Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Tentang (Bahasa) Korea

 

Apa yang pertama kali kepikiran pas denger kata Korea? Hemm mungkin Kpop? Atau alay? Nggak bisa dipungkiri juga sih banyak KPopers yang sungguh ngegasnya luar biasa. Dulu kita termasuk golongan yang "selow". Cukup mencintai bias masing-masing di satu boyband dan berlaku adil kepada lainnya. Lambat laun, kelas kita mulai jadi random KPopers. Udah mulai oke lah welcome sama yang lainnya dan menikmati lainnya. Nah trus sekarang sih gw masih nonton drama Korea karena perlu tapi udah jarang banget update soal musik-musik dan idol terbaru. Jadi udah mulai netral.

Tapi gw bukan garis keras lah. Karena kalo yang garis keras pasti berusaha mati-matian beli album artis idolanya dan segala pernak perniknya dan bahkan rela mengeluarkan uang jutaan lah untuk konser dll. Nggak masalah. Asal duit mampu buat itu. Kalo gw cenderung cari untungnya dari suka Korea ini mulai dari bantu temen jualan merch Korea sampai ngajar Bahasa Korea dengan segala tetek bengeknya dong. Ga mau rugi.

Nah soal bahasanya, ini bahasa bener-bener kek bahasa penuh dengan perasaan. Makin lama makin sebel banyak banget aturan yang nggak baku. Tapi ya karena banyaknya itu sebenernya justru lebih gampang mendefinisikan atau mengetahui perasaan dan pandangan orang terhadap apa yang diutarakannya. Ribet juga kan?

Sampe sekarang gw masih belajar terus improve kemampuan ini. Daripada udah belajar tapi sia-sia nggak dapet apa-apa kan. Bahasa Korea ini mirip bahasa Jawa lah yang punya level ngoko sampai kromo paling alus. Kalau jelasin ke murid yang orang Jawa, gampang. Tapi kalau yang orang luar Jawa, bingung jelasinnya. Orang Korea cenderung nggak mau kalo nggak diperlakukan dengan sopan. Jadi ya jangan heran kalau pertama kali ketemu yang ditanyain umur 😃

Bentuk tulisannya sih gampang banget, bacanya gampang, itulah alasan pertama kenapa gw belajar Bahasa Korea karena ya bacanya lebih gampang daripada Jepang dan Mandarin. Cuma cukup mampus aja pas masuk gramatikanya. Riweh.

Tapi meski begitu, makin lama makin banyak yang minat belajar bahasa ini lho. Bukan hanya untuk gaya-gayaan karena  KPopers tapi karena tujuannya untuk sekolah dan kerja. Dan udah semakin jarang banget gw ngajar orang yang murni cuma karena KPopers aja. Mereka pasti tujuannya kalo nggak sekolah, kerja, ya penunjang skill bahasa lainnya yang nanti bisa jadi kepakai suatu saat nanti.

Nah kalau kalian ingin melancarkan kemampuan bahasa kalian, rajin-rajinlah nonton drama, reality show atau film. Karena dialog drama sehari-hari akan sangat membantu menambah vocab baru dan juga mengenal ekspresi atau idiom yang mungkin nggak ada di buku. Kalau lagu... bisa sih, tapi lagu cenderung menyesuaikan irama dan nada jadi kurang memperhatikan estetika gramar bahkan sering penggal semau sendiri aja. Pengalaman lho kita berantem sama Orang Korea yag ngajarin kita gara-gara bahasa dalam lagu. Ngotot sama orang asli sana 😁

Tulisan ini ditulis dengan pengharapan Pemerintah Korea Selatan mengabulkan permintaan Presiden RI untuk mencabut visa ke Korea Selatan untuk WNI 😇 Sungguh ku berharap sangat lol!

Comments

  1. kalau saya sih begitu denger kata Korea yang kebayang pasti nami islandnya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awww winter sonata ya? :)

      keknya pas dikunjungi pas musim gugur semi gitu ya hehehe

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter