Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda. Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami. Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah. Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...
Karena bagiku menulis adalah suatu bentuk terapi. Tak peduli seberapa tak pentingnya hal yang kutulis bagi orang lain. Karena aku hanya menulis untuk diriku sendiri. Ya, mungkin bagi orang lain ini sampah. Namun bagiku, menulis adalah terapi untuk mengisi kekosongan.
Berkali-kali aku dicaci karena tulisanku seolah sampah baginya. Seolah tulisanku membosankan baginya. Tak masalah bagiku. Karena yang penting adalah mengisi kekosongan dan kehampaan diriku. Terapi jiwa.
Menulis adalah terapi jiwa. Tak perlulah menulis seindah pujangga, karena bagiku menulis adalah menuangkan satu ide dikepala yang entah ide macam apa yang kutuliskan. Ntah ide gila, ide biasa, luar biasa, hingga ide yang tak berarti.
Yang terpenting bagiku adalah menerapi jiwaku
Berkali-kali aku dicaci karena tulisanku seolah sampah baginya. Seolah tulisanku membosankan baginya. Tak masalah bagiku. Karena yang penting adalah mengisi kekosongan dan kehampaan diriku. Terapi jiwa.
Menulis adalah terapi jiwa. Tak perlulah menulis seindah pujangga, karena bagiku menulis adalah menuangkan satu ide dikepala yang entah ide macam apa yang kutuliskan. Ntah ide gila, ide biasa, luar biasa, hingga ide yang tak berarti.
Yang terpenting bagiku adalah menerapi jiwaku
jiwamu lelah nak...
ReplyDeleteLelah bang banget haha
Delete