Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?'
'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'

Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ringan. Filsafat sih tapi ringan sekali. Harganya juga murah hahaha. Secara garis besar, novel ini bercerita tentang obrolan anak kecil bernama Cecilia yang sedang sakit dengan malaikat dari surga bernama Ariel. Dialog mereka sebenarnya sederhana. Malaikat Ariel hanya menjawab semua pertanyaan polos Cecilia. Tapi pertanyaan Cecilia yang membuat saya berpikir. Ya semua itu pernah saya pertanyakan pada diri sendiri.


'...disana kami selalu menyadari bahwa alam semesta adalah teka teki akbar. dan jika sesuatu adalah teka teki, kamu tentu boleh sedikit menebak-nebak'

Ceritanya malaikat Ariel tertarik banyak hal dengan bagaimana rasanya menjadi makhluk yang terbuat dari daging dan darah, sedangkan Cecilia penasaran dengan kehidupan malaikat di surga. Best part dari novel ini ketika Ariel mengatakan bahwa bulan adalah tempatnya menari balet, bahkan saat Neil Amstrong menginjakkan kakinya di bulan, ada jutaan malaikat sedang menyaksikannya disana. Dia bisa jadi manusia pertama di bulan, tapi ada jutaan malaikat disana yang bahkan bulan menjadi tempatnya menari balet. Asteroid menjadi tempat merenung dan berpikir bahkan tempat mengasingkan diri sebentar kira-kira 50-100 tahun. Sedangkan seluncuran yang paling mengasyikkan adalah ketika menunggangi komet. Komet Haley yang datangnya 76tahun sekali saja, bagi mereka itu sangat singkat sekali.

Keadaan Cecilia yang sakit dan kritis serta kemampuannya berkomunikasi dengan malaikat yang seolah sengaja dkirim Tuhan untuk menemaninya sebelum kepergiannya, membuatnya berimajinasi dan berpikir lebih dalam tentang segala sesuatu. Cecilia pun bisa merasakan papan ski dan toboggan-nya di malam hari bersalju. Dengan sedikit petualangan mereka berdua, mereka juga membicarakan hal-hal yang terjadi didalam bumi dan surga. Ahh indah sekali.

'kamu kembali ya?'
'maukah kau pergi dan terbang bersamaku?'
'tapi aku tak bisa terbang'
'sudah waktunya kita akhiri omong kosong ini. kemarilah'
Novel ini layak baca, sekedar untuk membantu merenungkan esensi kita berada didunia ini dan juga dunia ini beserta isinya. 
sedang mempertimbangkan untuk membeli koleksi Dunia yang lainnya, Dunia Anna sih yang sedang dipertimbangkan :)

Comments

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Mengenal Nyai, Eyang Buyut Orang Indo Kebanyakan

  Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang darah campuran Eropa, saya pernah janji nulis tentang orang Indo dan Nyai, nenek buyut dari para Indo kebanyakan. Sekarang kita liat definisi dari Indo sendiri. Jadi Indo (Indo-Europeaan atau Eropa Hindia) adalah para keturunan yang hidup di Hindia Belanda (Indonesia) atau di Eropa yang merupakan keturunan dari orang Indonesia dengan orang Eropa (Kebanyakan Belanda, Jerman, Prancis, Belgia). Itulah kenapa saya agak risih mendengar orang menyebut Indonesia dengan singkatan Indo. Karena kedua hal itu beda definisi dan arti. Sekarang apa itu Nyai? Apa definisi dari Nyai? Nyai adalah seorang perempuan pribumi (bisa jadi orang Indonesia asli), Tionghoa dan Jepang yang hidup bersama lelaki Eropa di masa Hindia Belanda. Hidup bersama atau samenleven yang artinya kumpul kebo, tidak menikah. Fungsinya nyai itu apa? Fungsinya diatas seorang baboe dan dibawah seorang istri, tapi wajib melakukan kewajiban seorang baboe dan istri. Karena mem

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men