Skip to main content

Boxing!

bisa wrap sendiri setelah 2 bulan Akhirnya gw nggak cuma mendambakan, "Ahh pengen boxing deh" tapi beneran bayar buat boxing. Udah beberapa bulan ngintip instagram tempat boxing deket rumah gw, udah berbulan-bulan disuruh H buat berangkat, akhirnya gw mantapkan hati "Yaudah lah cobain dulu sekali" yang ternyata gratis trial ya. Karena baru pertama kali, ya gw mau coba yang basic aja.  Setelah satu jam, penuh keringat, gw langsung aja "Mas, bayar dong bulanan".  Gw bener-bener orang yang nggak bisa olahraga sendirian. Karena kalo sendirian, gw pasti boongin diri gw sendiri "Ah kan ga ada yang liat, udah ah nggak kuat" konyol. Tapi kalau ada minimal, pelatihnya, kita udah engap pasti mereka teriak-teriak "10 MORE SECONDS! AYO AYO BISA!!!" Kek malu lah kalau nggak lanjut, yekan? Plank dari cuma bisa 10 detik, jadibisa 20 detik, 30 detik, jadi 40 detik, gara-gara "AYO KAK BISAAAAAA!!!" Antara sebel, kesel, tapi ya seneng 😆 Jadi m

How I Deal With Plastic Waste Recently

 
 
Ceritanya, kita udah berusaha untuk diet plastik. Mengurangi penggunaan plastik kresek ketika belanja (beneran bawa tas sendiri), mengurangi pemakaian sedotan plastik, mengurangi apapun yang menggunakan plastik. Sebisa mungkin begitu. Tapi akhir-akhir ini kusadari kalau ternyata sampah plastik rumah tangga itu nggak sedikit. Dikit-dikit buang plastik. Contoh aja ya, plastik deterjen sekilo itu paling nggak sebulan 2 kali, bungkus pewanginya sebulan juga 2 bungkus, trus plastik mi instan, plastik bungkus barang paketan, bungkus minyak goreng, botol plastik minuman, gelas plastik beli kopi atau minuman, botol plastik deterjen yang nggak ada isi ulangnya (meskipun ada juga bungkusnya plastik), botol-botol saus kecap dll, ada pula karton susu yang tiap minggu paling nggak satu karton satu liter itu. Seriously, ini banyak banget dong sampah plastik ini.

Miris kan, apalagi kita yang cuma remah-remah rengginang dalam kaleng kongguan ini bukanlah siapa-siapa, paling nggak harus berusaha lah nggak membebani bumi ini lagi dengan plastik yang nggak bisa dicerna bumi sampai ratusan tahun. Jadi jiwa kepedulian gw lagi membara, tercetuslah ide untuk membersihkan dan memilah waste ini. Jadi gw beli keranjang 3, sementara ini. Keranjang cucian kotor itu, gw isi plastik khusus botol, karton khusus karton susu itu, plastik-plastik bungkus barang rumah tangga semisal deterjen.


Rencananya, bakal dipake buat numpak Suroboyo Bus 😂 btw ini bukan tulisan buat kompetisi Suroboyo Bus ya (wes telat!). Tapi emang tetiba kepikiran naik bis ini keliling Suroboyo cuma bayar pake plastik botol. Keren tah yo (kalo ga males ya otong2 botol plastik akeh teko Malang). Tapi kalau emang nggak gitu ya mau dijual ke Bank Sampah Malang deh. Berapa jumlah penjualannya? Ya paling sedikit banget, tapi fokusnya bukan ke duitnya tadi, tapi ke penyaluran sampah plastik yang larinya nggak ke sungai, laut atau manapun deh. Mungkin dijadikan hasta karya, bisa juga diolah jadi bentuk lain, bisa juga diapa-apain yang jelas nggak dibuang seketika.

Bumi lho yang menghuni ya kita-kita ini. Kalau kita nggak jaga, yo siapa yang mau jagain lho?? Ekosistem kalo seimbang, semuanya juga bakal imbang dan aman kan? Kesian lho liat ikan-ikan burung-burung laut isi lambungnya kok plastik semuanya 😔 Ya emang sih yang sulit pasti konsistensi dalam menjaga niat mengurangi penggunaan plastik. Gw berterimakasih banget kalo pas beli-beli sesuatu ditawarin dulu "mau pake plastik nggak?" karena kadang orang asal aja kasih plastik dan nggak mau kalo dibalikin plastiknya.

Nggak usah ngotot banget deh ngurus yang besar, ngurus sampah plastik diri sendiri aja dulu. Perubahan besar dimulai dari perubahan kecil kan?

Btw McD udah mulai kasih tulisan "#MulaiTanpaSedotan" di deket tempat saos itu yang menurutku improvement. KFC juga kayaknya

Comments

  1. Kalau saya punya lahan yang lumayan luas, ingin rasanya membuka bank sampah. Untuk mengurangi plastik, benar-bener sulit. Apa-apa sudah terbuat dari plastik seh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buka aja bang. Lumayan bs dikumpulin dlu kan, gatau deh ntr buat karya recycle ato apa lah yang pentign ga lngsung dibuang apalagi ntr ujung2nya ke laut :(

      apa2 dari plastik emg, sulit buat hindari pemakaian plastik. repot juga kan ya

      Delete
  2. coba di Indonesia diterapkan juga tuh membuat aspal pakai plastik. karena inggris dan belanda udah coba bikin aspal pakai limbah plastik, jadi bisa mengurangi limbah plastik yang ada di bumi. tapi memang kalau dipikir-pikir, ngubah kebiasaan untuk tidak menggunakan plastik itu susah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. OIYA betul! Ada aspal dari plastik ya. katanya malah lebih kuat gitu. ya secara juga si plastik betah idup ratusan taun kan ga gampang terurai :/

      emang susah si merubah kebiasaan. aku juga kalo pas ga disiplin gt buang aja ga dipisah, abisnya nyesel :( trus disiplinin diri lagi. niatnya kudu kuat :D

      Delete
  3. Hmmm, menginspirasi sekali. Jadi malu, saya masih ogah-ogahan, bahkan masih belum terlalu perduli pada hal seperti ini, beli ini itu dikasih pakai plastik, y cuek saja. Padahal itu berdampak jangka panjang ya bagi bumi kita...apalagi kalau buang sampahnya sembarangan. Terima kasih mbak, postnya mengingatkan saya agar lebih peka lagi.

    Tapi btw, di sini ada kalimat remah-remah rengginang dalam kaleng kongguan, lha di post terbaru saya saya juga menyebut serasa jadi bubuk rengginang, kok bisa pas gitu ya? Hehehe.

    saya follow blognya y mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. MUAHAHAHAHAHA apakah kita fans garis kerasnya rengginang??? atau memang rengginang sangat merakyat?? hahahha

      harus saling mengingatkan mas :) kasian buminya, kasian masa kemaren liat video si penyu idungnya kemasukan sedotan plastik panjang bgt. berdarah2 dia, pasti sakit banget ga bs nafas itu :(

      smoga masnya bisa diet plastik ya, meskipun kita pasti blm bs 100% bebas plastik, setidaknya dikurangi dikit2. baby step begitu hehehe

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Menjadi dotcom

Few days ago, I wrote what I want to do on early 2017. And one thing has been done today. What is that? Tarararaaaaaaa.... silverestrella.com As I promised myself, now this blog has been upgraded to dotcom. I found a domain hosting through Mas Adhi . He wrote that when I was looking for hosting for my blog. So thank you so much, you came on right time hahaha Dibilang alay ya udahlah nggak apa-apa, yang jelas seneng akhirnya bisa upgrade jadi dotcom yeyeyeyeee