Skip to main content

Jancok!

 

Adakah yang bereaksi "Ih dosa mengumpat!" ketika mendengar kata ini?

Kata sumpah serapah ini beken di Jawa Timur. Mungkin bagi orang luar Jatim ada yang nggak tau atau bahkan nggak kenal kata ini. Kalaupun kata ini terdengar di luar Jatim, bisa dipastikan pembawanya adalah orang Jatim (atau orang yang pernah tinggal di Jatim dan terpengaruh oleh orang sekitarnya) terutama Surabaya, Malang, Pasuruan dan sekitarnya.

Pertama kali kenal kata ini dan mengucapkan kata ini, waktu SMP. Karena waktu SD deket rumah, orangtua, guru-guru jadinya agak saru mengucapkannya. Waktu SMP, sekolah agak jauh dikit, kenal "berandalan" yang bawaannya cak cuk an akhirnya ikutlah ngomong cak cuk an. Tapi tetep dong nggak dibawa kerumah, karena pernah ketahuan dan ditabok aja mulut ini.

Banyak versi asal mula kata Jancok ini. Ada yang versi Belanda, versi Jepang, Arab, Jawa sendiri, apapun versinya, masyarakat kala itu setuju bahwa kata ini sebagai kata umpatan yang universal.

Selayaknya Bahasa Jawa dengan tingkatan bahasa dan kesopanannya, sumpah serapah ini pun memiliki tingkatannya tersendiri. Jasik adalah tingkatan terendah dari sumpah serapah ini. Kata ini diucapkan ketika ingin mengumpat tapi tak ingin terdengar mengumpat (atau nggak pengen dimarahin orangtua), biasanya bernada guyonan. Satu level diatasnya ada kata Jancik, yang masih sedikit terdengar sopan ala kupu-kupu yang amarahnya nggak sebegitu kuat. Diatasnya lagi ada kata Jancuk, yang level marahnya udah lumayan, udah agak mendidih. Nah kalo Jancok udah mulai panas bener ini. Kata ini biasanya diucapkan ketika marahnya udah meledak-ledak. Sedangkan ada satu kata buyutnya lagi nih yang super marah banget yaitu Mbokne Ancok. Iya, kalo udah ngomong kata ini biasanya si pembicara sudah amat sangat marah. Nggak bisa lah disiram pake air buat menyadarkannya. Biarkan aja dia meluapkan emosinya dulu.

Level Jancik, jancuk, jancok digunakan untuk penanda level kepedasan nasi goreng di banyak tempat.

Memang, kata umpatan ini seringkali dilarang orangtua untuk diucapkan. Sampe dibilang dosa lah kalo ngomong kata-kata ini. Bener-bener forbiden word to say. Padahal dosanya bukan di jancuk nya tapi di emosi, amarahnya. Tapi semakin mendewasa, semakin bisa kurasakan ada dualitas di satu kata ini. Satu bermakna umpatan, satu juga bermakna keintiman. Ungkapan kedekatan untuk biasanya memanggil "orang terdekatnya". Misal "Nang endi ae koen cok?" (translate : Kemana aja kamu hey?). Atau "Cuk cik angele ujiane iki" (translate : Duh susah bener ujiannya ya?). Terlebih lagi ketika berhasil memahami dan memaknai enaknya hidup woles, kata ini lebih terdengar positif dan santai menghadapi sesuatu (thanks to Sujiwo Tejo).

Dikirim teman, mungkin dari twiter. Ilustrasi ini keren banget menurut gw. Gambarnya di zoom aja biar keliatan besar dan jelas keterangannya.

Kenapa gw tulis soal kata ini? Karena kemaren dikirimi temen gambar diatas ini. Sebenernya keliatan seperti memberikan label dan stigma terhadap kota-kota di Indonesia. Nggak sebegitu bagus untuk melabeli, tapi ntah kenapa keterangan yang ada di situ juga ada benarnya juga. Tetep nggak semuanya ya, tapi gambaran umum yang sering terlihat di masyarakat karena terpengaruh budaya juga. 

Mata gw pertama langsung menuju NASI PADANG dong. Ketauan liatnya pas laper. Trus coba cek aja ke Jawa Timur yang isinya ternyata cuman cok, cuk, coeg, jancuk, dan berbagai turunannya. Nggak ada artinya, tapi bagi gw cukup menunjukkan betapa humorisnya orang Jawa Timur ini dalam menghadapi hidup πŸ˜‚ Somehow, gw bangga aja dengan kejancukan itu.

Jadi, menurutmu yokpo cok? πŸ˜‹

Comments

  1. Kalau saya sendiri lebih condong kalau jancuk itu sebenarnya sebuah nama tank tempur Belanda. Terus berkembang menjadi sebuah umpatan. Ya mirip umpatan orang jawa tengahan yang menggunakan nama hewan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh yang tank itu aku juga pernah baca. Jan Coek kalo ga salah ya. krn keadaan akhirnya ngode2 kl belanda dtg pake nya jancuk itu td (seingetku gt)

      ini slh satu ungkapan mesra menurutku skrg hahaha

      Delete
  2. Ihh ngomong saru, tabok nih !

    Cuk !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jagalah mulutmu itu cuk!

      πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat.

Why?
Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍

gambarnya lucu 😁  taken from internet

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah.

Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas.

Pic source is here
Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini bukan ak…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal2 yg diujikan.Dimulai dari EPS TOPIK. jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin yg singkat karena ingin segera berangkat. Akhirnya banyak cara haram yg mereka lakukan. Kebanyakan juga berangkat dari agen2. Malah ada yg lulus tanpa ujian. Keren kan!!??!! Tapi di Korea dia mlongo.Nah karena persiapan singkat, kebanyakan juga memprediksi soal yg keluar adalah soal yg dasar untuk kehidupan sehari2. No no no. Justru yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. B…