Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Drama Transportasi Kita

vector-eps.com

Gimana kalo kemana-mana naek ini aja? Bebas macet deh kayaknya

Seminggu yang lalu, angkot pada demo di Malang. Agendanya sama, menentang keberadaan transportasi online. Lagi, katanya di Bandung dan Tangerang juga demo. Hal yang sama, di Surabaya pun tempo hari juga seperti itu.

Ada sopir angkot yang bahkan menabrak pengendari transportasi online hingga tewas. Berujung pada dikenakannya hukuman pasal pembunuhan berencana. Ada juga yang keluarga menjemput keluarga lainnya di mall dan mobilnya dirusak sopir angkot, yang dikira itu adalah mobil Uber. Padahal mobil pribadi dan bukan sopir Uber.

Geli saya mendengar semua berita itu. Bukan kenapa-napa ya, rejeki udah ada yang ngatur. Dan lagi sekarang ini jamannya hidup di era yang serba fast moving. Internet sudah menjadi kebutuhan utama. Kita semua memang tau transportasi di Indonesia masih acakadut. Mbok ya sekalian bikin sinkanzen sana, Jakarta Surabaya bisa ditempuh 3 Jam. OHHH surga.

Dari sisi supir angkot (ataupun ojek pangkalan, dan juga supir taksi), hal ini memang mengalahkan mereka. Mereka kalah dengan kemajuan teknologi, yang katanya berakibat pada pengurangan pendapatan mereka. Well, hukum ekonomi berlaku, semakin banyak kompetitor otomatis semakin berkurang pendapatan. Tinggal gimana cara jadi kreatif aja buat menggaet pelanggan.

Dari sisi konsumen, kita tentu membutuhkan satu alat transportasi yang cepat, tepat, dan terjangkau. Saya pernah lho, jarak yang sedianya hanya bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja, menjadi satu jam. Kenapa? Karena bapak sopir angkot terhormat memilih untuk ngetem selama belasan menit sambil ngopi. Beneran kita penumpangnya dianggurin dalam angkot. Hell! Kita juga punya jadwal dan kegiatan lain. Kalo kita komplain, dia bilangnya 'Yaudah naek taksi sana'. And I did. Turun dan naek taksi.

Seringkali mereka itu semena-mena, seenaknya sendiri. Tapi pas diajak bersaing mereka nggak suka dan bikin rusuh. Sekarang ya, karena sudah tersedia angkutan online dan offline, saya yakin 100% mereka memiliki penggemar masing-masing. Misal nih ya, si emak -asisten rumah tangganya tante- suruh ke pasar sendirian naek angkot, saya yakin 100% dia nggak akan pesen gojek atau uber ato grab. Kenapa? Dia nggak bisa baca, jadi ya udah pasti lebih milih angkot.

Saya pribadi, sebagai konsumen yang fair, saya masih menggunakan semua jenis transportasi tersebut. Misal pengen cepet, nggak usah jalan, ya saya pesen gojek. Misal ujan atau jalan agak jauh, ya saya pesen uber. Misal pengen jalan santai olahraga, ya saya pesen angkot. Misal males nggak mau cangcingcong, ya saya nyetop blue bird. Gampang kan? It's fair. 

Tapi mereka nggak mau mikir sejauh itu. Mereka nggak mikir masih ada konsumen seloyal saya yang masih mau menyempatkan semenit dua menit untuk sekedar mikir hal seperti itu. Mereka nggak tau kalau persaingan juga semakin kedepan. Nggak ada namanya persaingan kebelakang. Masa iya kalo seorang jualan tempe, trus orang yang lainnya nggak boleh jualan tempe? Nggak sehat dong otak ente ngelarang orang jualan begitu.

Be wise dong! Orang jualan dipasar aja nggak protes ada banyak online shop. Karena semua memiliki penggemar masing-masing. Dan lagi, rejeki udah ada yang atur. Tinggal gimana aja nyarinya dengan cara yang bener. Good luck!

Comments

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu