Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Attitude

Saya yakin tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya tidak memiliki sikap yang baik. Sebut saja well behave and good appetite attitude. Saya belum menjadi orangtua, jadi saya tidak ingin sembarangan judge bahwa mereka adalah sumber dari ketidaksopanan sikap dari anaknya. Tapi.... buah jatuh tidak jauh dari pohonnya itu pasti. Tapi ingat juga, kondisi lingkungan juga mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan sikap. Misal nih ya, ada buah apel jatoh dari pohonnya, nah jatohnya pas dibawah pohon itu. Tapi pas jatoh, ehhh tiba-tiba ketiup angin jadinya buahnya jatoh jauuuuhhhh banget dari pohonnya. Banyak faktor memang, tapi pusat pembelajaran pertama seorang anak adalah rumah, jadinya ya orangtua jadi cerminan perilaku anak.

gambar pinjem sini


Ceritanya saya mau curhat. Ada satu rekan kerja yang menurut saya dia tidak well behave dan tidak punya sopan santun serta etika yang sepantasnya dilingkungan profesional. Ketika ada si A sedang berbicara dengan si B didepan si C (si C ini yang etikanya kurang baik), si A dan B tidak melibatkan si C dalam pembicaraan. Tapi posisi A dan B didekat si C. Karena si C merasa jika dia memiliki jawaban atas pembicaraan A dan B, maka menyahutlah si C tanpa dimintai pendapatnya. What the!!!!

Kejadian itu tidak terjadi sekali, tapi berkali-kali dengan orang yang berbeda. Masalahnya, dia itu sok tau. Setiap kali mengintervensi pembicaraan orang, seolah dia benar padahal itu informasi ngarang, sok tahu dan nggak bisa dipertanggungjawabkan. Pernah suatu ketika handover affiliate yang dia pegang kepada saya, dia tidak memberitahukan informasi penting ke saya. Alhasil saya dong yang dimarahin sama affiliate sana. Mereka mengira saya tidak bertanggung jawab. Akhirnya saya belajar ke pemegang affiliate sebelum dia (sebut saja mbak Winny) untuk membuat beres semuanya. Mbak Winny marah ke dia yang teledor dan dia bisa ngeles dengan gampangnya 'nggak tuh mbak, mbak nggak pernah ngajarin aku'. Lah gimana nggak ngajarin kalau itu starting point-nya kerjaan???

Nah tadi, dia bertanya sekaligus bertanya kepada saya apakah saya mempunyai guidance untuk Q. Karena saya yang terlalu 'ramah' dan selalu berusaha menjawab setiap pertanyaan yang masuk ke saya, wajar dong kalo saya nanya dia lebih detail. Nah nggak tau kenapa pas tengah-tengah menjelaskan tiba-tiba dia bilang 'Ah yaudah mbak nggak usah, nggak jadi deh, udahlah' dengan gayanya yang sok bossy padahal dia junior saya. Berani-beraninya dia dengan nggak sopannya memutus pembicaraan orang seperti itu. Saya tidak menyebut dia harus menghormati yang tua, nggak, bukan itu, tapi etikanya yang sudah salah diawal, yang ketika memanggil saya pun tidak dengan mendatangi meja saya tapi mengetuk-ngetuk meja saya (tadinya sih nggak gubris, sengaja, tapi kan terganggu juga lama-lama), lalu memutus penjelasan saya ditengah-tengah seolah saya hanya memberikan informasi abal-abal, dan bersikap seolah dia memang yang paling benar. Ohh mennnnn.... saat itu saya pengen banget keluarin koleksi kebon binatang saya!

Ah mungkin dia mrasa kalau ngobrol dengan saya tidak akan menghasilkan sesuatu yang penting. Tapi setidaknya saya bisa jamin informasi yang saya berikan itu yang benar, kalaupun saya kurang paham ya saya tanyakan supervisor dulu biar jelas dan nggak salah sasaran.

Dan yang jelas Attitude is everything.


Comments

  1. Tonjok aja tuh orang !

    Hahaha

    Kalo ada anak baru yang tengil kaya gitu di kantor, kata-kata yang keluar dari mulut saya adalah:

    'Anda sudah bosan kerja disini? Saya bisa memberikan rekomendasi khusus ke HRD tentang anda'

    'Oh enggak pak, maaf...'

    -__-'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha udah rekomendasiin aja hahahah

      Tapi dia biasanya manis didepan bos, cuman songong aja ke kita2 bahkan sama seniornya

      Delete
    2. Dih jijik banget sama orang model penjilat kaya gitu. Kalo rajin mah rajin aja, kalo males ya males aja. Gak usah pencitraan

      Delete
    3. Jaman sekarang kan musimnya pencitraan banggg hahahaha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu