Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Tentang (Bahasa) Korea

 

Apa yang pertama kali kepikiran pas denger kata Korea? Hemm mungkin Kpop? Atau alay? Nggak bisa dipungkiri juga sih banyak KPopers yang sungguh ngegasnya luar biasa. Dulu kita termasuk golongan yang "selow". Cukup mencintai bias masing-masing di satu boyband dan berlaku adil kepada lainnya. Lambat laun, kelas kita mulai jadi random KPopers. Udah mulai oke lah welcome sama yang lainnya dan menikmati lainnya. Nah trus sekarang sih gw masih nonton drama Korea karena perlu tapi udah jarang banget update soal musik-musik dan idol terbaru. Jadi udah mulai netral.

Tapi gw bukan garis keras lah. Karena kalo yang garis keras pasti berusaha mati-matian beli album artis idolanya dan segala pernak perniknya dan bahkan rela mengeluarkan uang jutaan lah untuk konser dll. Nggak masalah. Asal duit mampu buat itu. Kalo gw cenderung cari untungnya dari suka Korea ini mulai dari bantu temen jualan merch Korea sampai ngajar Bahasa Korea dengan segala tetek bengeknya dong. Ga mau rugi.

Nah soal bahasanya, ini bahasa bener-bener kek bahasa penuh dengan perasaan. Makin lama makin sebel banyak banget aturan yang nggak baku. Tapi ya karena banyaknya itu sebenernya justru lebih gampang mendefinisikan atau mengetahui perasaan dan pandangan orang terhadap apa yang diutarakannya. Ribet juga kan?

Sampe sekarang gw masih belajar terus improve kemampuan ini. Daripada udah belajar tapi sia-sia nggak dapet apa-apa kan. Bahasa Korea ini mirip bahasa Jawa lah yang punya level ngoko sampai kromo paling alus. Kalau jelasin ke murid yang orang Jawa, gampang. Tapi kalau yang orang luar Jawa, bingung jelasinnya. Orang Korea cenderung nggak mau kalo nggak diperlakukan dengan sopan. Jadi ya jangan heran kalau pertama kali ketemu yang ditanyain umur 😃

Bentuk tulisannya sih gampang banget, bacanya gampang, itulah alasan pertama kenapa gw belajar Bahasa Korea karena ya bacanya lebih gampang daripada Jepang dan Mandarin. Cuma cukup mampus aja pas masuk gramatikanya. Riweh.

Tapi meski begitu, makin lama makin banyak yang minat belajar bahasa ini lho. Bukan hanya untuk gaya-gayaan karena  KPopers tapi karena tujuannya untuk sekolah dan kerja. Dan udah semakin jarang banget gw ngajar orang yang murni cuma karena KPopers aja. Mereka pasti tujuannya kalo nggak sekolah, kerja, ya penunjang skill bahasa lainnya yang nanti bisa jadi kepakai suatu saat nanti.

Nah kalau kalian ingin melancarkan kemampuan bahasa kalian, rajin-rajinlah nonton drama, reality show atau film. Karena dialog drama sehari-hari akan sangat membantu menambah vocab baru dan juga mengenal ekspresi atau idiom yang mungkin nggak ada di buku. Kalau lagu... bisa sih, tapi lagu cenderung menyesuaikan irama dan nada jadi kurang memperhatikan estetika gramar bahkan sering penggal semau sendiri aja. Pengalaman lho kita berantem sama Orang Korea yag ngajarin kita gara-gara bahasa dalam lagu. Ngotot sama orang asli sana 😁

Tulisan ini ditulis dengan pengharapan Pemerintah Korea Selatan mengabulkan permintaan Presiden RI untuk mencabut visa ke Korea Selatan untuk WNI 😇 Sungguh ku berharap sangat lol!

Comments

  1. kalau saya sih begitu denger kata Korea yang kebayang pasti nami islandnya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awww winter sonata ya? :)

      keknya pas dikunjungi pas musim gugur semi gitu ya hehehe

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…