Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Reflection conference

Hari rabu kamis kemarin, kita satu departemen pada 'liburan'. Nggak sih, bukan liburan, tapi konferensi. Namanya aja konferensi padahal yaaaaaaaaaaa gatau deh itu sebutannya apa 😄

Jadi kita berangkat jam 8 pagi dari Surabaya, konferensinya di Malang. Hotel Harris tepatnya. Sampai di Malang jam 10 pagi. Karena belum bisa cek in, akhirnya kita diagendakan meeting duluan. Di Ballroom gitu lah. Satu kelompok 12 orang dan cowo yang ada di timku itu keceh keceh semua. Sedep lah kalo diliat itu hahaha


Meeting dari awal sampai terakhir ngomongin berbagai macam hal yang sejatinya aku rada 'zzzzz ini apaan sih yang dibahas'. Bukan karena nggak bisa bahasa yang diomongin, tapi yang dibahas masalah kerjaan yang kita ini nggak paham itu bahas apa. Ruwet ya. Gatau dah, gitu deh pokoknya.

Ada satu hal yang malah bikin aku klepek-klepek sama di mas HJ. Padahal dia nggak ikutan meeting ya. Jadi ada satu segmen yang suruh nulis best achievement sama worse mistake. Itu hal paling aku benci banget. Soalnya berhubungan sama kerjaan. Aku sih nggak pernah ngerasa bikin achievement yang wow banget dan nggak pernah bikin mistake yang fatal juga. Mikir lama sampe nanya si HJ. Ehh eh dia bilang :

'My biggest achievement was conquering your heart' 😍

Siapa yang ga melting dibilangin gitu hayo??? Langsung lupa sama si bule keceh yang satu tim sama aku deh 😏😎

Acara jam 10 sampai jam  4.30 sore, akhirnya kita check in juga. Masuk kamar masing-masing. Disitu aku merasa pusing bener deh. Kalau udah diruangan lama, ada suara keras dan banyak orang, bisa lah dipastikan kalo aku keluar langsung puyeng.

my room mate yang kerja pun semeja sama aku dan hobi nyekek aku

Sebenernya acara yang dinanti orang-orang itu undian utamanya. Ipad dan Mirrorless. Ga ada yang tau undian utamanya, kecuali panitia. Sampai akhirnya kita semangat begitu tau undiannya haha. Acara undian ada didalam rundown gala dinner. Gala dinner dressnya warna hitam, lah akunya bandel. Malah pake batik haahha. Jadi mentereng sendiri deh. Biarin wes. Yang lainnya pada maksimal bawa dress code yang panjang, cakep, dan beberapa ada yang alay sih. Semalem di Malang aja mereka bawa koper dan tas jinjing. Gatau brapa baju yang dibawa, tapi emang bajunya ada 4 macem yang harus dibawa. Itu minimal.

Yang lucu, pas undian utama kan yang ngambil nomernya itu si Presiden Asia Pasific ya. Dia ambil nomernya, langsung disobek. Nah ternyata, dia pas ambil itu nomer dia sendiri lho. Katanya 'I dont need to get this prize. This prize is for you'. Dannnnn tererettttttttt yang dapet itu salah satu tim dikantor ku dan dia itu hobi puasa, hobi sholat sunnah, dapet mirrorless. Kita semua langsung bilang 'Besok aku mau hobi puasa hobi sholat hobi ngaji deh biar dapet mirrorless' 😄😄😄

Setelah dinner apakah kita langsung tidur? NO NO NO. Kita masih harus kerja. Kerja di lobi gara-gara dikamar bosen. Tapi kerja disitu jadi bisa liat orang-orang pada mabok. Gatau kecapekan ato emang mabok sih, sampe ditaro di luggage trolly-nya hotel itu. Ada juga beberapa yang agak hangover gara-gara afterpartynya. Iya situ mabok minuman, sini mabok liat kerjaan overload mulu dari minggu kemaren. Akhirnya jam setengah satu pagi balik ke kamar dan jam 2 baru tidur gara-gara ngobrol mulu sama room mate. 

pake baju perang bawa laptop, yang laen masih dress code item syantik ganteng. kita udah mabok overload kerjaan

Keesokan paginya, kita dijadwalkan 'senam pagi' jam 6. Udah pada bangun? Ya aku sih udah bangun jam 5 tapi kan ya tidur lagi, kenyataannya yang ikut cuman seperempatnya. dari 200 orang yang ikut cuman 50an dong ya. Pokoknya kita mah pesen ke temen yang laen 'Kalo udah kelar, udah waktunya sarapan, kabarin ya'. Perfect kan!


Abis sarapan, kita team building. Tau gak apaan? Itu tuh yang nggelindingin satu bola trus biar jalan sampe akhir dan hit something diujung. Hardwork banget deh. Itu 12 kelompok dan kita harus koordinasi ke tim sebelum dan sesudahnya biar bolanya bisa jalan dengan lancar. Singkat cerita, setelah 3 jam kita semua sukses.


rangkaian kita yang paling simpel. saking simpelnya harus didekor biar keliatan agak rumit dikit

pada testing 9 grup, dan sering gagal di grup ke 7

ini lho team building-ku. depanku cakep tho? 😁

Selanjutnya kita check out dan makan siang di luar. Tulisan soal makan siangnya akan ditulis terpisah karena itu cukup drama selama 3 jam. Anyway hidupku slalu penuh drama sih.

team representative. sorry for those who became our back up for urgent matter at work. we work for Thailand, India, Singapore, Aussie, NZ, Taiwan, China, Hongkong, yang Jepang distrap ga boleh ikutan hoho

kayak abis menang lotre aja deh itu cece. sesaat pas nungguin bis mau makan siang


Next update will be the drama when we had lunch in luxurious fancy place. But.... I need to have the photos I've taken with that mirrorless prize, so maybe better we goes to the next stories first. LOMBOK!

Comments

  1. Replies
    1. Ini sebelum ke Lombok mas, disuruh stres dulu sblm jalan2 huhu

      Delete
  2. Conquering? Wkwkwkwk

    Sehat ituh?


    Iyo mbak rajin puasa sama solat sunnah, sapa tau besok dapet hadiah pas beli ciki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas dia lovey dovey ya begitu, kalo pas berantem aja. Kayak perang dunia

      sik usum ciki tho mas? Emoh ah nantik aku dibilang generasi micin

      Delete
    2. Ngerti panganan pao-pao gak? Kui jek ono ora yah, hahaha

      Delete
    3. Pao pao itu makanan anak taun 80an ta? 😝

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men