik yang ntah konflik apa. Yangon termasuk aman utk dikunjungi, tp kota2 dket perbatasan ndak bisa
Deletetapi bagus ya, mreka berjejer mesra gitu. suka bgt liatnya. kamu harus kesana deh :)
Baru tau gimana gambaran kota Yangon, aslik.
ReplyDeleteWahhh hehehe masih ada beberapa lain yg akan menyusul. Cantik kok yangon 😄
Delete