Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Maingalarpar Yangon


"Jadi besok ke Bangkok?"
"Iya trus lusanya ke Yangon"
"Myanmar?"
"Iyalah"
"What the why Yangon?"

Tak pernah terbayangkan akan mengunjungi negeri ini. Pernah sih ngebayangin, tapi cuma ke Bagan. Lainnya nggak. Kesini juga nggak direncanakan karena tiba-tiba ada kerjaan mendadak. Yaudah deh dateng lah kesini. Negeri yang terkenal dengan kasus Rohingya nya ini terkesan serem (Ya nggak?). Tapi Yangon.... aman-aman aja kok. Meskipun memang di beberapa wilayah memang restricted area yang tidak bisa dimasuki kecuali jika kalian adalah aid worker atau orang yang berkepentingan.

Banyak yang nanya kenapa kesana kan nggak bagus. Ya menurut kita sih, sejelek-jeleknya tempat pasti punya kecantikan tersendiri. Kecuali kalo emang kamu bisa masuk tapi nggak bisa keluar itu barulah bahaya. Ini juga karena dia ada kerjaan sih disana, jadi sekalian.

Yangon itu ibarat kotalamanya ASEAN. Cantik banget sumpah. Buat yang suka bangunan kolonial atau semacem heritage begitu, tampilan kota ini bener-bener luar biasa. Karena kolonialisasi Inggris beberapa waktu ya secara otomatis bangunan mereka ala Inggris juga. Kalau di Indonesia kan rata-rata model Belanda ya.

Sofaer Building, bangunan yang dibangun oleh trader yahudi asal Iraq
 
First impressions nya apa? Ini WOW banget.

Macet

Jakarta hobi macet kan? Ini lebih dari itu. Nggak ada taksi meter ya, jadi harus pinter-pinter nawar harga taksi.

Panas

Panasnya nggak bikin berkeringat banget, tapi bikin hampir pingsan. Kemaren coba strolling downtown nya sendirian. No wifi tentunya. Suhunya sih 30an lah standar asia tenggara, tapi teriknya luar biasa. Saking pusingnya sampe hilang arah ga bisa baca peta bahkan gatau sedang berada di posisi mana padahal maps ditangan dan dibuku. Tau kan kalo penduduk asia tenggara itu cinta mati sama AC? Nah AC disini kebanyakan menggila banget dinginnya. Coba bayangkan gimana rasanya abis panas banget diluar langsung masuk ke ruangan ber AC yang super dingin trus keluar lagi ke panas super? Sakit otak. Hampir pingsan lah kemaren itu, kayak badan nggak menerima keekstriman ini. Untung survive dan buru-buru balik hotel. Pingsan tengah jalan bahaya dah. Jadi hati-hati kena heatstroke dadakan. Tetap hidrasi tubuh, kalau perlu bawa payung karena hampir tiap orang pake payung.

 


Nyawanya 7

Karena, lampu stopan nggak fungsi lah buat orang yang mau nyebrang. Mereka trabas aja lah. Lebih parah dari sini sumpah. Mereka nyebrang ga liat kanan kiri tapi mobil yang kudu ekstra hati. Mobilnya nyetir super cepet, yang nyebrang santenya setengah idup nggak mau tau deh. Jadi menurut kita nyawa mereka ada 7. Takut nyebranglah aku.

 Masala chai ini enak, teh India gitu

Kumuh

 

Lingkungan kumuh dimana-mana. Jadi cukup berhati-hati saja ketika penasaran iseng cobain "teahouse" ala Myanmar dijalanan ini. Makanan harganya all you can eat cukup 1 dollar saja. Tapi ya kalau perutnya macem gw sih gapapa yang tahan banting, semua dimakan ga gampang sakit perut. Tapi kalau tipe-tipe yang mudah sakit, mending jangan deh. Karena ya gw liat sendiri dong, gelas bekas minum orang itu nggak pake dicuci sabun atau air mengalir gitu, tapi cuma dicelupin ke kobokan depan mata dan nggak diangkat tapi dibiarkan celup disitu. Kita kan nggak tau ya bakteria jenis apa yang ngetren disana, ngeliat gitu depan mata pasti lah langsung geli sendiri. Akhirnya nggak minum deh. Cemilannya sih okelah (menurut gw). Tapi kalo soal minuman di gelas orang itu hmmmm

 

Kyat dan Dollar

Mata uang resminya sih Kyat, tapi mereka menerima dollar juga (tentunya dollar yang mulus nggak lecek macem uang mereka). Biasanya sih pukul rata aja 1 dollar seharga 1500 kyat (kalau transaksi dengan orang biasa yang ada di jalanan). Kebanyakan harga yang dipakai di hotel atau tempat perbelanjaan (termasuk bandara) pakai dollar. Jadi otomatis rate nya jauh lebih mahal. Beli kopi misal, di hotel harganya 4dollar, dijadiin kyat jadi 7600 kyat. Padahal di coffee shop, si kopi harganya nggak lebih dari 5000kyat. Teh macem chatime gitu harganya 2000-3000kyat. Jadi kudu hati-hati kalau tag harga nya dalam dollar mereka biasa pasang rate sendiri yang lebih mahal.


 



Sopan

Meski begitu, mereka terbilang orang yang sopan. Nggak ada yang liatin aku sama suamiku pas jalan. Beda banget ya kalo jalan di Indonesia dari kaki sampe ujung rambut dipelototi lah pasti. Disini nggak. Mereka suka nyapa juga (ini sih kalo liat orang kulit putih, kalo kulit gw mah sama aja ya kek mereka), tapi nggak ada yang nganggep gw orang Burma. Lucu lho ini. Baru kali ini ke negara ASEAN tapi nggak disangka orang dari negara tersebut (cuma dibilang Malay aja, wajar sih).

 
murah senyum sekali


Imigrasi cepet

Sama seperti Brunei, imigrasi di Yangon ini termasuk super cepet banget. Hampir nggak ada yang antri (mungkin emang pas sepi juga sih), dan ada ASEAN lane nya yang berlaku buat orang ASEAN aja (kalo bangkok kan ASEAN lane juga dipake orang eropa). Jadi kemaren nggak antri sama sekali, malah gw nunggu H sekitar 10 menitan. Koper nggak ada delay sama sekali. Smooth banget lah.

 


Less scammer

Ini yang penting. Kepercayaan mereka mengajarkan untuk jadi orang baik dan nggak merugikan orang lain. Mereka bener-bener menerapkan itu. Beda dengan Bali kan? Kalo Bali masih banyak scammer yang tiba-tiba naikin harga apapun kalo ga gitu dimahalin karena jalan sama H. Disini nggak. Harga rasional wajar, nggak scamming sama sekali. Bener-bener mrasa dompet nikmat. Harga taksi standar, sedikit lebih murah dari Indonesia, harga makanan di mall aja kisaran 20ribuan-50ribuan (aku belum nemu makanan pinggir jalan yang enak dan ga bikin sakit perut). Merasa aman banget lah pokoknya dengan segala bentuk harga yang ditawarkan (Indomi aja cuma 3ribu).

 
teahouse ala Myanmar

Secara keseluruhan, Myanmar ini unik menurutku. Dan tentunya cantik 💓

 
yang ambil fotonya rasanya ga ikhlas sampe bilang "bukan fotonya yang ngeblur tapi Tomnya yang gerak-gerak" 😑 kalau foto ini di Siam Paragon-Bkk

PS : Maingalarpar adalah hallonya Myanmar

Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Gampangnya Apply e-visa Rusia

Red square Jadi, WNI diberi kemudahan untuk ke Rusia. Cukup dengan apply e-visa yang bisa didapatkan dalam hitungan hari saja. Meskipun sudah sering apply e-visa, tapi e-visa Rusia ini agak unik formulirnya. Jadi sebelum apply, gw baca gimana caranya di sini yang amat sangat runtut dan mudah dipahami. Sebelum isi formulir online, ada baiknya siapkan foto 3.5 x 4.5 dengan background putih dulu. Setelah itu jangan lupa untuk beli asuransi. Karena agak kepikiran, gw putuskan untuk beli asuransi dari perusahan yang ada di sana. Asuransi yang gw beli dari sini . Tadinya setelah beli kok nggak ada info apapun, bahkan bukti bayar pun nggak ada. Tapi petugasnya cukup tangkas setelah gw email, gw langsung dapat asuransinya. Nomer asuransi diperlukan untuk mengisi formulir, jadi harus beli asuransi sebelum apply visa.  Nah, bagi gw, ini formulir baru kali ini dapat pertanyaan yang unik-unik semacam apakah pernah pelatihan militer, wajib militer, pernah pegang / punya senjata, bahkan sampai ...

Setelah Schengen Visa Ditolak Jerman

Bentheim Gw tau Jerman tuh emang meticulous banget, tapi gw nggak sangka bakal se- meticulous itu. Kira-kira bulan Maret gw apply Schengen via Jerman. Kenapa via Jerman? Karena Belanda nggak ada slot heheheee. Rencana perginya bulan April kalau nggak salah waktu itu. Karena suami ada libur tapi cuma pendek banget, dan dia pengen banget pulang ke sana, yaudah lah coba aja. Dapet antrian, mana bayarnya 700ribu pula 😅 lalu pergilah gw submit semua dokumen gw.  Gw bukan yang pertama kali mengajukan Schengen, jadi gw udah "tau" harus submit apa aja. Karena sebagai orang yang menikah dengan warga EU, kami berhak untuk tidak menunjukkan buku tabungan (yg penting tabungan pasangan yang EU yg ditampilkan), dll. Dengan ina inu, eh ternyata diminta surat kerja lah, kalau freelancer harus kasih tau bukti kerjaan juga. Gw rasa ribet ya karena nggak formal kerjanya, jadi ya udah gw tulis ibu rumah tangga. Itu juga masih harus bikin surat pernyataan siapa yg membiayai biaya hidup gw kala...