Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Bicara tentang kontrasepsi



Kontrasepsi apa yang cocok buat saya? Ya yang alami aja lah ya

Saya belum menikah sih. Tapi sudah dipaksa mikir sampai sejauh ini. Yaaaaaaaaaa itu karena ini penting juga buat sex life. Penting! Penting! Jadilah saya terpaksa nyari-nyari informasi yang berkaitan dengan kontrasepsi.

Menyoal kontrasepsi, hmmm ini sebenernya udah jadi concern saya sejak saya mengenalnya untuk pertama kali. Waktu SMA maksudnya. Sejak pertama belajar dan mengenal alat kontrasepsi, saya seketika itu berpikir ‘No way, there is no safe contraceptive’, meskipun kondom aman tapi kata penggunanya itu ‘nggak enak’. You got what I mean?

 bapak-bapak jangan teledor ya kalo nyimpen hehee 
(cartoonstock.com)

Jadi bukan karena saya islam dan menolak menggunakan kontrasepsi karena saya tidak ingin menolak rejeki. Eyyy no!!! bukan begitu. Saya memang ingin memiliki anak 2 atau 3 tapi kan bukan berarti nolak rejeki jadinya nggak mau pakai alat kontrasepsi. Hemmmmmmmmm ini sih kata beberapa orang kalo orang yang agamanya dalem banget katanya nolak kontrasepsi. Kurang tau juga sih, tapi yang jelas alasan saya menolak kontrasepsi ya murni karena health reason.

Pertama kali mengenal alat kontrasepsi, saya seketika mengatakan ‘No pills’. Iya, efeknya terlalu menyeramkan. Saya mengenal bagaimana reaksi badan saya, itulah kenapa saya keukeh nggak mau pil. Seorang teman mengeluhkan sakit pinggang yang luar biasa, migren yang selalu rajin menghampiri, mood swings ini udah jelas, dan yang bener-bener amazing banget itu gara-gara sakit pinggang dia selalu pakai koyo. Dan itu sehari bisa habis satu pak. Itu pinggang ato apa sih. Padahal yang dipakai koyo cabe. Panasnya banget kan. Setelah itu dia konsultasi dokter, dokternya bilang ‘Mbak, tolong hentikan pil KB ini mbak. Otherwise you will get a heart attack. You are close to it now’. jederrrrrrr kaget lah dia. Nggak keren kan kena serangan jantung gara-gara pil KB. Nah berhentilah dia dari konsumsi pil KB. Yang menyebabkan budget beli koyo juga berhenti total. Dia sembuh total dari sakit pinggang konyol itu.

picsource : cartoonstock.com

Alat KB lain yang saya kira kategori aman itu IUD. Katanya buku paket di SMA begitu. Rada aman. Jadilah saya agak observasi. Kayaknya sih aman. Kayaknya. Ehhh ternyata, belum satu bulan temen lairan, dia langsung pasang IUD. Eh IUD nya ilang gatau kemana. Harusnya ada ditempatnya, eh jalan-jalan. Kata dokternya ‘Yaudah mbak, tunggu aja 7 taun lagi’. Ya kali kalo dia pengen punya anak lagi dalam jangka waktu 3 taun gimana? Susah kan. 

Ada lagi nih cerita serem IUD dari mamanya temen. Dia tiba-tiba WA bilang kalo mamanya mau operasi untuk mengambil IUD yang hilang. Hemmm saya penasaran kan efeknya apa selama IUD ilang itu? Katanya sakit perut sewaktu menstruasi dengan tingkat sakit hampir menyamai kontraksi pas lairan. Pinggang juga sakit. Sering pingsan, dan masih banyak gejala lainnya. Serem kan. Berkali-kali si tante masuk rumah sakit gara-gara sakit tak tertahankannya. Duhh duh IUD coret

Dari dulu, jika memang harus menggunakan kontraseptif, saya selalu memilih yang alami. Maksudnya system kalender. Itu jaman saya SMA sih, sistem alami cuman kalender ini aja. Tapi high risk. Bisa bobol. Nah tapi masih keukeh pakai system alami. Sampai sekarang pun saya masih belajar tracking cycle of menstrual. Karena emang siklusnya nggak pasti, paling cepet 28 hari, paling lama 41 hari. Duhh nyerinya itu lho yang bikin senewen cantik. 

Untuk tracking fertile period, saya pakai app Kindara. Dia ada juga alatnya buat bantu cek suhu tubuh dll. Tapi karena saya belum perlu, at least saya belum mau hamil atau mencegah kehamilan kan sekarang, jadi saya cuman pakai appnya untuk tracking masa menstruasi yang loncat loncat kayak ballerina. 

Kindara lengkap dengan alat yang namanya Wink buat kayaknya sih buat tes suhu badan dll gitu. Dan jujur saya sih masih nggak bisa baca grafiknya. suka pusing sendiri kalo baca. picsource : kindara.com


Kemaren-kemaren udah dipaksa sama si mas buat mikirin soal kontrasepsi, alat yang mana yang mau dipake. Nah saya bilang aja, ‘gapapa aku pake alat kontrasepsi, tapi jangan protes kalo migrenku makin parah, tiap hari mood swing, pinggangku parahnya ga ketulungan dan libidoku menurun’. Wes langsung dia nyari info soal kontrasepsi alami. Dia terlalu sayang untuk menyiksaku seperti itu hihihi

Kabarnya, bakal ada pil untuk cowok. Dia bilang sih mau pake kalo emang beneran jadi. Rencananya sih taun depan produksi. Ya saya bilang aja 'ok nggak apa-apa asal nggak ada side effectnya. Kalo ada efeknya mending nggak usah sama sekali deh'. Karena hal yang berhubungan dengan hormonal itu susah. Nanti bisa jadi saya normal tapi dia yang mood swing. Wahhh ya syusahhh.

Ada sih beberapa alat yang bantuin ngecek suhu tubuh, kadar ini itu, tapi ya mahal. Ohh at least mahal juga sekali beli kan, no side effects juga. Jadi kayaknya ini bakalan jadi pilihan kontrasepsi deh. Ribet sih, tapi sehat. Daripada praktis tapi membunuh perlahan. Sekarang sih lagi ngincer satu alat buat natural birth control. Ntar deh kalo beneran udah pake alatnya, pasti langsung share ke sini. Tapi ya masih bertahun-tahun lagi hahaha


Ini bukan promosi apapun, cuman sharing kok. Kali aja bisa jadi pertimbangan. bukan endorseeeeeeeee

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Snailmail

I signed up in an international portal since I was at high school. I was a quiet one, not much talk especially with stranger. But since that day, I feel myself get easier to talk to strangers. In that portal, there are several options why you join there, including 'flirting', that is shown on the optional boxes. And I found something interesting, snailmail. I never heard about this before, but I thought it is like a mail that goes slower because snail always walking so slow. Then someone chatted me and told me that she want to snailmail. I asked her what is that and she said 'it is postcard swapping'.   was taken at Museum Angkut years ago. taken using my old unique phone Wow.. postcard swapping.. my granny and I did it long time ago before mobile phone was invented. Well I mean before we all use mobile phone to connect to each other. I have family in The Netherlands, and we only have a phone, if we call them using home phone it would cost a lot for even few minu...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...