Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Drama makan siang

Disclaimer : Tulisan ini murni pengalaman pribadi yang jujur dan tidak ada penambahan dan pengurangan, serta tulisannya dijamin jujur. Kalo bagus ya dibilang bagus, kalo jelek ya dibilang jelek.


Setelah check out dari acara konferensi akhir taun, kita langsung menuju tempat makan siang Djati Djoglo Lounge di Araya, Malang. Saya belum pernah kesini, dan lagi lokasinya lumayan jauh. Ini semacem Araya itu jauh dari jangkauan deh.


Nah karena baru pertama kali, kita mah nikmatin aja namanya juga dibayarin kantor ya. Pertama masuk langsung 'wow, great'. Emang tempatnya bagus banget, kece dan dibelakangnya itu ada kolam renang dengan pemandangan lapangan golf. Well.. I mean, ini bisa jadi lounge buat yang mau golf disana. Jadi ini benar menjual tempat. Tempatnya juga fresh banget. Suka banget sama tempatnya.









The lucky one, yang dapet kamera mirrorless inj



Teman berfilosofi, meskipun mukanya nggak wise, tapi omongannya selalu dalem dan bijak plus susah dipahami




Drama dimulai ketika starter mulai datang. Ok starter udah dateng sekitar 10 menit kita nyampek. Tapi minumannya nggak dateng-dateng sampe sekitar 30 menit. Haus lah. Muka muka laper, kalo masih disuruh nunggu makanan kok ya nggak etis ya. Setelah minuman datang, aku buka laptop. Pikirku sih makanan dateng cepet, tapi ternyata kok lama ya. Hampir satu jam belum datang, yaudah deh kerja bentar.




Saking asiknya kerja, nggak sadar aja makanan tetangga udah mulai datang. Kita ceritanya semeja orang 5, lah meja depan yang dibalkon udah dapet. Nengok lah kesana, 'Lho kok udah dapet sih? aku belom'. Ternyata meja seberang juga depan kanan juga belom dapet. Waduh sedih dong. Mulai senewen. Aku itu paling garang paling jahat pas laper, dibikin emosi. Kalo aja kanibal temen sendiri nggak dipenjara gitu paling aku udah makan temen sebelahku.

Mereka heran kok dimejaku belom dateng semua makanannya. Ada satu mbak yang deket sama aku dan mikir kalori, dia bilang 'Pris aku udah kebanyakan kalori, kamu makan ya setengahnya ayam aku". Okelah itu udah biasa kalo dia beli makan banyak pasti dibagi ke aku karena dia nggak mau kebanyakan kalori. Setelah piringnya mendarat di mejaku, kita makan lah bareng-bareng itu ayam. Eh beberapa saat kemudian banyak makanan datang ke mejaku dan itu kita makan juga bareng-bareng berlima. Sampe ada yang nyeletuk, 'Untung ya kalian mau dikasih makanan separoan gitu, daripada laper kan'. Dipikir-pikir juga iya sih, kita pada doyan juga makan makanan separonya temen. Apa-apa mau deh.




Satu jam setengah kemudian, makanan yang ada di mejaku mulai dateng satu demi satu, tapi bukan punyaku! Dan bukan punya satu rekan kerjaku. Wah nggak beres ini. Kita semua pada komplain makanan nggak dateng-dateng eh mereka bilang kalo keterbatasan waiters. Padahal kita semua udah dateng ketempat itu seminggu sebelum acara dan mereka konfirm bisa handle hampir 200 orang disana. Berarti indikasi no problem kan?

Ternyata manager-manager yang ada di bawah juga komplain semuanya. Mereka marah-marah. Aku gimana? Ya makin senewen gara-gara orderanku belom dateng juga. Tapi udah kenyang juga sih gara-gara makanan sumbangan. Sampai ada satu panitia bilang 'makanannya udah dapet semua kan?', ya simpel aja aku jawabnya 'mbak aku belom dapet, aku dari tadi disumbang orang-orang lho semua makanan disini'.

Setelah 2 jam menunggu, panitia bilang, 'siap-siap ya jam 3 kita balik'. Lho lah makanan aku aja belom dateng kok. Tapi untung panitianya sigap, dia langsung suruh waiternya buat take away, karena emang udah dibayar sih. Waiter kita panggil, aku mendadak jahat 'Mbak, saya udah nunggu 2 jam lho dan makanan saya belom dateng. Ini yang dimeja ini semua makanan dikasih dari meja lain lho. Gimana sih'. Si mbaknya kroscek di listnya katanya namaku NGGAK ADA DI LIST. Minta digunting kuku nih mbaknya. Marah lah aku, untung aku hafal sih sama isi listnya jadi bisa langsung nunjuk. Dia langsung minta maaf gara-gara nggak teliti. Aku tak butuh maafmu mbak, aku butuh makananku!!!

15 menit kemudian makananku udah dibungkus manis. Kemudian dia dateng lagi kemeja nawarin es krim. Ya emang desertnya itu. Karena udah mepet jam balik, kita otomatis pengen makan es krimnya di bis dong. Biar praktis juga. Eh dia bilang 'maaf mbak, sendoknya nggak boleh dibawa pulang'. Emosi semua deh orang-orang. Hampir aja pake tagar #boikotMakanEsKrim dan kita ngomel-ngomel, akhirnya semua sendok diganti sendok plastik. Wong ya mereka provide sendok buat take away kok. Minta diomelin dulu baru dikasih.

Sendok fenomenal, kudu marah marah dulu baru dikasih sendok ini

Setengah dari piring kosong ini hasil sumbangan

Ngasih kritik boleh dong ya? Kritik membangun kok. Ya semoga aja mereka kalo nggak sengaja ini tulisan, tolong servisnya diperbaiki lagi ya. Orang kalo laper itu jadi jahat lho mbak mas. Bukan cuman saya aja kok yang gitu. Jangan pakai alasan kekurangan staff. No no, we came to be happy. Kita cuma mau punya happy tummy. Soal makanan, not bad lah. Cukup enak kok, kisaran harga kabarnya yang bikin PO sekitar 70-80ribu untuk menu utama. Viewnya, kece deh. Suka banget. Minusnya ya di servisnya yang lama aja.

Note : sebagian besar foto disini diambil menggunakan mirrorless hadiah, sisanya iphone lawas.

Comments

  1. Elaahh... sembur api wae.....

    Aku yo podo mbak, nek ngeleh hawane pengen nguntal wong, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya emang smua orang laper itu nggak boleh nunggu kali ya haha

      Delete
  2. Aku kan pengangguran kenapa tidak menggunakan jasa tenagaku saja ya ? Keterbatasan waiters tidak akan terjadi, selama itu ada aku. Karena aku kerjanya gesit, urusan makan sisa teman, itu nomor satu ku juga. Yang penting kenyang. Apalagi ,jatahnya datang juga akhirnya. Tambah buncit perutku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahhh harusnya mas bumi disitu tuh siang itu. Lumayan kan aku ga perlu nunggu 2 jam lebih kann

      Delete
  3. tempatnya bagus banget itu mah mba.. makan siang jadi kayak piknik kalau pemandangannya kayak gitu mah. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tempatnya emang bagus bangettt, malah kata temen kalo malem jauh lbh bagus lagi. tp ya gitu sayangnya cuman satu, servisnya agak lama hohoho

      Delete
  4. makanannya lezat... membuat lapar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kalo liat gambar itu lagi aja jadi laper dan kebayang2 onion ring-nya hahah

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya