Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

[Piknik] Off to Lombok (lagi)

Ceritanya minggu kedua bulan Desember kan aku udah cuss ke Lombok ya, nah selang seminggu kemudian aku ke Lombok lagi. Tapi beda tujuan. Tujuannya kali ini liburan. Iya abis muter-muter pusing-pusing mikir cincin sama prenup, sempetin liburan dulu lah. Mumpung aku dapet cuti agak panjang ya. Dan mumpung belom minggu akhir Desember. Jadi biar nggak padet-padet banget begitu.

Nah ceritanya kita mau berangkat itu hari rabu, eh tapi kok ya full booked. Yaudah deh kalo gitu kamis aja. Tadinya juga mau ke Bali, eh tapi kok ya ternyata full booked. Yaudah deh Lombok aja. LAGI. 2 kali ke Lombok dalam sebulan. Mimpi apa bulan lalu ya kok bisa 2 kali ke Lombok dalam satu bulan.

Kita berdua berangkat naik Lion air, jadwal yang pas ini aja soalnya. Berangkat jam 7 pagi. Seperti biasa, jam 6 udah di bandara, check in, dan dia bilang 'Sorry hun, I have to do something first. Wajib'. Kirain beli kopi, ehhhhh bookstore. Yaelah itu udah jam 6.15 masih muterin periplus. Trus mampir beli kopi, ngantri 15 menit lebih. Waduh udah jam segini aja, belom masuk gate tuh, masih muter-muter trus antri masuk gate itu udah mau final call. Nanti ditulis terpisah soal final call ini.

Buru-buru dong ya, agak lari gitu. Dia mah sante aja, katanya gini 'tenang aja sayang, belakang masih banyak'. Yayayaya masih banyak sih tapi ya pesawat juga ogah nungguin orang telat gitu 😵

Tau dong kalo Lion Air warnanya merah dan pramugarinya pake batik? Kita berdua nggak tau kenapa nggak janjian juga ehhh pake batik dan merah-merah. Begitu masuk pesawat dia langung teriak 'Woahhh batik, we are in batik, and red'. Yaelah massss ya ga usah heboh gitu juga kaliii. Tapi yaweslah ya, dia lagi menggandrungi batik ini. Biarin deh.

Kebetulan disebelahku tuh cewek. Kita ngobrol 15 menit sebelum landing. Basa basi lah ya, ehh ternyata dia satu kampus sama aku. Barusan wisuda gitu deh dia, trus aku cerita kan ke HJ kalo dia satu kampus sama aku. Dia jawabnya kalo dia udah tau, lahh bingung dong aku kok dia bisa tau dari mana. Ternyataaaaaaaa si cewe itu bawa bunga wisuda dimasukin totebag sisa wisuda kemaren yang ada tulisannya kampusku. Aku merasa bodoh seketika. Ini HJ suka banget merhatiin barang orang ya. Jadi ketauan kan aku yang nggak peka banget. Banget nggak pekanya 😂😁😃

Comments

  1. Lombok lagi, kapan Bali nya ? Bali kampung maksudnya ? :D
    Batik ketemu batik, kayak kondangn.
    Kondangan teman kampusnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Persissss!! Kita liburan tp baju resmi bener kayak kondangan. Untung gak dikira cabin crew karena sama2 batiknya haha

      Delete
  2. batik made solo kah hahah (sotoy saya)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh kalo aku jawab iya jd makin ngawur dong haha wong saya ndak tau 😆 Yang jelas udah beli batiknya bs dpt poin dan nntinya bs dapet diskon *penting* haha

      Delete
  3. Wahhh batiknya merah...

    Mesti pas kui isin, hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya