Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Koruptor Jangan Dipenjara

 
Siapa yang nggak kenal koruptor? Makin lama makin banyak daftar koruptor yang diajak bermalam di bui. Malang mencetak rekor banyak yang diciduk KPK dalam jangka waktu singkat.

Kalau sudah tertangkap, masuk TV diumumkan, mereka tetiba menampilkan sisi relijius mereka atau tiba-tiba sakit. Rupanya sisi relijius bisa muncul setelah ketahuan korupsi ya. Lumayan lah jadi ingat Tuhan. Ntah inget beneran atau ingat-ingatan aja.

Nilai korupsi mulai dari belasan juta hingga ratusan milyar (atau bahkan trilyun). Nyatanya, hukuman bagi koruptor nggak setimpal dengan kerugian yang rakyat derita. Ada yang cuma 6 tahun, ada yang 10 tahun, percaya atau nggak hukuman penjara mereka jauh lebih ringan daripada kasus pencurian ayam yang cuma sebiji.

Bukan tempat gw ngeracau soal hukum dan tetek bengeknya. Tapi rasa ketidakadilan itu makin lama makin bikin gila. Masa iya, udah dipenjara cuma singkat eh masih bisa pula plesiran keluar masuk penjara semacem penjara ini hotel aja. Hari ini ijin keluar buat ke dokter, besok nginep di hotel atau pulang ke rumah, besoknya lagi baru balik ke penjara. Ini penjara atau tempat bermain?

Rupanya definisi penjara harus diganti ini. Kalau koruptor bisa "main-main" di penjara, berarti orang yang nyuri ayam sebiji juga boleh dong "main-main" di penjara? Kalau penjara aja dipermainkan seperti itu, ya jelas aja koruptor nggak makin berkurang.

"Bro, nilep duit yuk"
"Ah jangan bro, ntar masuk penjara"
"Halah cuma brapa taun doang, lagian juga bisa kluar masuk. Status aja narapidana, tapi kebebasan tak terbatas"

Bisa jadi itu obrolan mereka ya. Menurut gw koruptor tuh jangan dipenjara. Percuma, nggak akan kasih efek jera juga. Kalau hukum mati kita konon katanya masih belum mampu karena nanti urusannya sama HAM. Jadi, kenapa nggak koruptor itu dimiskinkan, semua asetnya disita termasuk aset orang yang berkaitan pernah menerima uang tersebut (termasuk keluarga), suruh dia kerja sosial dengan gaji terendah yang bisa diberikan perusahaan, trus kasih status KORUPTOR di KTPnya, dan jangan kasih ijin untuk terjun lagi untuk urusan politik (atau urusan yang menyebabkan dia korupsi). Kalau itu dilanggar, asingkan mereka di pulau terluar Indonesia. Toh Indonesia pulaunya masih banyak yang belum berpenghuni. Sedikit saja dilanggar, kirim mereka ke pengasingan. Tanpa survival kit. Biar lah mati mati sekalian. Karena sudah ada peringatan juga kan untuk tidak melanggar. Dan tim terkait harus tinjau jumlah kekayaannya secara berkala. Per tiga bulan atau enam bulan. Jika ada penyimpangan dan ketidakjelasan dari kekayaannya maka harus diselidiki ulang dan ditindak.


Siapa sih yang nggak malu kalau punya status Koruptor tercetak di KTP nya? KTP kan selalu digunakan untuk keperluan apapun, jadi meskipun orang tidak mengenalnya tapi orang akan tau kalau dia koruptor dari KTP nya.

Gw rasa itu akan sedikit banyak memberikan malu kepada mereka daripada penjara. Penjara tanpa mengurangi aset kekayaan mereka tentunya masih bisa plesiran keluar masuk penjara. Penjara ibarat hotel sementara aja buat mereka.

Satu lagi, cabut paspornya. Jangan kasih ijin keluar dari Indonesia. Bikin mereka menderita sepanjang hidupnya sampai mati!

Jangan kasih kendor! Lawan korupsi.

Comments

  1. Iyaa nih makin banyak aja yang tersangkut dengan kasus korupsi ini, haduhh dan anehnya dia bisa nyaleg dalam pemilu.. Heran akutu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih eligible aja katanya "kasih kesempatan kan sudah berubah"

      Kapan jeranya kalo begitu kan??? Kesel akutu

      Delete
  2. Mbak korupai wae yuk, trus duite nggo munggah kaji

    Sopo ngerti diampuni trus entok surgo firdaus

    #ngokk #toyorpala

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak semudah itu flugoso wkwkwkwk

      Malang lho kakean dikorupsi saiki ga karuan blasssss kota e
      dari aku yg terdampak koruptor lol

      Delete
    2. Heeh yah, Malang kan sing anggota DPRD ne sak rombongan ketangkep. Ya ampun, kok kompak sekali. Pantas mendapatkan rekor MURI cirippa...

      Delete
    3. iyaa ditambah dg masalah sosial lainnya seperti macet dan juga banjir. sejenak kita mengheningkan cipta dan berujar "Ini malang apa jakarta????" lol

      Delete
  3. Semangat mbak, mari bersama-sama kita lawan mereka...mereka telah mengobrak-abrik kehidupan ekonomi dan moral kita...

    ReplyDelete
    Replies
    1. perlu kerjasama dari semua lapisan masyarakat ya mbak e :)

      Delete
  4. yg aku sebelin korutor sekarang kalo udah bebas bisa jadi caleg lagi
    ini yg makin gila
    sementara kita nyari kerja aja buat Jdi OB harus Pke SKCK
    dimana keadilan ini haduh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho? Iya ya? Apa para caleg ndak btuh SKCK????? Wah jd penasaran nih

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men