Skip to main content

Sayang Bumi Sayang Anak

Sharjah - UAE Gw suka banget belanja online. Ya karena praktis aja. Tentu saja gw juga suka banget belanja langsung on the spot  kalau lagi stress dan lagi ada waktu buat muter-muter. Tapi... ternyata gw jadi kesel tiap abis belanja online, gw harus berurusan dengan plastik-plastik bekas belanja.  "Dih plastik lagi." Emang, beberapa barang tentu saja perlu plastik/ bubble wrap  ekstra. Tapi banyak dari belanjaan gw yang nggak perlu itu semua. Tebel banget. Gw paham juga beberapa toko lebih milih dibungkus plastik tebel biar tokonya nggak dikomplain. Tapi bagi gw, udah kebangetan.  Gw tau kita nggak bisa sepenuhnya nggak pakai plastik. Kita masih akan pakai plastik. Konsekuensinya, ya kita harus tau sampah plastik ini harus diolah gimana biar nggak kebuang sia-sia. Mana nggak bisa terurai ratusan tahun lagi.  Masalahnya, plastik ini seringkali nggak bisa dipake lagi karena selotip yang muter. Susah lah di- breakdown lagi biar bisa dipakai ulang. Akhirnya, tentu saja dibuang pe

Reflection conference

Hari rabu kamis kemarin, kita satu departemen pada 'liburan'. Nggak sih, bukan liburan, tapi konferensi. Namanya aja konferensi padahal yaaaaaaaaaaa gatau deh itu sebutannya apa 😄

Jadi kita berangkat jam 8 pagi dari Surabaya, konferensinya di Malang. Hotel Harris tepatnya. Sampai di Malang jam 10 pagi. Karena belum bisa cek in, akhirnya kita diagendakan meeting duluan. Di Ballroom gitu lah. Satu kelompok 12 orang dan cowo yang ada di timku itu keceh keceh semua. Sedep lah kalo diliat itu hahaha


Meeting dari awal sampai terakhir ngomongin berbagai macam hal yang sejatinya aku rada 'zzzzz ini apaan sih yang dibahas'. Bukan karena nggak bisa bahasa yang diomongin, tapi yang dibahas masalah kerjaan yang kita ini nggak paham itu bahas apa. Ruwet ya. Gatau dah, gitu deh pokoknya.

Ada satu hal yang malah bikin aku klepek-klepek sama di mas HJ. Padahal dia nggak ikutan meeting ya. Jadi ada satu segmen yang suruh nulis best achievement sama worse mistake. Itu hal paling aku benci banget. Soalnya berhubungan sama kerjaan. Aku sih nggak pernah ngerasa bikin achievement yang wow banget dan nggak pernah bikin mistake yang fatal juga. Mikir lama sampe nanya si HJ. Ehh eh dia bilang :

'My biggest achievement was conquering your heart' 😍

Siapa yang ga melting dibilangin gitu hayo??? Langsung lupa sama si bule keceh yang satu tim sama aku deh 😏😎

Acara jam 10 sampai jam  4.30 sore, akhirnya kita check in juga. Masuk kamar masing-masing. Disitu aku merasa pusing bener deh. Kalau udah diruangan lama, ada suara keras dan banyak orang, bisa lah dipastikan kalo aku keluar langsung puyeng.

my room mate yang kerja pun semeja sama aku dan hobi nyekek aku

Sebenernya acara yang dinanti orang-orang itu undian utamanya. Ipad dan Mirrorless. Ga ada yang tau undian utamanya, kecuali panitia. Sampai akhirnya kita semangat begitu tau undiannya haha. Acara undian ada didalam rundown gala dinner. Gala dinner dressnya warna hitam, lah akunya bandel. Malah pake batik haahha. Jadi mentereng sendiri deh. Biarin wes. Yang lainnya pada maksimal bawa dress code yang panjang, cakep, dan beberapa ada yang alay sih. Semalem di Malang aja mereka bawa koper dan tas jinjing. Gatau brapa baju yang dibawa, tapi emang bajunya ada 4 macem yang harus dibawa. Itu minimal.

Yang lucu, pas undian utama kan yang ngambil nomernya itu si Presiden Asia Pasific ya. Dia ambil nomernya, langsung disobek. Nah ternyata, dia pas ambil itu nomer dia sendiri lho. Katanya 'I dont need to get this prize. This prize is for you'. Dannnnn tererettttttttt yang dapet itu salah satu tim dikantor ku dan dia itu hobi puasa, hobi sholat sunnah, dapet mirrorless. Kita semua langsung bilang 'Besok aku mau hobi puasa hobi sholat hobi ngaji deh biar dapet mirrorless' 😄😄😄

Setelah dinner apakah kita langsung tidur? NO NO NO. Kita masih harus kerja. Kerja di lobi gara-gara dikamar bosen. Tapi kerja disitu jadi bisa liat orang-orang pada mabok. Gatau kecapekan ato emang mabok sih, sampe ditaro di luggage trolly-nya hotel itu. Ada juga beberapa yang agak hangover gara-gara afterpartynya. Iya situ mabok minuman, sini mabok liat kerjaan overload mulu dari minggu kemaren. Akhirnya jam setengah satu pagi balik ke kamar dan jam 2 baru tidur gara-gara ngobrol mulu sama room mate. 

pake baju perang bawa laptop, yang laen masih dress code item syantik ganteng. kita udah mabok overload kerjaan

Keesokan paginya, kita dijadwalkan 'senam pagi' jam 6. Udah pada bangun? Ya aku sih udah bangun jam 5 tapi kan ya tidur lagi, kenyataannya yang ikut cuman seperempatnya. dari 200 orang yang ikut cuman 50an dong ya. Pokoknya kita mah pesen ke temen yang laen 'Kalo udah kelar, udah waktunya sarapan, kabarin ya'. Perfect kan!


Abis sarapan, kita team building. Tau gak apaan? Itu tuh yang nggelindingin satu bola trus biar jalan sampe akhir dan hit something diujung. Hardwork banget deh. Itu 12 kelompok dan kita harus koordinasi ke tim sebelum dan sesudahnya biar bolanya bisa jalan dengan lancar. Singkat cerita, setelah 3 jam kita semua sukses.


rangkaian kita yang paling simpel. saking simpelnya harus didekor biar keliatan agak rumit dikit

pada testing 9 grup, dan sering gagal di grup ke 7

ini lho team building-ku. depanku cakep tho? 😁

Selanjutnya kita check out dan makan siang di luar. Tulisan soal makan siangnya akan ditulis terpisah karena itu cukup drama selama 3 jam. Anyway hidupku slalu penuh drama sih.

team representative. sorry for those who became our back up for urgent matter at work. we work for Thailand, India, Singapore, Aussie, NZ, Taiwan, China, Hongkong, yang Jepang distrap ga boleh ikutan hoho

kayak abis menang lotre aja deh itu cece. sesaat pas nungguin bis mau makan siang


Next update will be the drama when we had lunch in luxurious fancy place. But.... I need to have the photos I've taken with that mirrorless prize, so maybe better we goes to the next stories first. LOMBOK!

Comments

  1. Replies
    1. Ini sebelum ke Lombok mas, disuruh stres dulu sblm jalan2 huhu

      Delete
  2. Conquering? Wkwkwkwk

    Sehat ituh?


    Iyo mbak rajin puasa sama solat sunnah, sapa tau besok dapet hadiah pas beli ciki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas dia lovey dovey ya begitu, kalo pas berantem aja. Kayak perang dunia

      sik usum ciki tho mas? Emoh ah nantik aku dibilang generasi micin

      Delete
    2. Ngerti panganan pao-pao gak? Kui jek ono ora yah, hahaha

      Delete
    3. Pao pao itu makanan anak taun 80an ta? 😝

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala

Feeling Balanced

Never thought that I could feel this balanced. I now understand what zen is.  After all ups and downs that made me question my existential (probably won't be the last), I am starting to feel only love and less hate. As if love and compassion filling my heart every day. It's easy to annoy me normally, but so far, this past couple of months I feel less annoyed. So weird, crazy, yet amazing. Say, when I hear people talking about things I prefer not to talk about, like polygamy, I don't feel hate anymore. Usually, I'll say bad words, cursing them, you name it. But last night I watched a video about that and it made me feel "HA HA HA Stupid ignorant reasons" that was it. I thought I'll be emotional and angry, but I didn't. I even take pity for them. I know it's their right to do so, but the youngest wife wanted to go to college, and instead, she is married to that old guy who promised her to pay for her college. But that never happens (yet) even after 3

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a