Skip to main content

Korean Barbeque

Ssam (쌈) also meaning wrapped. Typically Korean wrapped stuff to eat. I remember I post about my experience of eating kimchi for the first time got the highest view of all time here. It's kind of weird but it is.H never wanted to eat K-foods. He said that it doesn't look so appealing (how can he said that? 😣). I kept trying to lure him to try out K-foods. That when he wanted to eat some meat and then we chose a Korean bbq restaurant. He surprised that it came with so many side dishes and more importantly is the way they eat the meat with green leaf, mixed with kimchi and ssamjang.  Boy, look at the odeng and other side dishes! Ssamjang is the one next to the garlic. It's kind of similar to sambal but different. Japchae is the one that looks like bihun goreng.
The first day we ordered galbi and japchae. I really like japchae but it was very big for one person. We thought that the barbeque set will be less big for two, but it didn't. It was just enough for both of us. So, …

Menyusuri pantai-pantai selatan



Nah nah nah akhirnya nulis juga tentang ini. Udah lama banget dipending soalnya yaaa

Here we go…

Libur lebaran kemarin, seperti biasa ya harus kerumah mbah yang ada di Malang. Nah kebetulan rumah si mbah ini masuk daerah Malang Selatan. you know lah ya kalau Malang Selatan itu identik sama laut pantai air-airan gitu deh ya.

Biasanya sih kita Cuma pergi ke Pantai Ngliyep, lagipula I am not a big fans of sea jadi ya kayak nothing lose  aja kalo nggak ke pantai. Tapi taun ini papa pingin nyobain jalan pulang yang beda. Ok diputuskan lewat jalur selatan sekalian mampir ke pantai-pantai itu.

Berangkat sekitar jam 8-9 gitu deh ya, karena baru pertama kalinya, jadi papa juga bingung jalur antara ke Balekambang atau yang kea rah Goa China. Ternyata ke arah Goa China. Jalannya cenderung menyempit dan kecil banget. Cukup untuk 2 mobil dari arah berlawanan sih, cuman itu mepet banget. Lah bayangin aja di jalan sekecil itu lewat truk tangki minyak yang segede daban gitu. Jadi sempet nunggu gantian gitu. Dasar suasana lebaran, di desa pula, banyak orang yang berkunjung ke sanak keluarga dong ya, jadinya jalanan itu padet banget biarpun di desa. Ini nggak di desa nggak dikota kok sama-sama macetnya tohhh.

jalannya kecil ala desa begini

sempet beberapa kali macet dijalanan sempit ini



Setelah menempuh jalur ala pedesaan yang sempit kecil dan sempet mikir juga kalo ni mobil sanggup nggak ya lewat jalur ini???? Ah ini kan bukan sedan hahaha.. melewati jalur unik itu selama sekitar 2 jam, sampailah kita di perempatan gede. Maksudnya ini perempatan pemecah jalur ceritanya. Kalau ada yang kearah Balekambang, ada yang ke arah Goa China, ada yang gatau lagi kemana itu arahnya.


ini perempatannya cuman lupa namanya apa, nggak kejepret jelas juga duuhh

gini nih kalo jadi orang yang bawa kamera, nggak bakal nongol banyak di foto 


 kanan kiri masih ada tebing beginian

Jalan baru ini semacem jalan tol, gede banget. Nah ini bakal jadi jalan utama. Sementara ini sih masih ada yang belum beres katanya. Pantai pertama yang kita datengin pantai Batu Bengkung. Kalau dari urutannya sih bukan yang pertama tapi itu yang masuknya nggak jauh-jauh banget dari jalan raya. Harga  tiketnya cuman lima ribu aja, parkir mobil 10ribu. Jadi total berlima + parkir sekitar 30 ribu karena adek yang paling kecil nggak bayar. Kalau harga bule nggak tau lagi sih. 





tadinya mau pake serba ijo, tapi berhubung inget kalo ini pantai selatan, bisa digondol ratu kidul ntar kalo pake ijo. akhirnya pake merah nyolot deh 

ini kaos kelasnya si adek, ceritanya pingin show off kaos ini

nyak babe juga sekarang hobi eksis

Ini pantai termasuk bersih dan nggak rame banget. Jadi lebih bisa nyaman dan menikmati suasana pantai. Ya emang nggak banyak hal disitu sih, ada yang jual makanan tapi nggak seramai pantai Ngliyep atau Goa China. Jadi kalau mau relaksasi merenung atau merencanakan nikahnya kapan atau hanimun dimana, ini bisa jadi pantai pilihan hahaha… tapi ombaknya guede lho ya, jangan lupa dan jangan ngelamun ntar dibawa yang nunggu laut.




Abis dari sini santai-santai makan bakso sama kelapa muda, ahhh pantai banget kan kelapa muda ini, kita lanjut perjalanan. Kita nggak masuk ditiap pantai sih, wong ya pantai ya gitu itu kan, tapi kita melewati beberapa pantai seperti pantai Ungaran, pantai Bajul Mati, dan sepanjang itu kita bisa liat pantai dan deburan ombak dari jalan yang mirip tol itu. Hmmm seger deh pokoknya. Jarang-jarang kan orang kota liat beginian hahaha







Trus terakhir kita masuk ke Goa China. Nggak tau kenapa sih ini pantai beken banget. Ada yang pernah masuk ke Goanya, tapi pas kita dateng itu pantai lagi rameeeeeee gila. Sampai parkir aja nggak bingung lho. Ini saya mau bilang beberapa keluhan saya di Goa China ya. Harga tiket masuk tertera 10ribu rupiah, tapi kenyataanya kita bayar 30ribu padahal ada 5 orang. Nggak jelas disebutkan itu sudah termasuk parkir apa nggak. Ehhh ngantri kan masuknya, maklum rame, la kok ya ada 2 orang lagi narik uang 15ribu katanya buat parkir dan diberikan satu botol air mineral 600ml. ah papa nggak mau kan, akhirnya papa bilang ‘Lho? Didepan tadi bukannya udah sama parkir ya?’, dia nggak jawab kemudian bilang ‘10ribu aja pak’, tanpa memberikan air mineral itu tadi sedangkan yang lain bayar 15ribu dan dapat sebotol air. Yang saya pertanyakan, itu harga parkir ditempat yang dikelola Negara kok bisa ditawar ya? Nggak nawar sih, tapi bisa nego dikit. Aneh ah

Selanjutnya jalan masuk nyari parkiran. Nggak ada tuh tukang parkir satu orang yang ngatur gitu. at least mengarahkan lah. Mana pantai lagi banyak pengunjung juga. Masa kita parkir itu harus nunggu mobil lain keluar sih? Duh ribet banget deh waktu itu. Akhirnya beberapa orang juga emosi gara-gara parkiran, sempet hampir berantem juga. Zzzzzzzzzzz. Btw temen kantor yang besoknya ngantor juga mengeluhkan hal yang sama.
Yaaaa semoga sih beberapa hal nggak mengenakkan itu bisa diperbaiki deh ya


jalan dari parkiran menuju pantai Goa China


taken from Gua China beach


kayak muka manusia nggak sih?

 adek paling kecil tadinya ngotot mau main air tapi pas liat ombaknya horor serem gitu dia sampe senewen kayak gini pas diajak maen aer. jadi ini bukan pose sebenernya, ini ekspresi senewen dia aja

Ternyata jalan-jalan yang keliatannya santai gitu udah makan banyak waktu. Akhirnya pulang lewat jalur Turen dan kemudian ke kota Batu dulu kerumah pakdhe. Nggak macet sih, tapi pas turun itu macetnya nggak ketulungan. Dari Batu ke arah Surabaya cuman merayap. Akhirnya nyampe rumah jam 11 malem, langsung teller deh.


It was a fun day though. Lagi-lagi PRnya ngajak dia kesana dudududuuuu

Comments

  1. Orang ganteng kaya aku gak bayar kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo buat orang ganteng gak gratis, tapi kalo buat orang yg ngerasa ganteng itu baru gratis. masnya kategori yg mana? :P

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah.

Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas.

Pic source is here
Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini bukan ak…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…