Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Life recently #2



Ternyata seminggu nggak nulis ya.. udah ngelewatin jumat ceria juga 😁

Gara-garanya apa hayo???? Year-end schedule di kantor. Ini jadwal serem banget deh tiap tahunnya. 3 affiliates ini pada borongan ngasih kerjaan seabrek kepadaku yang lemah tak berdaya. Pulang juga sering jam 7 malem, mentok jam 8 tapi sih haha. Ogah bener 12 jam lebih kerja. Gara-gara kerjaan yang tak kunjung usai dan bakalan berlanjut hingga pertengahan desember, fokusku jadi kurang dong. Mana sibuk ngurus prenup juga. 


When you feel depressed and stressed, you need something cold called ice cream. This one is Zangrandi ice cream

Kemarin, waktu arrange janji sama notaris, karena males kelamaan via email akhirnya coba telpon lah ya, begini jadinya :

Aku : halo…
Dia : iya halooo… *dengan suara bantal*

Lah kok suaranya begini sih

Aku : dengan bapak x?
dia : Bukan mbak *masih dengan suara bantal*
Aku : hah? Bukan? Ini bukan notaries?
dia : ini toko bangunan mbak

Zingggggg…. Buru-buru minta maaf dan dianya langsung ditutup. Itu nelpon jam 2.30pm sih jadi kayaknya tuh orang lagi bobok ciang manja gitu deh. Setelah cek nomer, eh ternyata nomernya Cuma salah satu digit. Yakali satu digit juga nyasar! Dulu pernah juga sih sms pihak jobfair ehhh yang bales pendeta. 

Setelah di cek ternyata angkanya salah pencet satu digit. Kayaknya bakat ya nyasar-nyasarin nomer gitu.
Cek nomernya lagi, dan udah memastikan berkali-kali akhirnya bener dan nyambung. Eh ternyata si ibu bukan bapak hahaha. Dan si ibu notaries orangnya ramah banget di telpon. At least bikin hati adem lah ya.

Pas lagi konsen nanyain seluk beluk prenup, eh ada mas OB datang ngirim invoice. Ini bener-bener harus cut obrolan sama notaries selama beberapa menit. 

OB : mbak tanda tangan disini mbak
Aku : lah? Apaan ini mas?
OB : nggak tau mbak
Aku : lah? Begimana gatau mas, aku juga nggak tau ini apa. Emang bener ini buat saya? *mulai curiga gara-gara tulisannya pake bahasa indonesia*
OB : Iya mbak, prisca kok. Ini dari pak kholik
Aku : Pak Kholik itu siapa ya?
OB : itu mbak, yang di kurir
Aku : Prita kali? Atau Riescha? Disini purchasing adanya Riescha sama Prisca. Tapi kalo liat bentuknya kayaknya ini ke mba Riescha deh
OB : katanya kok Prisca ya?
Aku : lah aku aja nggak tau mas ini apaan. Invoice bukan?
OB : gatau mbak. Bentar ya aku tanyain lagi. 
 
Sementara dia nanyain ke bapak yang nyuruh itu, aku lanjutin ngobrol sama notarisnya. Baru juga nutup telpon ehhh si mas OB dateng lagi.

OB : Mbak udah ditelpon Pak kholik?
Aku : nggak ada telpon sama skali mas
OB : Lho mau ditelpon katanya
Aku : bentar deh mas, aku ini pegang asia pasifik, bukan indonesia. Ini maintenance apa ya? Ini surat jalan apa invoice atau apa sih?
OB : aku juga gatau mbak
Aku : ohhhhh Prisca Abiyani bukan???
OB : Iya iya iyaaaa itu mbakkk prisca abiyani mbakkk *ini orang ngomongnya ala kuisnya si uya kuya itu lho*
Aku : Yaelah massss kenapa ga bilang dari tadi, Abiyani ada di IR, kalo disini adanya Prisca Putri. Makanya, aku kaget lah aku ga pegang indonesia kok
OB : oh jadi salah ya mbak?
Aku : yayalah mas

Seketika dia pergi dariku dan menuju Prisca satunya

Nah setelah kejadian sama si mas OB usai, aku konfirmasi buat order cincin.

Aku : mbak aku sekitar bulan depan minggu ketiga mau kesana ya, cek ukuran skalian order
Mbaknya : ok mbak
Aku : pengerjaannya brapa lama ya?
Mbaknya: sekitar 4-6 minggu mbak, kalo kita overload bisa 8 minggu
Aku : oh yaweslah gapapa, perlu sekitar bulan 3 kok
Mbaknya : spare waktu 2-3 bulan ya mbak dari jadwal order dan acaranya
Aku : iya mbakk kan masih lama. Aku ke tokonya nanti sekitar desember tanggal 19an lah
Mbak : ohhh desember ya mbak? Aku kirain januari minggu ketiga, masih lama juga kok konfirmasinya sekarang, masih juga dua bulan lagi pesennya.
Aku : Lho? Bulan depan kan desember mbak
Mbaknya : Sekarang kan tanggal 1 desember mbak, jadi ya bulan ini kan ordernya. Bulan depan januari mbak
Aku : astagaaaaaa… iya… sorry mbakkkkk

Dan kebodohanku dalam 2 jam terjadi berkali-kali

Nah tanggal 7 - 8 desember besok ini ada conference satu departemen di Malang. Dress codenya banyak dan harus pake dress item buat gala diner. Baru juga move on dari warna item, ehhh sekarang bingung nyari dress item lagi. nggak masalah deh nggak masalahhhhhh yang jelas tanggal 9 - 11nya mau cussss ke Lombok yeyeyeyyeeeee *stay tune buat updatenya yaaa*

Comments

  1. Podo lah...

    Desember adalah bulan-bulan sibuk, fiuhh.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. I feel you lah mas pokoke. Kita kan sama departemennya. Ngurusin duitttt

      Delete
  2. Wah mau ke Lombok, ditunggu ya updatennya.. sepertinya seru nih..

    Kunjungan perdana, salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Besokkkk ke Lombok 😍

      Wahh makasih kunjungan pertamanya yaaa... Rajin2 dtg kesini yaaa

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men