Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda. Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami. Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah. Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...
'Mba Riesssssss........ itu tuh Pak Budi lagi fotokopi. katanya pengen tau wajahnya Pak Budi, cepetan liat keburu pergi orangnya'
'Pak Budi siapa?'
'Hadehh itu lho yang contact center'
'PAK BAYUUUUUUUU kaliiiiii!!!!!!!!'
'Mulai kapan namanya ganti?????????'
----
'Besok acara buber aku boleh ya bawa pacarku? dia khawatir kalo ntar tiba-tiba pulang kemaleman'
'Ya boleh lahhh kan skalian kenalin ke kita yang liar ini. Tapi dijaga lho yaaa Mas Pram-nya dari keganasan pejantan disini macem Adi sama Fachrul'
'Mas Pram?'
'Iye pacar kamu Mas Pram kan???'
'Mas PRIM prissssssss. Namanya PRIMAAAAAAAAA'
'Oohh.. udah ganti ya kemaren???'
----
'sayang, kucing kamu itu siapa tuh namanya?? Rose sama Boris ya?'
'Rosa sayang'
'Ahhhhh ya ya ya' karena Rose menurutku lebih terdengar bule daripada Rosa
Jangankan nama kucing pacar, nama kucing sendiri aja sering ketuker sama nama adek. Supposed to call my cat Miki, but I call him Cimi (my lil sister nickname)
nginget nama fam-nya mas pacar sendiri aja susah-susah gampang. tapi itu duluuuuu hehehehe
'Pak Budi siapa?'
'Hadehh itu lho yang contact center'
'PAK BAYUUUUUUUU kaliiiiii!!!!!!!!'
'Mulai kapan namanya ganti?????????'
----
'Besok acara buber aku boleh ya bawa pacarku? dia khawatir kalo ntar tiba-tiba pulang kemaleman'
'Ya boleh lahhh kan skalian kenalin ke kita yang liar ini. Tapi dijaga lho yaaa Mas Pram-nya dari keganasan pejantan disini macem Adi sama Fachrul'
'Mas Pram?'
'Iye pacar kamu Mas Pram kan???'
'Mas PRIM prissssssss. Namanya PRIMAAAAAAAAA'
'Oohh.. udah ganti ya kemaren???'
----
'sayang, kucing kamu itu siapa tuh namanya?? Rose sama Boris ya?'
'Rosa sayang'
'Ahhhhh ya ya ya' karena Rose menurutku lebih terdengar bule daripada Rosa
Jangankan nama kucing pacar, nama kucing sendiri aja sering ketuker sama nama adek. Supposed to call my cat Miki, but I call him Cimi (my lil sister nickname)
nginget nama fam-nya mas pacar sendiri aja susah-susah gampang. tapi itu duluuuuu hehehehe
Hahaha, aku kadang juga suka gitu
ReplyDeleteOjo seru-seru, hahaha
DeleteBelom pake toak ini
Delete