Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Tabunganku Di Mana-Mana

 

Bukan berarti gw kaya banget, duitnya banyak dimana-mana lol (di aamiin i aja deh semoga cepet kaya cepet bisa punya rumah, seisinya dan kawan-kawannya wkwk).

Jadi Tabunganku disini adalah produk tabungan yang ada disetiap bank. Produk ini produk "permintaan" pemerintah untuk ada disetiap bank agar rakyatnya ini ndak males menabung. Dengan setoran awal hanya 20ribu dan nggak ada fee bulanan serta dengan bunga ringan sekali. Enak kan? Udah nggak ada fee bulanannya, setornya bisa minimal 20ribu aja. Jadi nggak harus nunggu lama buat nabung. Punya duit dikit langsung disetorin deh.

Ada berapakah fitur Tabunganku yang kumiliki?

Ada 3!

Karena kerempongan seorang wanita yang tak usah disebutkan, tercetuslah beberapa rekening bank yang diperlukan untuk memajukan bangsa dan masa depan rumah tangga. Tiga diantaranya adalah Tabunganku yang ada di Bank BNI, CIMB, dan juga BCA. Masing-masing memiliki fitur tersendiri yang bikin kita mikir "Ah yaaa udah lah saling melengkapi jadinya ini".

 
keren kan yang CIMB

Tabunganku pertama yang kubuka adalah BNI. Tujuan awalnya untuk menyimpan uang tabungan. Fitur ini tidak ada ATM nya. Cuma buku aja. Jadi kalo mau transfer ke rekening lainnya harus ke teller dengan prosedur pemindahan buku (atau apa ya namanya). Terlihat seperti transfer biasa, tinggal isi lembaran transfer, datang ke teller dan sudah terpindah dengan sendirinya nanti. Tapi sejak tahun lalu (atau lebih tepatnya sejak kusadari), tabunganku ini bisa masuk ke list di ibanking yang sekaligus bisa transfer dari sana juga meskipun hanya ke BNI aja. Jadi kalau kalian punya ATM BNI yang jenis lainnya, hal ini menguntungkan karena kalau kalian butuh uang mendadak tinggal transfer via mobile banking atau ibanking ke BNI lainnya dan tinggal diteruskan saja butuhnya mau diapain.

Yang kedua milik CIMB. Buka ini karena baca-baca katanya bebas fee ambil duit dari CIMB di ATM manapun termasuk luar negeri. Yasudah kurasakan butuh. Kubikin lah ini. Kupilih yang tanpa buku, jadinya bisa langsung cek di mobile banking. Laporan bulanannya masuk via email. Beres kan. Nah fitur ini lebih menguntungkan bagiku karena fiturnya sangat mirip dengan kartu lain. Bisa transfer ke beda bank, kartu ATM nya nggak keliatan kalo punya Tabunganku, udah gitu tanpa fee bulanan, asik lah pokoknya. Kugunakan sebagai tempat duit pengeluaran bulananku. Cukup membantu.

Yang baru saja kubuka ini rekening tabunganku punya BCA. Milik BCA ini ada ATM nya, tapi nggak bisa transfer beda bank (hanya bisa mendapatkan transfer dari bank mana saja). Pengambilannya sebulan hanya bisa 3 kali saja. Basic banget lah. Dan emang seharusnya seperti ini sih ya kalo sesuai definisi Tabunganku.

Kenapa butuh usaha lebih untuk ambil duitnya? Ya karena emang tujuannya buat nabung dong. Biar nggak sebentar-bentar diambil. Kalo gampang ya sama aja kek kartu lainnya. Hanya saja dengan sedikit modifikasi seperti milik CIMB akan juga menguntungkan bagi penggunanya yang nggak mau bayar fee bulanan banyak lol!

Kita nggak bicara soal bunga ya, karena dengan sedikitnya biaya yang kita keluarkan tentunya juga berdampak pada rate bunga yang rendah. Bunga ini sih biasanya udah abis kepake buat fee transfer beda bank lol. Kalo mau yang syariah takut riba hmmm mungkin bisa tanya bank-bank syariah...? karena belum pernah sekalipun ku punya rekening bank syariah. Ato solusi lain, simpen bawah bantal 😂

Adakah dari kalian yang punya Tabunganku?

Comments

  1. untung saya mah ngga punya tabungan yang banyak seperti miliknya admin...
    saya mah cuma punya tabungan dosa yang lagi terus ditebus supaya ngga masuk nerakanya terlalu lama....#ehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh berat mang. Bs ikutan punya saya nitip ditebusin mang? 😆

      Delete
  2. Wahhh ema-emak mah kantongnya banyak yah..

    Mbok, aku ditransferi mbokan...

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men