Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

[Piknik] Glimpse to Gili Air

Senyampenya kita di Lombok, kita langsung menuju 3 gili. Lebih tepatnya Gili Air sih. Aku jatuh cinta sama ini pulau ketika pertama kali ke Lombok itu bisa liat 3 pulau ini dari pesawat. Cantiiikk banget beneran. Jadinya kebayang-bayang, dan akhirnya kesampean ke sana. Kenapa Gili Air? Karena Gili Trawangan terlalu party banget, kita pengen yang damai damai santai relax daripada party-party hepi hepi gitu.

dari kiri ke kanan : Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air

 kita stay berhari-hari di Gili Air yang pantainya ijo banget ini

Dari bandara menuju pelabuhan bangsal untuk menyebrang, kita perlu waktu sekitar 4 jam. Bukan karena saking jauhnya sih, tapi karena kita berhenti sebentar-bentar buat liat beberapa view dari tempat yang cantik juga. Jadi biar relax dan juga menikmati lah.

Oiya kita juga makan di Pantai Nipah, itu makan pinggir laut dan wow banget, enaaaaaaaaaakkk banget. HJ nggak berhenti muji-muji seafoodnya deh. Dasar emang dia doyan banget seafood ya, akhirnya ya apa-apa seafood pokoknya. Mau yang lainnya, tapi preferably seafood. Numero uno deh.


So here are some pictures that you may enjoy. We saw this when we were on the way to harbor before leaving Lombok and spent the days in Gili Air.






sedikit agak gagal paham aja, bangunan nggak kelar dan ditempelin tulisan begituan bisa jadi tontonan. rada aneh sih



manusia itu kecil ya, bahkan watermark ku aja lebih gede daripada manusianya 😁



Next post will be about our lunch at Nipah beach and some cute story behind it. Stay tune ya 😀

Comments

  1. Pohon nyiurnya itu lo, masih tampak banyak sekali, sungguh menambah keelokan pantai.
    Mana photo seafoodnya ?
    Jadi penasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabarrr!!! Seafoodnya nyusul, masih dibakar ini skrg hahaa

      Nyiurnya asik bgt ya, mata ini kayak ga ada bosennya liat

      Delete
  2. ak pengen seafoodnya kak, gak cuma airnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih pengen lagi kalo di kasih seafoodnya ya mas 😆

      Delete
  3. Rag mancing mbak mumpung dah nyampai pantai?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mancing mas, mancing dek box iwak e sing dodol seafood. Praktis uiii

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

BERDIKARI

Kau tahu kawan kepanjangan dari Berdikari?? Aku rasa, kebanyakan dari kita pasti tau itu kan??!! Yah, BERDIKARI adalah berdiri di kaki sendiri. Artinya??? Mandiri, tangguh, tidak bergantung pada orang lain. Itu yang sejak dulu di gaung-gaungkan kepada kita. Indonesia merupakan salah satu negara yg berkembang. Kita emang sih belum menjadi negara maju seperti Eropa atau Amerika atau negara manapun lah itu. Tapi jika sedikit ditelisik nih ya, kita merdeka adalah hasil perjuangan atau hasil pemberian?! Pasti kita dengan kepala tegak akan mengatakan "Perjuangan sendiri, kerja keras kami selama ratusan tahun". Iya! Benar. Kita merdeka atas keringat dan darah seluruh warga negara. Kita berdiri di tanah merdeka ini dengan kerja keras. Patut bangga? Patut!!! Karena merdeka dengan hasil sendiri, tidak ada negara lain yg menopang hidup kita. Kita berdiri, berjalan, dan berlari atas kemauan kita sendiri. Akibatnya apa? Akibatnya tidak akan ada negara lain yg mengurus kepentingan intern...