Skip to main content

Taking a Train from Moscow City to Yaroslavky

walking to the wagon We chose deliberately in the winter to travel from Moscow to Yaroslavsky. In my defense, we kinda had to use the holiday a little bit. If we're waiting for the good weather, it probably not gonna happen for 3 months and then nothing again. So this trip was taken on February 2026. So we've decided to take a few days off going from Moscow to half of the golden ring. The name ring, means literally ring. Refers to a few cities that used to be very important in the past. Starting from Moscow city (where which we're coming from, technically). I have to mention the cities here anyway; Sergiyev Posad, Pereslavl Zalessky, Rostov Veliky, Yaroslavl, Kostroma, Ivanovo, Vladimir, and Suzdal. there will be info about the train  We took the train trip from Moscow. I would say it's the "normal type" of train. So we sat next to each other. Two seaters next to each other. I think my husband took the non-economy one. He booked the train from the app, tutu. T...

Drama Transportasi Kita

vector-eps.com

Gimana kalo kemana-mana naek ini aja? Bebas macet deh kayaknya

Seminggu yang lalu, angkot pada demo di Malang. Agendanya sama, menentang keberadaan transportasi online. Lagi, katanya di Bandung dan Tangerang juga demo. Hal yang sama, di Surabaya pun tempo hari juga seperti itu.

Ada sopir angkot yang bahkan menabrak pengendari transportasi online hingga tewas. Berujung pada dikenakannya hukuman pasal pembunuhan berencana. Ada juga yang keluarga menjemput keluarga lainnya di mall dan mobilnya dirusak sopir angkot, yang dikira itu adalah mobil Uber. Padahal mobil pribadi dan bukan sopir Uber.

Geli saya mendengar semua berita itu. Bukan kenapa-napa ya, rejeki udah ada yang ngatur. Dan lagi sekarang ini jamannya hidup di era yang serba fast moving. Internet sudah menjadi kebutuhan utama. Kita semua memang tau transportasi di Indonesia masih acakadut. Mbok ya sekalian bikin sinkanzen sana, Jakarta Surabaya bisa ditempuh 3 Jam. OHHH surga.

Dari sisi supir angkot (ataupun ojek pangkalan, dan juga supir taksi), hal ini memang mengalahkan mereka. Mereka kalah dengan kemajuan teknologi, yang katanya berakibat pada pengurangan pendapatan mereka. Well, hukum ekonomi berlaku, semakin banyak kompetitor otomatis semakin berkurang pendapatan. Tinggal gimana cara jadi kreatif aja buat menggaet pelanggan.

Dari sisi konsumen, kita tentu membutuhkan satu alat transportasi yang cepat, tepat, dan terjangkau. Saya pernah lho, jarak yang sedianya hanya bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja, menjadi satu jam. Kenapa? Karena bapak sopir angkot terhormat memilih untuk ngetem selama belasan menit sambil ngopi. Beneran kita penumpangnya dianggurin dalam angkot. Hell! Kita juga punya jadwal dan kegiatan lain. Kalo kita komplain, dia bilangnya 'Yaudah naek taksi sana'. And I did. Turun dan naek taksi.

Seringkali mereka itu semena-mena, seenaknya sendiri. Tapi pas diajak bersaing mereka nggak suka dan bikin rusuh. Sekarang ya, karena sudah tersedia angkutan online dan offline, saya yakin 100% mereka memiliki penggemar masing-masing. Misal nih ya, si emak -asisten rumah tangganya tante- suruh ke pasar sendirian naek angkot, saya yakin 100% dia nggak akan pesen gojek atau uber ato grab. Kenapa? Dia nggak bisa baca, jadi ya udah pasti lebih milih angkot.

Saya pribadi, sebagai konsumen yang fair, saya masih menggunakan semua jenis transportasi tersebut. Misal pengen cepet, nggak usah jalan, ya saya pesen gojek. Misal ujan atau jalan agak jauh, ya saya pesen uber. Misal pengen jalan santai olahraga, ya saya pesen angkot. Misal males nggak mau cangcingcong, ya saya nyetop blue bird. Gampang kan? It's fair. 

Tapi mereka nggak mau mikir sejauh itu. Mereka nggak mikir masih ada konsumen seloyal saya yang masih mau menyempatkan semenit dua menit untuk sekedar mikir hal seperti itu. Mereka nggak tau kalau persaingan juga semakin kedepan. Nggak ada namanya persaingan kebelakang. Masa iya kalo seorang jualan tempe, trus orang yang lainnya nggak boleh jualan tempe? Nggak sehat dong otak ente ngelarang orang jualan begitu.

Be wise dong! Orang jualan dipasar aja nggak protes ada banyak online shop. Karena semua memiliki penggemar masing-masing. Dan lagi, rejeki udah ada yang atur. Tinggal gimana aja nyarinya dengan cara yang bener. Good luck!

Comments

Popular posts from this blog

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Happiness is ...

Few days ago I met new friends. They are friends of my friend. I helped them for their competition. It's good to know them since the way they think about something is unique and quite close to mine. Until one of them ask me : 'What is happiness for you?' I told them that for me happiness is when I stop compare myself with others and not being compared with anybody else (well, you can compare me with others but don't tell me if you do haha!). I used to compare myself with people. For following their success path might be ok, but for having the same life as theirs who seen successful and happy, I don't think so. So I stop to compare myself with others and it make me feel enough. I feel more relax, since I don't have to pretend or to be somebody else. I feel more 'me' because I only think about me and free to do what I want to do (or to think what I want to think). But one of them said 'For me happiness is when you can breathe, eat, sleep, and p...

Pakai Debit Jenius di Luar Negeri

Amsterdam Central Station  Ini pertama kalinya pakai debit Jenius di luar negeri. Pemakaian ini menggunakan sumber dana EUR yang ada di aplikasi. Jadi uang yang keluar adalah uang EUR, bukan IDR.  Untuk buka rekening valas di Jenius, tinggal ditambahkan saja bagian buka akun valas lalu pilih kurs yang diinginkan. Di kasus ini gw punya rekening EUR di Jenius yang ditujukan untuk transaksi di Eropa.  Karena kemarin lagi di Belanda, akhirnya pengen coba pakai debit card Jenius karena EDC di Belanda belum tentu bisa untuk kartu kredit saja. Sebelum digunakan tentunya jangan lupa untuk menyambungkan kartu debit ke rekening mata uang asingnya biar sumber pengeluaran juga langsung dari tabungan valas itu. Tinggal klik klik aja kok. Tibalah saatnya menggunakan mata uang EUR yang sudah kubeli dari Jenius. Waktu itu gw pakainya di Schipol, di dua toko berbeda, dan keduanya nggak bisa tap langsung. Jadi harus insert kartu, tentu bukan masalah.  Karena terbiasa dengan transaksi...