Skip to main content

Makanan dan Bahasa Pengobat Rindu Kampung

Soto ayam di Seleraku - DXB Gw demen banget makan atau cobain makanan baru. Sebenernya lebih ke lidah gw aja gampang nerima rasa baru dari makanan selain Indonesia. Tapi ketika jauh dari rumah, akhir-akhir ini gw sering tiba-tiba craving  makanan Indonesia. Kayak susah ditahannya aja. Apalagi waktu sebulan di sana, rasanya tiap hari pengen nangis gara-gara pengen makan sambel coba. Tempat yang kebetulan sering banget gw datengin ya Dubai. Di sana kita udah nemu satu restoran Indonesia yang rasanya Indonesia banget. Seleraku namanya. Kenapa gw bilang Indonesia banget? Cuko pempeknya nggak kalah dari Pempek Palembang asli. Bakso Malangnya, ehmmmmmm mantep! Makanan yang lainnya tentu saja nggak kalah rasanya.  Bakso Malang Kemarin, terakhir kali gw ke sana, kebetulan bareng dengan banyak orang Indonesia. Kayak mereka ngumpul-ngumpul bareng gitu. Ada yang ngerayain ulang tahun, ada yang ngerayain hal-hal kecil dalam hidup, ada yang sekedar melepas rindu kampung halaman untuk sekedar memuas

Magical Places I Would Love To Come Back Again and Again

 

So far, there are three magical places that I would love to come back again and again. I thought they wouldn't be that special but I was wrong. They are :

Bromo


First time I went to Bromo was 5 years ago (I think) with my Korean friend and it was my birthday present lol. At that time Bromo look so stunning for me although it was a real hard work for me to reach the top of it. I know I am not a big fan of climbing the mountain (although Bromo has stairs there to reach the top, how lazy I am). Going to the top of mountain always tiring and was always give me feeling "Don't climb. You gonna be so tired". But it's all paid off when you reach the top. Waiting for the sunrise always challenging. It is always freezing cold, always crowded during a special ceremony, but again it will be paid off when you see the sun rising and see the villages down there. Whenever I met people who came from countries with 4 seasons, they said "It is cold Pris but not that cold". F*ck you dude! I cant feel my legs.

 
rindu bromo dan ingin mengunjunginya lagi

Ubud

 

Another magical place that I am in love with is Ubud. Definitely the land of the gods. A long time ago I wonder why people love to go back to Bali. Bali is a real mainstream island that I don't think I would come back because it is too mainstream. Oh well oh well I was wrong. I was there last time for a month and it was so great. And another month after that it always calls me back lol. Unfortunately, the seafood prices are still higher than Bangkok lol. But Ubud will always be my "home".

 

Istanbul

 

 
meskipun komposisi ga pas, pantat mereka kepotong, yasudahlah. kusuka tapi kecewa sama jepretan sendiri hmmm 

Istanbul is the real magic. Somehow, it dragged me back to thousand years ago where the byzantine conquers this city for so long. At first, I have no idea that it could be this magical. I went there to see my parents in law. I didn't expect it will be this magical for me. I was so excited to go there to see my parents in law but wasn't that excited about the city. At all. And especially after the airport mess (believe me this airport sucks), long line in immigration and mine took longer than other people (guess because so many Indonesians went to Syria from Istanbul), I wasn't really in the mood. But the moment I leave the airport, OMG! And when we stroll around the old city that evening to find some food for dinner, I knew that this city stole my heart. And so many cats, the nicest to the worse, the thin to the fat ones, the small to the big ones, they are all there. We spent almost 2 weeks there and I just love it. It is magical especially Hagia Sophia. Man this place is so 😍 A great building that witness the great time.



Those places always calling me to go back again and again. The list might goes on... but so far these three are magical. How about you?

Comments

  1. My magical places I'd like to always come back... My bed. Hahahhaah :D
    I like to travel but I don't travel much. Mostly because I'm too scared to travel alone. Haha. Tapi terakhir aku sempet kabur dari rumah ke Bali hahahah sampe di sana tengah malem.. oke abis itu bingung keluar dari airport gimana. And it was my first time traveling alone dan sempet kaget saat banyak bapak2 nyamperin nawarin transport. Karena biasa dijemput, ini gak dijemput siapa2. Hadeh...

    Eh lah malah curhat di mari. Maapkeun.. 🙏🏼
    Eh eniwei, your photos are cool!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aww thank you for compliment :)

      gosh! I forgot to mention bed above. That is definitely my favorite place too haha!

      sometimes traveling alone is needed lol. Cuma kudu hati2 aja sih, banyak orang serem. Tapi banyak jg orang baek kok wkwkwk. Coba lebih milih mana solo traveling apa traveling bareng orang yang nyebelin? hahahah!

      Salam kenal ya :)

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Menjejakkan kaki di Bromo

Puluhan tahun hidup sebagai warga Jawa Timur, namun baru pertama kali menjejakkan kaki di Gunung Bromo. Bertepatan dengan upacara Kasada yang terjadi satu tahun sekali dan bertepatan dengan bulan purnama (semoga nggak salah kasih info), sekitar akhir bulan Juli tahun 2015.  Gunung Bromo merupakan gunung yang bertetangga dengan gunung Semeru. Jika kita pergi kesana, maka akan melihat banyak tulisan BTS -yang saya kira Behind The Scene-, ternyata adalah Bromo Tengger Semeru. Tidak hanya melihat gunung Bromo seorang, disana kita akan disajikan jejeran gunung-gunung kecil disana. Ok.. first of all mari dimulai dari berangkat ke Bromo. Menuju Bromo bisa menyetir motor sendiri, bisa juga menyewa tour dari titik keberangkatan (seperti yang saya lakukan), bisa menggunakan ojek seharga 100ribu per ojek sepuasnya, bisa menyewa jeep dari titik mula menuju Bromo (dengar-dengar sih harganya 600ribu/jeep, satu jeep bisa untuk 4-6 orang tergantung ukuran badan orangnya heheh). Jeep yang saya

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

SUDAH (setengah) VAKSIN COVID!

Belum bisa dibilang sudah selesai sih, tapi menuju selesai. Tanggal 29 Mei gw memberanikan diri datang ke RS Surya Husadha Sanglah untuk vaksin covid pertama kali. Bukan karena gw nggak berani vaksin, bukan! Tapi gw berdoa semoga dapet jatah vaksin karena per hari kuotanya hanya 200 dosis. Gw vaksin pakai AstraZeneca dan tentunya gratis. Btw keinginan untuk vaksin ini makin gede karena temen-temen deket gw udah dapet vaksin di minggu gw dapet vaksin. Iya, gw kompetitif. Soalan vaksin aja gw kompetitif banget 😂 Jujur gw iri banget sama temen gw yang dapet vaksin duluan. Jadi yaa... 😎 Rencana gw berangkat jam setengah 8 gagal karena gw bangun jam 8 kurang seperempat 😓 Selesai mandi dll, pukul 8.15 gw berangkat ke RS. Nggak jauh RS nya cuma 8 menitan. Sesampainya di sana, kok di meja ada tulisan "Vaksin tutup" Harah mak deg . Ternyata itu cuma kertas pengumuman kalau kuota sudah terpenuhi. Ditanyain udah booking atau belum, lah gw ga nemu link booking dari kemarinan. Untungny