Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Koruptor Jangan Dipenjara

 
Siapa yang nggak kenal koruptor? Makin lama makin banyak daftar koruptor yang diajak bermalam di bui. Malang mencetak rekor banyak yang diciduk KPK dalam jangka waktu singkat.

Kalau sudah tertangkap, masuk TV diumumkan, mereka tetiba menampilkan sisi relijius mereka atau tiba-tiba sakit. Rupanya sisi relijius bisa muncul setelah ketahuan korupsi ya. Lumayan lah jadi ingat Tuhan. Ntah inget beneran atau ingat-ingatan aja.

Nilai korupsi mulai dari belasan juta hingga ratusan milyar (atau bahkan trilyun). Nyatanya, hukuman bagi koruptor nggak setimpal dengan kerugian yang rakyat derita. Ada yang cuma 6 tahun, ada yang 10 tahun, percaya atau nggak hukuman penjara mereka jauh lebih ringan daripada kasus pencurian ayam yang cuma sebiji.

Bukan tempat gw ngeracau soal hukum dan tetek bengeknya. Tapi rasa ketidakadilan itu makin lama makin bikin gila. Masa iya, udah dipenjara cuma singkat eh masih bisa pula plesiran keluar masuk penjara semacem penjara ini hotel aja. Hari ini ijin keluar buat ke dokter, besok nginep di hotel atau pulang ke rumah, besoknya lagi baru balik ke penjara. Ini penjara atau tempat bermain?

Rupanya definisi penjara harus diganti ini. Kalau koruptor bisa "main-main" di penjara, berarti orang yang nyuri ayam sebiji juga boleh dong "main-main" di penjara? Kalau penjara aja dipermainkan seperti itu, ya jelas aja koruptor nggak makin berkurang.

"Bro, nilep duit yuk"
"Ah jangan bro, ntar masuk penjara"
"Halah cuma brapa taun doang, lagian juga bisa kluar masuk. Status aja narapidana, tapi kebebasan tak terbatas"

Bisa jadi itu obrolan mereka ya. Menurut gw koruptor tuh jangan dipenjara. Percuma, nggak akan kasih efek jera juga. Kalau hukum mati kita konon katanya masih belum mampu karena nanti urusannya sama HAM. Jadi, kenapa nggak koruptor itu dimiskinkan, semua asetnya disita termasuk aset orang yang berkaitan pernah menerima uang tersebut (termasuk keluarga), suruh dia kerja sosial dengan gaji terendah yang bisa diberikan perusahaan, trus kasih status KORUPTOR di KTPnya, dan jangan kasih ijin untuk terjun lagi untuk urusan politik (atau urusan yang menyebabkan dia korupsi). Kalau itu dilanggar, asingkan mereka di pulau terluar Indonesia. Toh Indonesia pulaunya masih banyak yang belum berpenghuni. Sedikit saja dilanggar, kirim mereka ke pengasingan. Tanpa survival kit. Biar lah mati mati sekalian. Karena sudah ada peringatan juga kan untuk tidak melanggar. Dan tim terkait harus tinjau jumlah kekayaannya secara berkala. Per tiga bulan atau enam bulan. Jika ada penyimpangan dan ketidakjelasan dari kekayaannya maka harus diselidiki ulang dan ditindak.


Siapa sih yang nggak malu kalau punya status Koruptor tercetak di KTP nya? KTP kan selalu digunakan untuk keperluan apapun, jadi meskipun orang tidak mengenalnya tapi orang akan tau kalau dia koruptor dari KTP nya.

Gw rasa itu akan sedikit banyak memberikan malu kepada mereka daripada penjara. Penjara tanpa mengurangi aset kekayaan mereka tentunya masih bisa plesiran keluar masuk penjara. Penjara ibarat hotel sementara aja buat mereka.

Satu lagi, cabut paspornya. Jangan kasih ijin keluar dari Indonesia. Bikin mereka menderita sepanjang hidupnya sampai mati!

Jangan kasih kendor! Lawan korupsi.

Comments

  1. Iyaa nih makin banyak aja yang tersangkut dengan kasus korupsi ini, haduhh dan anehnya dia bisa nyaleg dalam pemilu.. Heran akutu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih eligible aja katanya "kasih kesempatan kan sudah berubah"

      Kapan jeranya kalo begitu kan??? Kesel akutu

      Delete
  2. Mbak korupai wae yuk, trus duite nggo munggah kaji

    Sopo ngerti diampuni trus entok surgo firdaus

    #ngokk #toyorpala

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak semudah itu flugoso wkwkwkwk

      Malang lho kakean dikorupsi saiki ga karuan blasssss kota e
      dari aku yg terdampak koruptor lol

      Delete
    2. Heeh yah, Malang kan sing anggota DPRD ne sak rombongan ketangkep. Ya ampun, kok kompak sekali. Pantas mendapatkan rekor MURI cirippa...

      Delete
    3. iyaa ditambah dg masalah sosial lainnya seperti macet dan juga banjir. sejenak kita mengheningkan cipta dan berujar "Ini malang apa jakarta????" lol

      Delete
  3. Semangat mbak, mari bersama-sama kita lawan mereka...mereka telah mengobrak-abrik kehidupan ekonomi dan moral kita...

    ReplyDelete
    Replies
    1. perlu kerjasama dari semua lapisan masyarakat ya mbak e :)

      Delete
  4. yg aku sebelin korutor sekarang kalo udah bebas bisa jadi caleg lagi
    ini yg makin gila
    sementara kita nyari kerja aja buat Jdi OB harus Pke SKCK
    dimana keadilan ini haduh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho? Iya ya? Apa para caleg ndak btuh SKCK????? Wah jd penasaran nih

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini