Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Life Recently #3


Life recently kali ini hanya menampilkan beberapa foto yang bisa merangkum kejadian akhir-akhir ini. Semacem report singkat gitu lah ya.

Berawal dari cece yang getting promoted mulai awal bulan ini. Kemudian Prisca yang meninggalkan Prisca satunya demi suaminya.



 this photo was taken when we both going to facial clinic. maklum, muka ini rasanya kayak aspal kalo nggak fesyel. idup di Surabaya buuukkk.... udaranya jahat


Nah, kita sempet makan ditempat yang namanya MAKMU. Ini menyebabkan salah paham lho, karena makmu yang notabene adalah your mother  dalam bahasa Jawa, terlebih lagi ini semacem bentuk umpatan yang simple, yang salah tangkap bisa menimbulkan prahara lho. Untung makananya enak. Tempatnya kece, cozy gitu. Bagus buat nongki syantik syalala


Kejadian lain yaitu.... ulangtahun di kantor. Bulan Februari ini ada 3 orang di tim kita yang ulangtaun. Tanggal 22, 26 dan tanggal 29. Iya tanggal 29. Dua puluh sembilan FEBRUARI 2017 yang mana tanggal itu absen di taun ini. Akhirnya dirayain tanggal satu hari ini. Sayangnya saya cuti. Dan tanggal satu Maret ada yang ulangtaun juga. Duh sayang banget cutinya ga pas tanggalnya.




Nah karena hari ini saya cuti, tujuannya ke notaris mau nanya-nanya prenup. Hemm saya gaulnya sekarang ke notaris, ke imigrasi, ke konsulat, ke tempat-tempat yang nggak asik gitu deh. Demi melek birokrasi ya buuukkk.Nah hari ini juga ketemu sama mantan murid, Dina. Mantan murid yang suka ngeyel. Sekarang ya jadi temen deh. Setelah tertunda berbulan-bulan, akhirnya ketemu juga. Nongkrongnya di Excelso. Udah deh officially ini tempat jadi salah satu tempet ngopi favorit deh. Apalagi kalo udah kena moneybag. Endess

She was my student and now she is my friend

one of favs, moneybag


Oiya... si kembaranku juga udah balik ke Jakarta demi menuntut ilmu. Ilmu nggak salah ya dituntut-tuntut. Dia udah siap-siap mental kali aja Jakarta banjir haha


 Kita kembar kan? 😏

Note : itu jaket gw yang dirampok. nasib sodaraan cewek semua 

Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Snailmail

I signed up in an international portal since I was at high school. I was a quiet one, not much talk especially with stranger. But since that day, I feel myself get easier to talk to strangers. In that portal, there are several options why you join there, including 'flirting', that is shown on the optional boxes. And I found something interesting, snailmail. I never heard about this before, but I thought it is like a mail that goes slower because snail always walking so slow. Then someone chatted me and told me that she want to snailmail. I asked her what is that and she said 'it is postcard swapping'.   was taken at Museum Angkut years ago. taken using my old unique phone Wow.. postcard swapping.. my granny and I did it long time ago before mobile phone was invented. Well I mean before we all use mobile phone to connect to each other. I have family in The Netherlands, and we only have a phone, if we call them using home phone it would cost a lot for even few minu...