Skip to main content

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Bicara tentang kontrasepsi



Kontrasepsi apa yang cocok buat saya? Ya yang alami aja lah ya

Saya belum menikah sih. Tapi sudah dipaksa mikir sampai sejauh ini. Yaaaaaaaaaa itu karena ini penting juga buat sex life. Penting! Penting! Jadilah saya terpaksa nyari-nyari informasi yang berkaitan dengan kontrasepsi.

Menyoal kontrasepsi, hmmm ini sebenernya udah jadi concern saya sejak saya mengenalnya untuk pertama kali. Waktu SMA maksudnya. Sejak pertama belajar dan mengenal alat kontrasepsi, saya seketika itu berpikir ‘No way, there is no safe contraceptive’, meskipun kondom aman tapi kata penggunanya itu ‘nggak enak’. You got what I mean?

 bapak-bapak jangan teledor ya kalo nyimpen hehee 
(cartoonstock.com)

Jadi bukan karena saya islam dan menolak menggunakan kontrasepsi karena saya tidak ingin menolak rejeki. Eyyy no!!! bukan begitu. Saya memang ingin memiliki anak 2 atau 3 tapi kan bukan berarti nolak rejeki jadinya nggak mau pakai alat kontrasepsi. Hemmmmmmmmm ini sih kata beberapa orang kalo orang yang agamanya dalem banget katanya nolak kontrasepsi. Kurang tau juga sih, tapi yang jelas alasan saya menolak kontrasepsi ya murni karena health reason.

Pertama kali mengenal alat kontrasepsi, saya seketika mengatakan ‘No pills’. Iya, efeknya terlalu menyeramkan. Saya mengenal bagaimana reaksi badan saya, itulah kenapa saya keukeh nggak mau pil. Seorang teman mengeluhkan sakit pinggang yang luar biasa, migren yang selalu rajin menghampiri, mood swings ini udah jelas, dan yang bener-bener amazing banget itu gara-gara sakit pinggang dia selalu pakai koyo. Dan itu sehari bisa habis satu pak. Itu pinggang ato apa sih. Padahal yang dipakai koyo cabe. Panasnya banget kan. Setelah itu dia konsultasi dokter, dokternya bilang ‘Mbak, tolong hentikan pil KB ini mbak. Otherwise you will get a heart attack. You are close to it now’. jederrrrrrr kaget lah dia. Nggak keren kan kena serangan jantung gara-gara pil KB. Nah berhentilah dia dari konsumsi pil KB. Yang menyebabkan budget beli koyo juga berhenti total. Dia sembuh total dari sakit pinggang konyol itu.

picsource : cartoonstock.com

Alat KB lain yang saya kira kategori aman itu IUD. Katanya buku paket di SMA begitu. Rada aman. Jadilah saya agak observasi. Kayaknya sih aman. Kayaknya. Ehhh ternyata, belum satu bulan temen lairan, dia langsung pasang IUD. Eh IUD nya ilang gatau kemana. Harusnya ada ditempatnya, eh jalan-jalan. Kata dokternya ‘Yaudah mbak, tunggu aja 7 taun lagi’. Ya kali kalo dia pengen punya anak lagi dalam jangka waktu 3 taun gimana? Susah kan. 

Ada lagi nih cerita serem IUD dari mamanya temen. Dia tiba-tiba WA bilang kalo mamanya mau operasi untuk mengambil IUD yang hilang. Hemmm saya penasaran kan efeknya apa selama IUD ilang itu? Katanya sakit perut sewaktu menstruasi dengan tingkat sakit hampir menyamai kontraksi pas lairan. Pinggang juga sakit. Sering pingsan, dan masih banyak gejala lainnya. Serem kan. Berkali-kali si tante masuk rumah sakit gara-gara sakit tak tertahankannya. Duhh duh IUD coret

Dari dulu, jika memang harus menggunakan kontraseptif, saya selalu memilih yang alami. Maksudnya system kalender. Itu jaman saya SMA sih, sistem alami cuman kalender ini aja. Tapi high risk. Bisa bobol. Nah tapi masih keukeh pakai system alami. Sampai sekarang pun saya masih belajar tracking cycle of menstrual. Karena emang siklusnya nggak pasti, paling cepet 28 hari, paling lama 41 hari. Duhh nyerinya itu lho yang bikin senewen cantik. 

Untuk tracking fertile period, saya pakai app Kindara. Dia ada juga alatnya buat bantu cek suhu tubuh dll. Tapi karena saya belum perlu, at least saya belum mau hamil atau mencegah kehamilan kan sekarang, jadi saya cuman pakai appnya untuk tracking masa menstruasi yang loncat loncat kayak ballerina. 

Kindara lengkap dengan alat yang namanya Wink buat kayaknya sih buat tes suhu badan dll gitu. Dan jujur saya sih masih nggak bisa baca grafiknya. suka pusing sendiri kalo baca. picsource : kindara.com


Kemaren-kemaren udah dipaksa sama si mas buat mikirin soal kontrasepsi, alat yang mana yang mau dipake. Nah saya bilang aja, ‘gapapa aku pake alat kontrasepsi, tapi jangan protes kalo migrenku makin parah, tiap hari mood swing, pinggangku parahnya ga ketulungan dan libidoku menurun’. Wes langsung dia nyari info soal kontrasepsi alami. Dia terlalu sayang untuk menyiksaku seperti itu hihihi

Kabarnya, bakal ada pil untuk cowok. Dia bilang sih mau pake kalo emang beneran jadi. Rencananya sih taun depan produksi. Ya saya bilang aja 'ok nggak apa-apa asal nggak ada side effectnya. Kalo ada efeknya mending nggak usah sama sekali deh'. Karena hal yang berhubungan dengan hormonal itu susah. Nanti bisa jadi saya normal tapi dia yang mood swing. Wahhh ya syusahhh.

Ada sih beberapa alat yang bantuin ngecek suhu tubuh, kadar ini itu, tapi ya mahal. Ohh at least mahal juga sekali beli kan, no side effects juga. Jadi kayaknya ini bakalan jadi pilihan kontrasepsi deh. Ribet sih, tapi sehat. Daripada praktis tapi membunuh perlahan. Sekarang sih lagi ngincer satu alat buat natural birth control. Ntar deh kalo beneran udah pake alatnya, pasti langsung share ke sini. Tapi ya masih bertahun-tahun lagi hahaha


Ini bukan promosi apapun, cuman sharing kok. Kali aja bisa jadi pertimbangan. bukan endorseeeeeeeee

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...