Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

[Book] Dunia Anna

Agaknya sih saya jadi agak mengagumi Jostein Gaarder. Setelah membaca buku Dunia Cecilia yang menyoal tentang esensi manusia dan tuhannya, baru aja selesai baca buku judulnya Dunia Anna.

Dunia Anna ini bercerita tentang kita dengan alam semesta.Hmm ya kadang kita harus memberi makan otak kita dengan beberapa pemikiran filosofis. I know  tidak ada yang bisa mendeskripsikan apa benar dan salah itu, tapi tidak ada salahnya kita berpikir lebih bijak dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda.

Ceritanya Anna ini adalah seorang yang mengkhawatirkan tentang masa depan. Bukan masa depannya tapi masa depan bumi dan semesta ini. Well, kalau saya ditanya, saya jujur juga mikir gitu gimana jadinya bumi ini kedepannya kalau semua hutan aja mulai digunduli, sampah aja dibuang sembarangan, pertambangan digasak habis-habisan sampai di suatu tempat di Bangka Belitung aja udah nggak bisa dikelolah lagi karena rusak akibat penambangan. Itu semua pemikiran saya pas saya lagi sehat jasmani rohani sih

Gambarnya terpaksa pinjem google, padahal punya gambar sendiri yang lebih kece tapi hp lagi nggak singkron sama laptop


Saya sih membayangkan dunia masa depan pasti akan canggih dengan segala teknologinya. Semua serba wow. Naah yang Om Gaarder gambarkan disini, iya memang dunia dengan segala kemajuan teknologinya berkembang dengan pesat sampai tumbuhan dan hewan aja bentuknya virtual. Virtual lho. Kok bisa? Ya karena alamnya udah rusak. Hewan tumbuhan punah semuanya. Kesian kan generasi berikutnya setelah kita nggak bakal bisa nemuin lagi ijo-ijoan disekitar kita.

Om Gaarder juga menggambarkan tambang mulai habis dan rusak sehingga gas alam juga mulai habis, akibatnya mereka tak lagi terbang menggunakan pesawat, mobil atau sejenisnya tapi menggunakan unta. Persis kayak jaman nabi dulu gitu.

'apa yang sedang kau khawatirkan Anna?'
'pemanasan global'

Yang menarik itu dia menuliskan dijual kuota iklim. Kita sekarang yang dijual kuota internet ya, kalau jaman besok nih yang dijual kuota iklim. Dimana orang yang akan melepas banyak gas karbon dioksida diwajibkan membayar mahal atas perbuatannya merusak bumi. Well that sounds interesting, it just feels weird for me now. dunno if there is possibility like that in future. Serem

Guys, alam sedang mencari cara untuk menyeimbangkan dirinya lho. Intinya sih satu ya, kalau kita sekarang bisa menikmati keindahan alam macam begini, janganlah rakus menghabiskan dan merusaknya. Sisakan untuk anak cucu juga ya. Mereka juga punya hak untuk melihat semua keindahan alam yang sekarang kita nikmati ini. At least untuk saat ini jangan membebani bumi kita lah dengan hal-hal yang nggak penting semacem buang sampah sembarangan. Kesiannnnn bumi dan alam ini.



Sedang mengejar koleksi lain dari Jostein Gaarder

Comments

  1. Di eropa sekarang udah gitu mbak. Negara yang banyak buang karbon dioksida harus bayar denda. Makanya banyak yang pindahin industrinya ke asia, biar gak kena denda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih, makin kesini kok asia makin kayak negara buat buang sampah yaaaaa.. semacem kita itu telatttttt... di eropa aja wes jarang yang pake kendaraan pribadi, paling jg kendaraan umum kalo nggak gitu gowes. sini malah lomba beli mobil hahahah

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu