Langsung ke konten utama

[Book] Dunia Anna

Agaknya sih saya jadi agak mengagumi Jostein Gaarder. Setelah membaca buku Dunia Cecilia yang menyoal tentang esensi manusia dan tuhannya, baru aja selesai baca buku judulnya Dunia Anna.

Dunia Anna ini bercerita tentang kita dengan alam semesta.Hmm ya kadang kita harus memberi makan otak kita dengan beberapa pemikiran filosofis. I know  tidak ada yang bisa mendeskripsikan apa benar dan salah itu, tapi tidak ada salahnya kita berpikir lebih bijak dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda.

Ceritanya Anna ini adalah seorang yang mengkhawatirkan tentang masa depan. Bukan masa depannya tapi masa depan bumi dan semesta ini. Well, kalau saya ditanya, saya jujur juga mikir gitu gimana jadinya bumi ini kedepannya kalau semua hutan aja mulai digunduli, sampah aja dibuang sembarangan, pertambangan digasak habis-habisan sampai di suatu tempat di Bangka Belitung aja udah nggak bisa dikelolah lagi karena rusak akibat penambangan. Itu semua pemikiran saya pas saya lagi sehat jasmani rohani sih

Gambarnya terpaksa pinjem google, padahal punya gambar sendiri yang lebih kece tapi hp lagi nggak singkron sama laptop


Saya sih membayangkan dunia masa depan pasti akan canggih dengan segala teknologinya. Semua serba wow. Naah yang Om Gaarder gambarkan disini, iya memang dunia dengan segala kemajuan teknologinya berkembang dengan pesat sampai tumbuhan dan hewan aja bentuknya virtual. Virtual lho. Kok bisa? Ya karena alamnya udah rusak. Hewan tumbuhan punah semuanya. Kesian kan generasi berikutnya setelah kita nggak bakal bisa nemuin lagi ijo-ijoan disekitar kita.

Om Gaarder juga menggambarkan tambang mulai habis dan rusak sehingga gas alam juga mulai habis, akibatnya mereka tak lagi terbang menggunakan pesawat, mobil atau sejenisnya tapi menggunakan unta. Persis kayak jaman nabi dulu gitu.

'apa yang sedang kau khawatirkan Anna?'
'pemanasan global'

Yang menarik itu dia menuliskan dijual kuota iklim. Kita sekarang yang dijual kuota internet ya, kalau jaman besok nih yang dijual kuota iklim. Dimana orang yang akan melepas banyak gas karbon dioksida diwajibkan membayar mahal atas perbuatannya merusak bumi. Well that sounds interesting, it just feels weird for me now. dunno if there is possibility like that in future. Serem

Guys, alam sedang mencari cara untuk menyeimbangkan dirinya lho. Intinya sih satu ya, kalau kita sekarang bisa menikmati keindahan alam macam begini, janganlah rakus menghabiskan dan merusaknya. Sisakan untuk anak cucu juga ya. Mereka juga punya hak untuk melihat semua keindahan alam yang sekarang kita nikmati ini. At least untuk saat ini jangan membebani bumi kita lah dengan hal-hal yang nggak penting semacem buang sampah sembarangan. Kesiannnnn bumi dan alam ini.



Sedang mengejar koleksi lain dari Jostein Gaarder

Komentar

  1. Di eropa sekarang udah gitu mbak. Negara yang banyak buang karbon dioksida harus bayar denda. Makanya banyak yang pindahin industrinya ke asia, biar gak kena denda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, makin kesini kok asia makin kayak negara buat buang sampah yaaaaa.. semacem kita itu telatttttt... di eropa aja wes jarang yang pake kendaraan pribadi, paling jg kendaraan umum kalo nggak gitu gowes. sini malah lomba beli mobil hahahah

      Hapus

Posting Komentar

Share your thoughts with me here

Postingan populer dari blog ini

Obrolan Konyol #1

serius ya mas, sampe kayak gitu. awas bocor yang bawah
Terlalu banyak obrolan konyol antara aku dan HJ kalo kita ketemu. I just want to put it here 😌

SD

Ceritanya HJ lagi balik ke Kandahar. Rute penerbangannya Surabaya - Jakarta - Dubai - Kabul - Kandahar. Sebegitu panjangnya dan perlu waktu sekitar 2 - 3 hari. Dan selalu dong aku absen ya.


'Hun, arrived?'
'Yea ... on the way to SD now'
'SD? Sekolah dasar a?'
'No!! Sub Delegation!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚'

Ya mana gue tau kalo SD itu sub delegation ya πŸ˜πŸ˜‘

Dong

Dia lagi belajar bahasa Indonesia akhir-akhir ini. Kita lagi ngobrolin soal apa gitu yang ujung-ujungnya ngomong khawatir.

'Dont worry about it hun. It's ok it's fine'
'Hemm but worry hun.. I am worry hun..'
'It's ok'
'You dong!'

Lahh tadinya agak sendu jadi ngakak kok tiba-tiba ngomong dong sih nih anak. Ini antara beneran dong apa dia tipo maunya nulis dont sih 😭

'Ok, love you'
'Love you love you love you …

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…