Skip to main content

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

Obrolan Konyol #1

Terlalu banyak obrolan konyol antara aku dan HJ kalo kita ketemu. I just want to put it here 😌

SD

Ceritanya HJ lagi balik ke Kandahar. Rute penerbangannya Surabaya - Jakarta - Dubai - Kabul - Kandahar. Sebegitu panjangnya dan perlu waktu sekitar 2 - 3 hari. Dan selalu dong aku absen ya.


'Hun, arrived?'
'Yea ... on the way to SD now'
'SD? Sekolah dasar a?'
'No!! Sub Delegation!! 😂😂😂'

Ya mana gue tau kalo SD itu sub delegation ya 😏😑

Dong

Dia lagi belajar bahasa Indonesia akhir-akhir ini. Kita lagi ngobrolin soal apa gitu yang ujung-ujungnya ngomong khawatir.

'Dont worry about it hun. It's ok it's fine'
'Hemm but worry hun.. I am worry hun..'
'It's ok'
'You dong!'

Lahh tadinya agak sendu jadi ngakak kok tiba-tiba ngomong dong sih nih anak. Ini antara beneran dong apa dia tipo maunya nulis dont sih 😭

'Ok, love you'
'Love you love you love you dongku' 😂😂

Mas

'Oke mas'
'HUN!!! I am not your mas! I am your fiance'

Omegot sante aja mas, nggak usah emosi. Orang juga tau aku nggak punya mas 😂😂

Haram

'Yea that's why dont eat that. Babi is haram you know'
'What? Babi is haram? nooooooooooooooooooo no hun it is halal'
'Hey!!!! Babi hun babiiii. Babi is pork'
'Ohhh.. I thought it is Baby is haram 😂😂😂'
'😒😑😒'  

Plis Deh

Kebiasaanku kalo nulis please kepanjangan ya, seringnya nulis pls aja, atau plis. Eh kok ya ditiru sama dia, tapi nggak pas obrolannya. Ujung-ujungnya pas nggak pas udah pokoknya taro aja deh itu kata. Kemaren lagi bahas soal resign, kapan juga hari terakhir kerjanya :
 
'Yes hunm, I submit the resignation already. The last working day will be next month and everyone knows now'
'ohh.. hmm cute photo plis deh'

ini dapet ilham dari mana sih tiba-tiba plis deh 😒😂


Comments

  1. Surabaya - Jakarta - Dubai - Kabul - Kandahar.
    sepanjang jalan kenangan....


    plis mbak, ojok dicampur dong dong dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepanjang jalan kenangan kita slalu bergandeng tangaaaannnn hahaa

      Sori ya mas, kebawa HJ juga jadi sering mix ngomongnya. Kayak kopi yg mix gitu dah haha

      Delete
  2. Aku justru tidak paham sekali dengan bahasa ingris, Mungkin karena lulusan SD, Sub Delegation :)

    ReplyDelete
  3. kalo aku guru sd nya apa mesti di sebut sub delegation yah ??? hahahah

    ReplyDelete
  4. Orang mana sih mas dongku? Kocak amat 😂😂😂
    Ya ya ya, babi is haram, tapi baby is halal after akad.hahaaaa *ngaco*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah orang londo mbak
      Sok sok an gitu kalo belajar bhasa indonesia padahal ngawur dah smuanya

      Halal abis akad ahiiiwwww 💃🏼💃🏼

      Delete
  5. Lihat mas nya, jadi gagal paham saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho mas aku kok takut kalo kamu malah liat si mas 😂😂

      Delete
  6. Huaaaah, lucu yhahahah. Yang 'Please deh' itu pernah aku alami pas lagi ngobrol sama temenku yang juga lagi belajar bahasa indonesia, kebiasaan suka ngucapin kata 'Please deh' dia juga ikut-ikutan pake 'Please DEH' kata 'DEH-nya' itu loh dipake terus. Okay deh. Thanks deh. Hahahaduh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nov skalinya dia tau, dipake dipasang2in sama apapun. Jadi skrg lagi doyan ngomong 'deh' sama 'dong'

      Pusyiangg eike

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...