Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

[Piknik] Off to Lombok (lagi)

Ceritanya minggu kedua bulan Desember kan aku udah cuss ke Lombok ya, nah selang seminggu kemudian aku ke Lombok lagi. Tapi beda tujuan. Tujuannya kali ini liburan. Iya abis muter-muter pusing-pusing mikir cincin sama prenup, sempetin liburan dulu lah. Mumpung aku dapet cuti agak panjang ya. Dan mumpung belom minggu akhir Desember. Jadi biar nggak padet-padet banget begitu.

Nah ceritanya kita mau berangkat itu hari rabu, eh tapi kok ya full booked. Yaudah deh kalo gitu kamis aja. Tadinya juga mau ke Bali, eh tapi kok ya ternyata full booked. Yaudah deh Lombok aja. LAGI. 2 kali ke Lombok dalam sebulan. Mimpi apa bulan lalu ya kok bisa 2 kali ke Lombok dalam satu bulan.

Kita berdua berangkat naik Lion air, jadwal yang pas ini aja soalnya. Berangkat jam 7 pagi. Seperti biasa, jam 6 udah di bandara, check in, dan dia bilang 'Sorry hun, I have to do something first. Wajib'. Kirain beli kopi, ehhhhh bookstore. Yaelah itu udah jam 6.15 masih muterin periplus. Trus mampir beli kopi, ngantri 15 menit lebih. Waduh udah jam segini aja, belom masuk gate tuh, masih muter-muter trus antri masuk gate itu udah mau final call. Nanti ditulis terpisah soal final call ini.

Buru-buru dong ya, agak lari gitu. Dia mah sante aja, katanya gini 'tenang aja sayang, belakang masih banyak'. Yayayaya masih banyak sih tapi ya pesawat juga ogah nungguin orang telat gitu 😵

Tau dong kalo Lion Air warnanya merah dan pramugarinya pake batik? Kita berdua nggak tau kenapa nggak janjian juga ehhh pake batik dan merah-merah. Begitu masuk pesawat dia langung teriak 'Woahhh batik, we are in batik, and red'. Yaelah massss ya ga usah heboh gitu juga kaliii. Tapi yaweslah ya, dia lagi menggandrungi batik ini. Biarin deh.

Kebetulan disebelahku tuh cewek. Kita ngobrol 15 menit sebelum landing. Basa basi lah ya, ehh ternyata dia satu kampus sama aku. Barusan wisuda gitu deh dia, trus aku cerita kan ke HJ kalo dia satu kampus sama aku. Dia jawabnya kalo dia udah tau, lahh bingung dong aku kok dia bisa tau dari mana. Ternyataaaaaaaa si cewe itu bawa bunga wisuda dimasukin totebag sisa wisuda kemaren yang ada tulisannya kampusku. Aku merasa bodoh seketika. Ini HJ suka banget merhatiin barang orang ya. Jadi ketauan kan aku yang nggak peka banget. Banget nggak pekanya 😂😁😃

Comments

  1. Lombok lagi, kapan Bali nya ? Bali kampung maksudnya ? :D
    Batik ketemu batik, kayak kondangn.
    Kondangan teman kampusnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Persissss!! Kita liburan tp baju resmi bener kayak kondangan. Untung gak dikira cabin crew karena sama2 batiknya haha

      Delete
  2. batik made solo kah hahah (sotoy saya)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh kalo aku jawab iya jd makin ngawur dong haha wong saya ndak tau 😆 Yang jelas udah beli batiknya bs dpt poin dan nntinya bs dapet diskon *penting* haha

      Delete
  3. Wahhh batiknya merah...

    Mesti pas kui isin, hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena suami gw dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya dia dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya dia. Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. Dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Gw belum pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ada pengalaman bikin visa kecuali  Visa Sosial...